Kemlu RI Matangkan Persiapan Dialog 2+2 RI-Turki di Ankara untuk Perkuat Kemitraan Strategis

Kementerian Luar Negeri RI dan Turki mematangkan persiapan menjelang Dialog 2+2 RI-Turki perdana di Ankara, menandai langkah penting penguatan kemitraan strategis kedua negara.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kemlu RI Matangkan Persiapan Dialog 2+2 RI-Turki di Ankara untuk Perkuat Kemitraan Strategis
Kementerian Luar Negeri RI intensifkan persiapan menjelang pertemuan perdana format Dialog 2+2 RI-Turki di Ankara, menandai babak baru penguatan kemitraan strategis kedua negara. (AntaraNews)

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia bersama mitra dari Turki sedang intensif mematangkan persiapan untuk pertemuan perdana dalam format “2+2” di Ankara. Dialog ini akan melibatkan menteri luar negeri dan menteri pertahanan dari kedua negara, dijadwalkan berlangsung pada Jumat (9/1). Pertemuan bersejarah ini bertujuan untuk memperkuat kemitraan strategis antara Indonesia dan Turki di berbagai sektor penting.

Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kemlu RI, Grata Endah Werdaningtyas, mengungkapkan bahwa persiapan final telah dilakukan bersama Direktur Jenderal Asia-Pasifik Kemlu Turki, Korkut Gungen. Proses ini juga didampingi oleh Duta Besar RI untuk Turki, Achmad Rizal Purnama, memastikan seluruh aspek teknis dan agenda berjalan lancar.

Pertemuan format “2+2” ini merupakan tindak lanjut konkret dari “High Level Strategic Cooperation Council” yang sebelumnya telah disepakati oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Inisiatif ini menegaskan komitmen kedua negara untuk meningkatkan kerja sama bilateral di bidang keamanan, ekonomi, dan isu-isu regional.

Persiapan Matang Jelang Dialog Bersejarah

Persiapan menjelang Dialog 2+2 RI-Turki perdana di Ankara telah memasuki tahap finalisasi, dengan fokus pada program, agenda, dan pengaturan teknis. Grata Endah Werdaningtyas menyatakan bahwa pertemuan final ini berjalan lancar dan konstruktif, mencerminkan semangat kolaborasi yang kuat dari kedua belah pihak. Komitmen bersama ini diharapkan dapat memastikan kesuksesan dialog bersejarah tersebut.

Keberhasilan persiapan ini menjadi indikator kuat dari keyakinan Indonesia dan Turki terhadap manfaat pertemuan ini bagi penguatan hubungan bilateral. Duta Besar RI untuk Turki, Achmad Rizal Purnama, turut mendampingi dalam proses finalisasi, menegaskan dukungan penuh dari perwakilan diplomatik Indonesia.

Dialog “2+2” ini menandai babak baru dalam hubungan diplomatik kedua negara, menunjukkan keinginan kuat untuk memperdalam kerja sama. Fokus utama adalah pada sektor-sektor prioritas dan kerja sama pertahanan, yang menjadi pilar penting dalam kemitraan strategis Indonesia-Turki.

Agenda Utama Penguatan Kemitraan Strategis

Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, sebelumnya menjelaskan bahwa pokok-pokok pembahasan dalam Dialog 2+2 akan mencakup berbagai aspek kerja sama strategis bilateral. Ini meliputi bidang keamanan, perdagangan, ekonomi, pembangunan, dan energi, yang semuanya krusial bagi pertumbuhan kedua negara.

Selain itu, pertemuan ini juga akan membahas secara mendalam kerja sama industri pertahanan, sebuah area yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut antara Indonesia dan Turki. Diskusi juga akan mencakup isu-isu regional penting yang meliputi Eropa, Asia Tenggara, dan Pasifik, menunjukkan cakupan strategis yang luas.

Pengembangan koordinasi dan kerja sama multilateral juga menjadi agenda penting dalam dialog ini, termasuk pembahasan isu Palestina. Kedua negara berkomitmen untuk mencari solusi bersama terhadap tantangan global dan regional, memperkuat posisi mereka di kancah internasional.

Mekanisme 2+2 dan Undangan KTT D8

Indonesia memiliki mekanisme pertemuan “2+2” di tingkat menteri luar negeri dan menteri pertahanan hanya dengan beberapa negara terpilih, yaitu Australia, Jepang, China, dan Prancis. Penambahan Turki dalam daftar ini menunjukkan tingkat kepercayaan dan kedalaman hubungan strategis yang terjalin.

Setelah merampungkan Dialog 2+2 di Ankara, Menteri Luar Negeri RI Sugiono dijadwalkan akan melanjutkan perjalanan ke Istanbul untuk bertemu dengan Presiden Erdogan pada Sabtu (10/1). Pertemuan ini akan menjadi kesempatan penting untuk mempererat hubungan bilateral lebih lanjut.

Dalam kesempatan tersebut, Menlu Sugiono akan menyampaikan undangan resmi dari Presiden RI kepada Presiden Turki untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) organisasi D8. KTT ini akan diselenggarakan oleh Indonesia sebagai pemegang keketuaan organisasi pada April tahun ini, menegaskan peran aktif Indonesia di forum internasional.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi