PMI Makassar Genjot Stok Darah Pasca Nataru 2025/2026, Golongan A dan O Prioritas Utama

Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (UTD PMI) Makassar berupaya keras meningkatkan Stok Darah PMI Makassar pasca libur Nataru, terutama golongan A dan O yang menipis. Simak strategi mereka untuk memenuhi kebutuhan darah di wilayah tersebut.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
PMI Makassar Genjot Stok Darah Pasca Nataru 2025/2026, Golongan A dan O Prioritas Utama
Stok darah di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Makassar menipis pasca libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, terutama golongan A dan O. PMI Makassar berupaya keras untuk tingkatkan stok darah demi memenuhi kebutuhan rumah sakit di Sulawesi Selatan dan wilaya (AntaraNews)

Palang Merah Indonesia (PMI) Makassar tengah berupaya keras untuk meningkatkan kembali stok darahnya. Hal ini dilakukan menyusul penurunan signifikan pasca libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Upaya ini penting untuk memenuhi kebutuhan darah yang terus tinggi di wilayah tersebut.

Wakil Ketua Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Makassar, Khudri Arsyad, menyatakan bahwa dua golongan darah yang paling banyak dicari dan stoknya menipis adalah golongan A dan O. Kondisi ini disebabkan oleh berkurangnya jumlah pendonor selama periode liburan panjang. PMI Makassar optimistis kondisi akan normal dalam sepekan ke depan.

Penurunan stok darah ini menjadi perhatian serius mengingat peran UTD PMI Makassar sebagai rujukan di Indonesia Timur. Mereka tidak hanya melayani rumah sakit di Makassar, tetapi juga membantu pasokan darah di beberapa wilayah lain. Kebutuhan darah yang stabil sangat krusial untuk layanan kesehatan.

Ketersediaan Stok Darah PMI Makassar mengalami penurunan drastis setelah libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Menurut Khudri Arsyad, faktor utama penyebabnya adalah menurunnya aktivitas donor kemitraan dengan instansi dan perusahaan. Selain itu, pendonor perorangan juga berkurang, terutama saat memasuki musim hujan.

Kondisi ini menyebabkan golongan darah A dan O menjadi sangat langka di UTD PMI Makassar. Akibatnya, pasien yang membutuhkan transfusi darah seringkali harus mencari pendonor dari keluarga terdekat. Situasi ini menunjukkan urgensi untuk segera memulihkan cadangan darah.

PMI Makassar membutuhkan setidaknya 2.500 kantong darah setiap hari untuk memenuhi permintaan dari berbagai rumah sakit. Angka ini mencakup kebutuhan di Kota Makassar dan beberapa kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Bahkan, UTD PMI Makassar juga menyalurkan darah ke Kendari, Gorontalo, Ambon, dan Papua.

Untuk mengatasi defisit Stok Darah PMI Makassar, UTD PMI Makassar mengandalkan 400 ribu relawan donor lestari. Meskipun jumlah relawan ini besar, jadwal donor mereka hanya berlaku sekali dalam dua bulan. Oleh karena itu, diperlukan upaya tambahan untuk menjaga ketersediaan darah tetap stabil.

PMI Makassar secara aktif menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk instansi pemerintah dan swasta. Mereka juga berkolaborasi dengan komunitas dan penyelenggara acara untuk mengadakan aksi donor darah. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mendonorkan darah.

Khudri Arsyad menyatakan optimisme bahwa kondisi stok darah akan kembali normal dalam sepekan ke depan. Hal ini seiring dengan kembalinya aktivitas perkantoran dan perusahaan swasta setelah libur. Peningkatan kesadaran akan pentingnya donor darah juga terus digalakkan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi