UPTD Farmasi Kalsel Pastikan Kelancaran Distribusi Obat Banjir Kalsel untuk Warga Terdampak

Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan (Kalsel) memastikan kelancaran **distribusi obat banjir Kalsel** serta pemberian makanan tambahan bagi balita untuk masyarakat terdampak. Simak upaya komprehensif mer

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
UPTD Farmasi Kalsel Pastikan Kelancaran Distribusi Obat Banjir Kalsel untuk Warga Terdampak
UPTD Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kalsel memastikan distribusi obat-obatan dan PMT bagi balita berjalan lancar untuk warga terdampak banjir, khususnya di Kabupaten Banjar dan Tanah Laut. (AntaraNews)

Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengambil langkah cepat. Mereka memastikan kelancaran pendistribusian obat-obatan esensial kepada masyarakat. Selain itu, pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita juga menjadi fokus utama di wilayah terdampak banjir.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPTD Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kalsel, Efrin Pujianti, menyatakan pihaknya telah menyalurkan berbagai kebutuhan farmasi. Fokus utama adalah obat-obatan yang paling krusial bagi warga di lokasi terdampak. Wilayah Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tanah Laut menjadi prioritas karena jumlah korbannya paling banyak.

Upaya ini merupakan bagian dari respons cepat pemerintah daerah terhadap bencana banjir yang melanda. Tujuannya untuk meminimalisir dampak kesehatan dan memastikan kesejahteraan warga. Langkah proaktif ini diharapkan dapat membantu pemulihan kondisi masyarakat terdampak.

Penyaluran obat-obatan oleh UPTD Instalasi Farmasi Dinkes Kalsel difokuskan pada jenis yang paling dibutuhkan oleh warga terdampak. Salep kulit menjadi prioritas utama dalam distribusi ini. Hal ini mengingat potensi peningkatan masalah kesehatan kulit akibat genangan air banjir.

Efrin Pujianti menjelaskan bahwa salep kulit sangat penting untuk masyarakat terdampak banjir. Terutama di Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tanah Laut yang jumlah korbannya paling banyak. Penyakit kulit seperti kutu air seringkali menjadi keluhan umum pasca-banjir.

Selain salep kulit, Instalasi Farmasi Dinkes Kalsel juga mendistribusikan obat-obatan ringan. Jenis obat yang disalurkan meliputi obat demam, flu, serta vitamin. Pemberian vitamin bertujuan untuk menjaga daya tahan tubuh masyarakat selama berada di pengungsian.

Guna mengantisipasi meningkatnya gangguan kesehatan kulit akibat banjir, UPTD Instalasi Farmasi Dinkes Kalsel telah mengajukan tambahan logistik. Permintaan salep kulit sebanyak 10.000 tube telah diajukan ke pemerintah pusat. Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan pasokan yang memadai.

Koordinasi yang erat terus dilakukan dengan puskesmas dan puskesmas pembantu di setiap kabupaten/kota. Tujuannya untuk mendata kebutuhan obat yang diperlukan di lapangan secara akurat. Hal ini memastikan bahwa kebutuhan farmasi terpenuhi secara merata di seluruh wilayah terdampak.

UPTD Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan bagi para tenaga kesehatan. Petugas yang bertugas langsung di lokasi bencana harus memperhatikan kondisi tubuh mereka. Hal ini untuk memastikan mereka tetap prima dalam memberikan pelayanan.

Efrin Pujianti berpesan agar bukan hanya masyarakat terdampak banjir yang menjaga kesehatan. Petugas kesehatan yang terjun langsung ke lokasi juga harus bersama-sama menjaga kesehatan. Ini merupakan langkah preventif agar pelayanan kesehatan tidak terganggu.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi