Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang, Banten, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan kasus super flu atau influenza di wilayahnya. Peningkatan ini terjadi seiring dengan perubahan cuaca ekstrem yang kerap melanda selama musim pancaroba.
Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang, dr Hendra Tarmizi, mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar tetap tenang namun senantiasa waspada. Beliau menekankan pentingnya penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai langkah antisipasi utama yang efektif.
Meskipun super flu bukanlah jenis virus baru, melainkan influenza yang telah ada sejak lama, gejalanya bisa terasa lebih berat dan berkepanjangan dibandingkan flu biasa. Masyarakat diminta untuk tidak panik, namun tetap menjaga daya tahan tubuh secara optimal guna mencegah komplikasi.
Advertisement
Advertisement
Memahami Super Flu dan Perbedaannya
Dr Hendra Tarmizi menjelaskan bahwa super flu sebenarnya bukan merupakan istilah medis, melainkan sebutan populer yang digunakan di tengah masyarakat untuk influenza. Ini adalah jenis virus yang sudah ada sejak lama dan secara khusus menyerang saluran pernapasan.
Perbedaan utama dengan flu biasa terletak pada durasi kesembuhan yang cenderung lebih lama dan gejala yang mungkin terasa lebih memberatkan. Namun, dr Hendra menegaskan bahwa super flu ini dipastikan berbeda dengan COVID-19, yang merupakan virus baru dan berpotensi sangat berbahaya bagi keselamatan jiwa.
Ia menambahkan, hingga saat ini, kasus dengan gejala super flu yang lebih berat belum ditemukan secara spesifik di wilayah Kabupaten Tangerang. Meskipun demikian, pihaknya tetap meminta masyarakat untuk terus meningkatkan daya tahan tubuh agar terhindar dari berbagai penyakit.
Advertisement
Advertisement
Imbauan dan Langkah Pencegahan Dinkes Tangerang
Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang telah secara aktif mengimbau masyarakat melalui para camat dan puskesmas setempat. Pesan utama yang disampaikan adalah untuk tidak perlu panik berlebihan, namun tetap menjaga kesehatan diri dan lingkungan secara optimal.
Pencegahan utama yang sangat ditekankan adalah dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini mencakup menjaga kebersihan diri, kebersihan lingkungan, serta mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang.
Dr Hendra Tarmizi sangat menyarankan untuk memperbanyak konsumsi sayur dan buah-buahan guna meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Selain itu, berolahraga secara teratur juga dianggap penting agar tubuh tetap bugar dan fit menghadapi perubahan cuaca.
Advertisement
Ia menegaskan bahwa selama kondisi tubuh seseorang sehat dan memiliki daya tahan yang baik, super flu seharusnya tidak akan menimbulkan masalah serius pada tubuh. Meskipun begitu, langkah-langkah pencegahan harus tetap diterapkan melalui pola hidup sehat.
Advertisement
Data Kasus ISPA di Kabupaten Tangerang
Sebagai gambaran konkret, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mencatat adanya sejumlah kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang signifikan. Data terbaru per Desember 2025 menunjukkan angka yang perlu diwaspadai oleh seluruh masyarakat.
Di setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Tangerang, rata-rata ditemukan antara 40 hingga 50 kasus ISPA. Angka ini tercatat selama masa musim pancaroba, periode di mana masyarakat memang rentan terhadap berbagai penyakit pernapasan.
Terkait peningkatan flu di Kabupaten Tangerang, laporan dari puskesmas dan rumah sakit menunjukkan bahwa peningkatannya sama seperti flu-flu biasa. Perbedaannya mungkin hanya pada durasi kesembuhan yang sedikit lebih lama dibandingkan biasanya.
Advertisement
Sumber: AntaraNews