Banjir Kota Bekasi Rendam 12 Titik, Ratusan Warga Mengungsi Akibat Hujan Deras

Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan Banjir Kota Bekasi di 12 titik, memaksa ratusan warga mengungsi dan menimbulkan insiden pohon tumbang. Simak selengkapnya dampak dan upaya penanganan darurat yang dilakukan BPBD.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Banjir Kota Bekasi Rendam 12 Titik, Ratusan Warga Mengungsi Akibat Hujan Deras
Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan Banjir Kota Bekasi di 12 titik, memaksa ratusan warga mengungsi dan menimbulkan insiden pohon tumbang. Simak selengkapnya dampak dan upaya penanganan darurat yang dilakukan BPBD. (AntaraNews)

Hujan deras disertai angin kencang melanda Kota Bekasi sejak dini hari Minggu, 18 Januari, menyebabkan dampak signifikan bagi masyarakat. Bencana ini mengakibatkan banjir di 12 titik berbeda yang tersebar di lima kecamatan, dengan ketinggian air yang bervariasi. Fenomena cuaca ekstrem ini tidak hanya memicu genangan air, tetapi juga insiden pohon tumbang di beberapa lokasi strategis.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, Iman S Gunawan, mengonfirmasi bahwa genangan mulai terjadi sekitar pukul 04.38 WIB akibat intensitas hujan yang tinggi dan berlangsung cukup lama. Kondisi ini memaksa ratusan warga untuk mengungsi demi keselamatan mereka.

Petugas BPBD Kota Bekasi segera bergerak cepat melakukan penanganan darurat, termasuk evakuasi warga yang terjebak dan asesmen di lokasi-lokasi terdampak. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas guna menghindari risiko lebih lanjut. Situasi ini menunjukkan urgensi penanganan bencana alam di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

Wilayah Terdampak dan Ketinggian Air Banjir Kota Bekasi

Hujan deras menyebabkan Banjir Kota Bekasi meluas di beberapa wilayah dengan ketinggian air yang bervariasi. Iman S Gunawan menyatakan, "Genangan air terjadi di beberapa wilayah dengan ketinggian bervariasi, mulai dari 20 sentimeter hingga mencapai 100 sentimeter." Kecamatan Medan Satria menjadi area paling parah terdampak, khususnya di Kelurahan Kali Baru, tepatnya RT 001, 007, dan 009 pada RW 003. Di sana, genangan mencapai 40-100 sentimeter, bahkan merendam Jalan Rawa Bakti hingga satu kepala keluarga harus dievakuasi.

Di Kelurahan Harapan Mulya, genangan air yang terjadi sekitar pukul 05.00 WIB menyebabkan sejumlah kendaraan mogok dan membutuhkan bantuan derek. Sementara itu, Kelurahan Pejuang juga tidak luput dari dampak banjir, dengan ketinggian air 40-60 sentimeter di beberapa titik, termasuk Jalan Cempaka Indah. Kondisi ini menunjukkan sebaran dampak yang cukup luas di berbagai kecamatan.

Akibat genangan di Kelurahan Pejuang, sebanyak 100 kepala keluarga di RT 017 RW 017 terpaksa mengungsi dan kini memerlukan bantuan logistik. BPBD juga berhasil mengevakuasi jenazah di Jalan Cempaka Indah VII RT 006/017 karena akses jalan terputus akibat genangan. Di Kecamatan Bekasi Timur, genangan 20-30 sentimeter merendam Jalan Teratai II Kelurahan Margahayu, serta evakuasi lansia di Kelurahan Aren Jaya akibat terjebak genangan air.

Kawasan Pondok Hijau Permai di Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu, turut tergenang dengan ketinggian air mencapai 30-70 sentimeter. Data BPBD Kota Bekasi menunjukkan total 101 kepala keluarga mengungsi, terdiri atas 100 KK di Kelurahan Pejuang dan satu KK di Kelurahan Kali Baru. Petugas terus berupaya maksimal dalam penanganan dan asesmen di seluruh lokasi terdampak.

Dampak Lain dan Upaya Penanganan Darurat

Selain meluasnya Banjir Kota Bekasi, hujan deras disertai angin kencang juga memicu insiden pohon tumbang di beberapa lokasi. Di Kecamatan Bekasi Barat, sebuah pohon tumbang terjadi di kompleks Depnakertrans, Jalan Jenggala 1, Kelurahan Jakasampurna. Insiden ini segera ditangani oleh petugas untuk memastikan akses jalan kembali normal.

Laporan lain mengenai pohon tumbang datang dari Kelurahan Kali Abang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara, yang sempat menutup akses jalan. Sementara itu, genangan air turut dilaporkan di Jalan Perjuangan, Kelurahan Teluk Pucung dengan ketinggian air yang masih dalam proses asesmen. Kejadian ini menambah daftar pekerjaan bagi tim penanggulangan bencana.

BPBD Kota Bekasi saat ini fokus pada penanganan darurat, evakuasi warga, dan pendataan di lokasi-lokasi terdampak. Iman S Gunawan mengimbau, "Kami mengimbau masyarakat untuk menghindari wilayah genangan, tidak memaksakan kendaraan melintas di jalan yang tergenang banjir serta mengikuti arahan petugas lapangan demi keselamatan." Penting bagi warga untuk tidak memaksakan kendaraan melintas di jalan yang tergenang banjir demi keselamatan bersama.

Petugas lapangan terus berkoordinasi untuk memastikan bantuan logistik tersalurkan kepada para pengungsi. Upaya mitigasi dan respons cepat sangat krusial untuk meminimalisir dampak lebih lanjut dari bencana alam yang terjadi di Kota Bekasi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi