Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) sukses mengevakuasi tiga Warga Negara Indonesia (WNI) dari Pulau Sokotra, Yaman. Mereka berhasil dipulangkan ke tanah air pada Jumat, 9 Januari, setelah menghadapi kendala akses.
Ketiga WNI ini sebelumnya terjebak di wilayah tersebut karena penutupan wilayah udara Yaman. Proses pemulangan terlaksana berkat koordinasi erat dengan Perwakilan RI di Timur Tengah serta dukungan otoritas Arab Saudi dan Yaman.
Juru Bicara Kemlu, Vahd Nabyl A. Mulachela, mengonfirmasi bahwa kondisi ketiga WNI tersebut dalam keadaan baik. Mereka kini dalam perjalanan menuju Indonesia setelah transit di Jeddah.
Advertisement
Advertisement
Kronologi Evakuasi WNI dari Yaman
Juru Bicara Kemlu, Vahd Nabyl A. Mulachela, menjelaskan bahwa ketiga WNI tersebut telah diterbangkan dari Pulau Sokotra. Penerbangan mereka menuju Jeddah untuk transit dilakukan pada pukul 10.30 waktu setempat.
Setelah transit, perjalanan akan dilanjutkan ke Indonesia pada pukul 17.30 waktu setempat. Proses pemulangan ini merupakan hasil kerja keras dan koordinasi lintas batas yang dilakukan oleh Kemlu RI.
Koordinasi intensif melibatkan Perwakilan RI di Kawasan Timur Tengah, seperti KBRI Muscat, KBRI Riyadh, KBRI Abu Dhabi, dan KJRI Jeddah. Dukungan penuh dari otoritas Arab Saudi dan Yaman juga menjadi kunci keberhasilan evakuasi ini.
Advertisement
Kerja sama diplomatik ini memastikan jalur aman bagi kepulangan WNI yang sebelumnya terhambat. Upaya ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam melindungi warganya di luar negeri.
Advertisement
Penyebab WNI Terjebak di Pulau Sokotra
Plt. Direktur Pelindungan WNI (PWNI) Kemlu RI, Heni Hamidah, mengungkapkan penyebab ketiga WNI tersebut terjebak. Mereka tidak dapat meninggalkan Pulau Sokotra sejak 30 Desember lalu.
Penutupan wilayah udara Yaman oleh pemerintah Arab Saudi menjadi faktor utama terhambatnya kepulangan. Penutupan ini terjadi menyusul serangan militer ke pelabuhan Makala Yaman.
Para WNI tersebut diketahui masuk ke Pulau Sokotra melalui jasa operasi wisata tur. Tur ini berbasis di Uni Emirat Arab (UEA) dan tidak ada penerbangan yang beroperasi setelah insiden tersebut.
Advertisement
Situasi ini menyebabkan mereka terdampar tanpa akses transportasi udara untuk kembali ke tanah air. Kondisi geografis Sokotra sebagai pulau juga memperparah keterbatasan akses.
Advertisement
Imbauan Kemlu untuk Perjalanan Internasional
Dalam kesempatan yang sama, Kemlu RI kembali mengimbau seluruh WNI yang akan melakukan perjalanan ke luar negeri. Penting untuk selalu memperhatikan dan mematuhi imbauan perjalanan yang dikeluarkan pemerintah.
WNI juga diimbau untuk aktif mengikuti perkembangan situasi di negara tujuan. Peningkatan kewaspadaan sangat diperlukan, terutama jika berencana bepergian ke wilayah yang rawan dan berisiko tinggi.
Langkah proaktif ini bertujuan untuk meminimalisir risiko WNI terjebak dalam situasi darurat di luar negeri. Kemlu menekankan pentingnya persiapan matang sebelum memutuskan bepergian ke wilayah konflik atau tidak stabil.
Advertisement
Pemerintah berkomitmen untuk memberikan perlindungan maksimal bagi WNI di luar negeri. Namun, kesadaran dan kepatuhan WNI terhadap imbauan perjalanan adalah kunci utama keselamatan pribadi.
Sumber: AntaraNews