Baznas Belitung Sukses Bangun 6 Rumah Layak Huni di 2025, Targetkan 10 Unit di Tahun 2026

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Belitung berhasil membangun enam unit rumah layak huni bagi warga kurang mampu sepanjang 2025 dan menargetkan 10 unit di 2026, wujud nyata komitmen entaskan kemiskinan ekstrem.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Baznas Belitung Sukses Bangun 6 Rumah Layak Huni di 2025, Targetkan 10 Unit di Tahun 2026
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Belitung berhasil membangun enam unit rumah layak huni bagi warga kurang mampu sepanjang 2025 dan menargetkan 10 unit di 2026, wujud nyata komitmen entaskan kemiskinan ekstrem. (AntaraNews)

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, telah menunjukkan komitmen kuat dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di wilayahnya. Sepanjang tahun 2025, lembaga ini berhasil merampungkan pembangunan sebanyak enam unit rumah layak huni. Inisiatif ini ditujukan bagi masyarakat kurang mampu yang sangat membutuhkan tempat tinggal yang layak.

Pembangunan rumah layak huni ini merupakan bagian integral dari program Baznas Belitung untuk mendukung pemerintah daerah. Program tersebut secara spesifik berfokus pada penanggulangan kemiskinan ekstrem yang masih menjadi tantangan di Kabupaten Belitung. Ketua Baznas Belitung, Firmansyah, menegaskan bahwa upaya ini adalah bentuk nyata kontribusi mereka.

Keberhasilan di tahun 2025 menjadi pijakan bagi Baznas Belitung untuk menetapkan target yang lebih ambisius di tahun berikutnya. Untuk tahun 2026, Baznas Belitung menargetkan pembangunan sepuluh unit rumah layak huni. Harapan besar tersemat agar lebih banyak keluarga prasejahtera dapat merasakan manfaat dari program mulia ini.

Capaian dan Target Baznas Belitung dalam Pengentasan Kemiskinan

Sepanjang tahun 2025, Baznas Kabupaten Belitung telah berhasil membangun enam unit rumah layak huni. Pencapaian ini menjadi bukti nyata dari dedikasi Baznas dalam membantu masyarakat kurang mampu. Program ini secara langsung menyasar keluarga yang hidup dalam kondisi prasejahtera.

Firmansyah, Ketua Baznas Belitung, mengungkapkan bahwa pembangunan rumah layak huni adalah bagian dari usaha kolaboratif. Ini dilakukan untuk membantu pemerintah daerah dalam misi pengentasan kemiskinan ekstrem. "Total ada sebanyak enam unit rumah layak huni yang kami bangun untuk masyarakat kurang mampu di sepanjang 2025," katanya.

Tidak berhenti di situ, Baznas Belitung telah menetapkan target yang lebih tinggi untuk tahun 2026. Mereka berencana membangun sepuluh unit rumah layak huni. Target ini menunjukkan komitmen berkelanjutan Baznas dalam menyediakan hunian yang layak bagi warga Belitung.

Kriteria dan Proses Penentuan Penerima Bantuan Rumah Layak Huni

Baznas Belitung memiliki kriteria ketat dalam menentukan penerima bantuan rumah layak huni. Kriteria utama adalah masyarakat kategori fakir dan miskin yang tidak memiliki rumah. Kondisi rumah yang ditempati juga menjadi pertimbangan, terutama jika sangat rusak.

Proses seleksi melibatkan survei lapangan yang komprehensif untuk memverifikasi kondisi calon penerima. Selain itu, aspek legalitas kepemilikan tanah menjadi syarat mutlak. Calon penerima harus memiliki status kepemilikan tanah yang jelas, baik berupa SKT maupun sertifikat.

"Kemudian kami akan melakukan survei dan memang calon penerima ini adalah mereka yang tidak punya rumah tapi status kepemilikan tanah atau legalitas tanah mereka jelas baik ada SKT atau sertifikat," jelas Firmansyah. Apabila semua persyaratan terpenuhi, Baznas Belitung akan melanjutkan pembangunan rumah hingga selesai.

Peran Muzaki dan Sinkronisasi Data untuk Keberlanjutan Program

Keberhasilan program pembangunan rumah layak huni ini tidak lepas dari peran serta para Muzaki. Baznas Belitung menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada mereka yang telah menyalurkan zakatnya. Dana zakat inilah yang menjadi tulang punggung pelaksanaan program bantuan tersebut.

"Kami atas nama Baznas Belitung mengucapkan terima kasih kepada para Muzaki yang telah berzakat di Baznas Belitung, amanah tersebut telah kami gunakan dan kami sampaikan dengan sebaik-baiknya kepada para penerima," ujar Firmansyah. Amanah dari Muzaki telah disalurkan dengan sebaik-baiknya.

Selain itu, Baznas Belitung juga berupaya mensinkronkan data penerima rumah layak huni dengan Pemerintah Kabupaten Belitung. Sinkronisasi data ini sesuai arahan Bupati Belitung untuk memastikan program berjalan selaras. Tujuannya agar program dapat berjalan beriringan dan mencapai efektivitas maksimal.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi