Bupati Deli Serdang Tegaskan FKDM Deteksi Dini Gejolak Masyarakat Jadi Ujung Tombak

Bupati Deli Serdang menekankan peran vital FKDM Deteksi Dini sebagai garda terdepan pemerintah daerah dalam mengidentifikasi potensi masalah sosial demi stabilitas wilayah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bupati Deli Serdang Tegaskan FKDM Deteksi Dini Gejolak Masyarakat Jadi Ujung Tombak
Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, menekankan peran krusial Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) sebagai ujung tombak deteksi dini gejolak masyarakat, menuntut laporan aktif dari setiap anggota demi stabilitas daerah. (AntaraNews)

Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, menegaskan peran vital Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) sebagai ujung tombak pemerintah daerah. FKDM diharapkan mampu mendeteksi secara dini berbagai potensi permasalahan yang berpotensi menimbulkan gejolak di tengah masyarakat. Pernyataan penting ini disampaikan dalam Pertemuan Refleksi dan Evaluasi Kinerja di Lubuk Pakam, Deli Serdang, pada Selasa (13/1).

Pertemuan yang berlangsung pada Selasa (13/1) tersebut secara khusus bertujuan untuk mengevaluasi kinerja kepengurusan FKDM di tingkat kabupaten dan kecamatan se-Deli Serdang. Bupati menyoroti adanya minimnya laporan yang masuk, meskipun terdapat 110 anggota FKDM yang tersebar di seluruh kecamatan. Kondisi ini memerlukan perhatian serius untuk optimalisasi kinerja FKDM.

Dalam arahannya, Bupati menekankan bahwa tugas FKDM bukan hanya melaporkan setelah kejadian, melainkan harus proaktif sebelum masalah muncul. Setiap gejala di masyarakat, sekecil apapun, wajib segera dilaporkan kepada pihak berwenang demi menjaga stabilitas dan ketenteraman wilayah. Ini adalah inti dari fungsi deteksi dini yang diharapkan dari FKDM.

Bupati Asri Ludin Tambunan secara tegas menyatakan bahwa FKDM harus bekerja sebelum suatu kejadian terjadi, bukan sebagai pelapor pasca-kejadian. Beliau menyayangkan minimnya laporan yang diterima dari 110 anggota FKDM yang tersebar di seluruh kecamatan se-Kabupaten Deli Serdang. Kondisi ini menunjukkan perlunya peningkatan kinerja dan kesadaran akan tugas pokok FKDM yang krusial.

Untuk mengatasi hal tersebut, Bupati menargetkan setiap anggota FKDM harus mampu menyampaikan minimal satu laporan setiap hari. Laporan ini mencakup berbagai aspek penting seperti kondisi sosial, ekonomi, politik, keamanan, maupun lingkungan di wilayah tugas masing-masing. Target ini diharapkan dapat mendorong FKDM menjadi lebih aktif, responsif, dan memberikan kontribusi nyata.

"Kalau laporan seperti itu, satu hari 1.000 laporan pun bisa ada. Ini yang disebut FKDM aktif, bukan sekadar menerima honor," ujar Bupati. Pernyataan ini menggarisbawahi harapan agar FKDM tidak hanya menerima anggaran, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui aktivitas deteksi dini yang berkelanjutan. FKDM diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga ketenteraman.

Laporan yang diharapkan dari anggota FKDM sangat beragam dan mencakup spektrum luas permasalahan yang mungkin dihadapi masyarakat. Contohnya adalah gejolak harga kebutuhan pokok yang dapat memicu keresahan, dampak bencana banjir yang merugikan, serta kerusakan lahan pertanian yang mengancam ketahanan pangan. Selain itu, ketidaktaatan masyarakat terhadap kebersihan lingkungan juga perlu diperhatikan.

Lebih lanjut, potensi penyalahgunaan narkoba dan gangguan ketertiban lainnya juga menjadi fokus utama pelaporan yang harus dilakukan oleh FKDM. Bupati menegaskan bahwa integritas, tanggung jawab, dan kepedulian sosial adalah hal penting bagi setiap unsur yang menerima anggaran negara, termasuk FKDM. Setiap rupiah yang diterima harus dipertanggungjawabkan dengan kerja nyata dan laporan yang konkret.

Ke depan, kinerja FKDM akan dievaluasi secara berkala dan ketat. Jika dalam tiga bulan ke depan tidak ada laporan yang disampaikan, pengurus FKDM yang bersangkutan akan dievaluasi dan dapat diganti. "Kalau tidak mampu beradaptasi di tengah masyarakat dan tidak mampu mengelola informasi, maka tidak layak menjadi FKDM," tegas Bupati, menekankan pentingnya adaptasi dan kemampuan manajemen informasi.

Plt Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Deli Serdang, Zainal Abidin Hutagalung, menjelaskan bahwa pertemuan refleksi dan evaluasi ini bertujuan meningkatkan kemampuan pengurus FKDM. Peningkatan kemampuan ini meliputi penjaringan, penampungan, dan koordinasi terkait potensi gangguan ketertiban dan keamanan, serta potensi bencana alam maupun bencana lainnya. Sinergitas antar anggota dan dengan pemerintah daerah menjadi kunci utama.

Sasaran utama dari upaya ini adalah terwujudnya sinergitas dan kemampuan FKDM dalam mendeteksi serta menghadapi permasalahan yang berpotensi timbul di masyarakat. Harapannya adalah terciptanya suasana yang kondusif dan terkendali dalam kehidupan masyarakat Kabupaten Deli Serdang. FKDM diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga ketenteraman dan ketertiban.

Bupati berharap pertemuan ini menjadi momentum perubahan bagi FKDM agar benar-benar berperan aktif dalam menjaga stabilitas, keamanan, dan ketenteraman masyarakat. Kehadiran FKDM harus menjadi "penyejuk di tengah masyarakat, bukan sebaliknya," serta menjadi "mata dan telinga pemerintah daerah yang bekerja untuk kepentingan masyarakat." Ini adalah visi besar Bupati untuk FKDM Deli Serdang yang proaktif.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi