Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mengambil langkah proaktif dengan mengajak berbagai lintas sektor untuk memperkuat tata kelola bencana terpadu di wilayahnya. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dan efektivitas dalam penanggulangan bencana, demi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sigi, Nuim Hayat, menjelaskan bahwa fokus utama penguatan kebencanaan mencakup pencegahan, penanganan, serta rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Pernyataan ini disampaikan Nuim saat ditemui awak media di Desa Bora, Sigi, pada Sabtu (24/1).
Pentingnya mitigasi bencana ditekankan melalui peningkatan pemahaman seluruh elemen masyarakat terhadap karakteristik wilayah masing-masing. Langkah awal yang krusial adalah pemetaan wilayah rawan bencana secara kolaboratif oleh semua pihak terkait, sebagai fondasi utama tata kelola bencana Sigi yang lebih baik.
Advertisement
Advertisement
Penguatan tata kelola bencana Sigi dimulai dari mitigasi dan upaya pencegahan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Perangkat desa dan kecamatan memiliki peran sentral dalam memahami tata kelola kebencanaan secara menyeluruh.
Mereka diharapkan mampu memberikan edukasi yang tepat kepada warga, termasuk upaya pencegahan konkret seperti penanaman pohon di bantaran sungai. Langkah-langkah preventif ini sangat penting untuk mengurangi risiko dampak bencana di kemudian hari.
Peningkatan pemahaman tentang karakteristik wilayah rawan bencana menjadi kunci utama dalam strategi pencegahan. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih siap dan tanggap menghadapi potensi ancaman bencana yang mungkin terjadi di lingkungan mereka.
Advertisement
Advertisement
Dalam situasi darurat bencana, koordinasi yang solid antara perangkat daerah dan pemangku kepentingan lainnya menjadi sangat krusial. Hal ini memastikan bahwa penanganan di lapangan dapat berjalan secara efektif dan efisien, tanpa adanya tumpang tindih kewenangan.
Keselamatan jiwa masyarakat adalah prioritas utama yang harus selalu dipegang teguh oleh semua pihak terlibat. Oleh karena itu, setiap elemen harus memahami peran dan tugas masing-masing dengan jelas.
Koordinasi yang baik akan mempercepat respons, distribusi bantuan, dan evakuasi, sehingga dampak negatif bencana dapat diminimalisir. Tata kelola bencana Sigi yang terkoordinasi akan menciptakan sistem penanganan yang tangguh.
Advertisement
Advertisement
Proses rehabilitasi dan rekonstruksi setelah bencana di Kabupaten Sigi masih menghadapi berbagai tantangan. Berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 28 tentang rehabilitasi dan rekonstruksi di Sulawesi Tengah, kebutuhan masyarakat terdampak bencana belum sepenuhnya terjawab.
Ke depan, diperlukan dorongan lebih lanjut untuk upaya pemulihan di masyarakat. Peran Non-Governmental Organization (NGO) dan pimpinan perangkat daerah di Sigi sangat besar dalam mendukung proses ini.
Nuim Hayat berharap seluruh lintas sektor dapat menciptakan program dan penguatan kerja di masa mendatang. Tujuannya adalah agar penyelenggaraan penanggulangan bencana di Kabupaten Sigi dapat berjalan lebih terpadu, terkoordinasi, dan berkelanjutan demi keselamatan serta kesejahteraan masyarakat.
Advertisement
Sumber: AntaraNews