Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menjadi saksi bisu momen bersejarah pada Senin, 12 Januari 2026, dengan dilaksanakannya peresmian 166 Sekolah Rakyat rintisan. Acara penting ini diagendakan dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, menunjukkan komitmen pemerintah terhadap pemerataan akses pendidikan. Ratusan siswa dari berbagai daerah turut memeriahkan peluncuran program ini, menambah semarak suasana.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengungkapkan bahwa para siswa yang hadir berasal dari Sekolah Rakyat di Jakarta, Bogor, Bekasi, Tangerang Selatan, Aceh Besar, Malang, Probolinggo, Jombang, Pasuruan, Kupang, Makassar, dan Jayapura. Mereka datang khusus ke Banjarbaru untuk menampilkan beragam pertunjukan seni. Penampilan tersebut meliputi paduan suara, teater, pidato, serta atraksi baris variasi yang memukau para hadirin.
Selain itu, siswa dari tiga Sekolah Rakyat lokal di Banjarbaru juga turut ambil bagian dalam kemeriahan acara. Mereka menampilkan paduan suara, yel-yel penyemangat, senam anak sehat, dan kesenian khas Banjar. Peresmian Sekolah Rakyat ini dipusatkan di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, yang berada di lingkungan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarbaru.
Advertisement
Advertisement
Semangat Seni Siswa Meriahkan Peluncuran Sekolah Rakyat
Ratusan siswa Sekolah Rakyat dari berbagai penjuru Indonesia berkumpul di Banjarbaru untuk menyambut peresmian Sekolah Rakyat. Mereka telah mempersiapkan diri dengan matang untuk menampilkan bakat seni mereka di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan jajaran Kabinet Merah Putih. Kehadiran para siswa ini menjadi simbol semangat dan harapan baru bagi dunia pendidikan di Indonesia.
Pertunjukan teater yang ditampilkan menjadi salah satu sorotan utama, menunjukkan kreativitas dan kepercayaan diri anak-anak. Selain teater, paduan suara yang harmonis dan pidato-pidato inspiratif dari siswa juga berhasil menarik perhatian. Atraksi baris variasi menambah semarak acara, menciptakan suasana yang penuh kegembiraan dan kebanggaan.
Siswa dari Sekolah Rakyat di Banjarbaru tidak ketinggalan menunjukkan identitas budaya lokal mereka. Penampilan kesenian Banjar, seperti tarian dan musik tradisional, memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada tamu-tamu dari seluruh Nusantara. Ini menegaskan bahwa pendidikan di Sekolah Rakyat tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pengembangan karakter dan apresiasi budaya.
Advertisement
Advertisement
Visi Presiden Prabowo untuk Pendidikan Inklusif
Program Sekolah Rakyat merupakan gagasan visioner dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengatasi kesenjangan pendidikan di Indonesia. Inisiatif ini dirancang khusus untuk memberikan akses pendidikan berkualitas kepada anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Kelompok masyarakat ini seringkali menghadapi hambatan besar dalam menjangkau layanan pendidikan formal yang memadai.
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan program ini secara langsung, didampingi oleh jajaran Menteri Kabinet Merah Putih. Kehadiran beliau menegaskan prioritas pemerintah dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat. Menteri Sosial Saifullah Yusuf sebelumnya telah menyampaikan harapan besar akan kehadiran Presiden untuk meresmikan program penting ini.
Peluncuran ini menandai dimulainya operasional Sekolah Rakyat rintisan di 166 lokasi strategis di seluruh Indonesia. Ini adalah langkah konkret dari strategi nasional pengentasan kemiskinan melalui jalur pendidikan dan pemberdayaan keluarga. Dengan pendidikan yang lebih baik, diharapkan anak-anak dari keluarga kurang mampu dapat memiliki masa depan yang lebih cerah dan memutus rantai kemiskinan.
Advertisement
Advertisement
Jangkauan dan Target Ambisius Sekolah Rakyat
Sebanyak 166 titik lokasi Sekolah Rakyat rintisan telah tersebar di berbagai wilayah Indonesia, menjangkau daerah-daerah yang membutuhkan. Distribusi ini mencakup 35 lokasi di Sumatera, 70 lokasi di Jawa, 7 lokasi di Bali dan Nusa Tenggara, 13 lokasi di Kalimantan, 28 lokasi di Sulawesi, 7 lokasi di Maluku, dan 6 lokasi di Papua. Penyebaran ini menunjukkan upaya serius untuk mencapai pemerataan pendidikan di seluruh pelosok negeri.
Saat ini, lebih dari 15 ribu siswa telah aktif mengikuti pembelajaran di Sekolah Rakyat, memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung proses belajar mengajar. Pemanfaatan teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan jangkauan pendidikan. Pemerintah menargetkan pembukaan hingga 500 titik Sekolah Rakyat pada tahun 2029, sebuah target ambisius untuk meningkatkan daya tampung pendidikan.
Peningkatan daya tampung ini akan difokuskan pada anak-anak dari keluarga dengan tingkat perekonomian terendah, sesuai dengan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Dengan demikian, program ini akan secara tepat sasaran membantu mereka yang paling membutuhkan. Komitmen ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan dalam upaya mengurangi angka putus sekolah dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Advertisement
Sumber: AntaraNews