Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Surabaya telah mengambil langkah progresif dengan meluncurkan Sistem Informasi Pengembangan Inovasi Daerah (SI EPID). Peluncuran ini bertujuan untuk mendigitalkan tata kelola inovasi di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya secara komprehensif. Inisiatif ini menandai komitmen Pemkot Surabaya dalam memperkuat ekosistem inovasi daerah.
SI EPID dirancang sebagai platform digital strategis yang mempermudah proses pelaporan inovasi dari berbagai perangkat daerah hingga masyarakat umum. Selain itu, sistem ini juga memungkinkan pemantauan indeks kematangan inovasi secara lebih efisien dan terintegrasi. Hal ini sejalan dengan visi Surabaya sebagai World Class Smart City yang berbasis kebijakan riset.
Kepala BRIDA Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji, menegaskan bahwa aplikasi ini berfungsi sebagai "bank data" terpusat. SI EPID akan menghimpun seluruh gagasan dan terobosan inovasi dari berbagai pihak, termasuk perangkat daerah, kecamatan, kelurahan, sekolah, puskesmas, dan masyarakat. Peluncuran ini dilakukan pada tanggal 20 Januari, sebagai jawaban atas tantangan pengelolaan data inovasi yang sebelumnya tersebar.
Advertisement
Advertisement
Mengatasi Tantangan Pengelolaan Inovasi Daerah
Kehadiran SI EPID menjadi jawaban konkret atas tantangan pengelolaan data inovasi yang selama ini masih tersebar dan belum terintegrasi secara optimal di Surabaya. Kota ini dikenal memiliki ribuan potensi inovasi setiap tahunnya, namun belum ada wadah tunggal yang menyatukan seluruh informasi tersebut.
Agus Imam Sonhaji menjelaskan bahwa SI EPID hadir untuk menyatukan seluruh kepingan inovasi tersebut ke dalam satu ekosistem digital yang kohesif. Tujuannya adalah agar setiap inovasi tidak hanya tercatat secara administratif, tetapi juga dapat diukur tingkat kematangannya (maturity level) secara real-time.
Dengan adanya sistem ini, inovasi-inovasi yang ada diharapkan dapat direplikasi untuk kebermanfaatan yang lebih luas bagi warga Surabaya. Integrasi data ini juga akan meminimalisir duplikasi upaya dan memaksimalkan potensi pengembangan inovasi yang berkelanjutan.
Advertisement
Advertisement
Fitur Unggulan SI EPID untuk Inovator dan Pengambil Kebijakan
SI EPID dilengkapi dengan berbagai fitur canggih yang dirancang untuk memudahkan baik para inovator maupun pengambil kebijakan dalam mengelola inovasi. Fitur-fitur ini memastikan proses dokumentasi, penilaian, dan pemantauan inovasi berjalan efektif.
Salah satu fitur utama adalah Repositori Inovasi Terpusat, yang berfungsi sebagai wadah penyimpanan digital. Fitur ini mendokumentasikan proposal, uji coba, hingga implementasi inovasi daerah, secara efektif mencegah terjadinya duplikasi inovasi.
Fitur Pengukuran Kematangan Mandiri (Self-Assessment) memungkinkan inovator untuk melakukan asesmen sendiri. Penilaian ini berdasarkan indikator Innovative Government Award (IGA) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), memberikan standar pengukuran yang jelas.
Advertisement
Selain itu, terdapat Dasbor Monitoring dan Evaluasi yang transparan. Dasbor ini memungkinkan pimpinan daerah untuk memantau progres serta kinerja inovasi di setiap unit kerja secara real-time. Terakhir, Klinik Inovasi Digital memfasilitasi pendampingan dan verifikasi berjenjang guna memastikan kualitas inovasi yang dilaporkan.
Advertisement
Mendorong Budaya Kompetisi dan Predikat Kota Terinovatif
Peluncuran SI EPID tidak hanya bertujuan mempermudah proses administrasi inovasi, tetapi juga diharapkan mampu mendorong terciptanya budaya kompetisi yang sehat antarinstansi di lingkungan Pemkot Surabaya. Kompetisi ini akan memacu setiap unit kerja untuk terus berinovasi.
Data yang terhimpun dalam sistem SI EPID akan menjadi landasan strategis yang kuat bagi Pemkot Surabaya. Informasi ini penting dalam upaya mempertahankan predikat sebagai salah satu kota terinovatif di Indonesia, sebuah pengakuan yang telah diraih sebelumnya.
Dengan adanya platform digital ini, Surabaya semakin mantap dalam mewujudkan visinya sebagai World Class Smart City. Kebijakan berbasis riset (science-based policy) akan semakin diperkuat, memastikan setiap keputusan pembangunan didasari oleh data dan inovasi yang terukur.
Advertisement
Sumber: AntaraNews