Mendikdasmen Resmikan Bangunan Panggung SD Wonorejo 2 Demak, Solusi Tahan Banjir

Mendikdasmen Abdul Mu'ti meresmikan bangunan hasil Revitalisasi SD Demak, tepatnya SD Negeri 2 Wonorejo, yang kini berdesain panggung sebagai solusi permanen dari ancaman banjir dan rob.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Mendikdasmen Resmikan Bangunan Panggung SD Wonorejo 2 Demak, Solusi Tahan Banjir
Mendikdasmen Abdul Mu'ti meresmikan bangunan hasil Revitalisasi SD Demak, tepatnya SD Negeri 2 Wonorejo, yang kini berdesain panggung sebagai solusi permanen dari ancaman banjir dan rob. (AntaraNews)

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti secara resmi meresmikan bangunan hasil revitalisasi SD Negeri 2 Wonorejo, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Peresmian ini dilakukan pada Sabtu, 3 Januari 2026, menandai selesainya perbaikan sekolah yang sebelumnya rusak parah akibat banjir pada tahun 2024.

Acara peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Mendikdasmen Abdul Mu'ti, dilanjutkan dengan pemotongan pita bersama Bupati Demak Eisti'anah dan Wakil Bupati Muhammad Badruddin. Bangunan sekolah ini menarik perhatian karena desainnya yang unik berbentuk panggung, menjadi satu-satunya yang dikunjungi Mendikdasmen dengan konsep arsitektur tersebut.

Desain bangunan panggung ini dirancang khusus untuk mengatasi masalah banjir dan rob yang sering melanda wilayah tersebut, menawarkan solusi jangka panjang agar kegiatan belajar mengajar tidak lagi terganggu. Program revitalisasi ini juga mendapatkan apresiasi tinggi dari Mendikdasmen atas pelaksanaan yang akuntabel dan transparan.

Desain Inovatif dan Akuntabilitas Program Revitalisasi Sekolah

Mendikdasmen Abdul Mu'ti mengungkapkan kekagumannya terhadap desain bangunan panggung SD Negeri 2 Wonorejo yang dinilai sangat inovatif. Desain ini merupakan respons cerdas terhadap kondisi geografis Demak yang rentan terhadap banjir dan rob, memastikan keberlangsungan pendidikan di tengah tantangan lingkungan.

Menurut Abdul Mu'ti, model bangunan panggung tersebut menjadi solusi efektif agar sekolah tidak lagi terdampak genangan air yang kerap terjadi. Konsep ini diharapkan dapat menjadi percontohan bagi sekolah-sekolah lain di daerah rawan banjir untuk mengadopsi pendekatan serupa dalam pembangunan infrastruktur pendidikan.

Selain inovasi desain, Mendikdasmen juga mengapresiasi pelaksanaan program revitalisasi yang sangat akuntabel dan transparan. Kepala sekolah melaporkan bahwa pembangunan telah selesai 100 persen, bahkan dengan sisa anggaran yang telah dikembalikan ke kas negara, menunjukkan pengelolaan dana yang efisien dan jujur.

Proses revitalisasi SD Negeri 2 Wonorejo dilaksanakan secara swakelola dengan total anggaran mencapai Rp2,229 miliar. Pendekatan swakelola ini memungkinkan partisipasi aktif dari komunitas lokal dan memastikan penggunaan dana yang tepat sasaran untuk kebutuhan sekolah.

Dampak Nasional dan Penggerak Ekonomi Lokal dari Revitalisasi Pendidikan

Program revitalisasi sekolah tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik, tetapi juga memiliki dampak signifikan secara nasional dan lokal. Secara nasional, program revitalisasi sekolah tahun 2025 mencakup 16.175 satuan pendidikan dengan total anggaran Rp16,9 triliun, menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan.

Progres penyelesaian program revitalisasi secara nasional telah mencapai sekitar 95 persen, menandakan efektivitas dan kecepatan implementasi. Khusus di Kabupaten Demak, terdapat 110 sekolah mulai dari PAUD hingga SMA dan SMK yang menerima bantuan revitalisasi, dengan total anggaran mencapai Rp77,74 miliar.

Selain memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan, program revitalisasi ini juga berperan sebagai penggerak ekonomi lokal. Setiap proyek pembangunan melibatkan minimal 10 hingga 20 warga sekitar, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.

Keterlibatan warga lokal dalam pekerjaan pembangunan juga mendorong perputaran ekonomi melalui belanja bahan bangunan di toko-toko setempat. Hal ini menunjukkan bahwa investasi di sektor pendidikan dapat memberikan manfaat ganda, baik bagi peningkatan kualitas pendidikan maupun pertumbuhan ekonomi komunitas.

Harapan Keberlanjutan dan Dukungan Pemerintah Pusat untuk Pendidikan Demak

Pelaksana Tugas Kepala SD Negeri 2 Wonorejo, Saeronzi, menyampaikan rasa syukurnya atas program revitalisasi ini, mengingat sekolahnya telah dua kali dilanda banjir pada tahun 2024 yang mengakibatkan kerusakan parah. Dengan adanya revitalisasi, bangunan sekolah kini menjadi lebih aman dan nyaman untuk kegiatan belajar mengajar.

Saeronzi juga menyoroti manfaat lain dari program ini, yaitu keterlibatan warga sekitar dalam pekerjaan pembangunan, yang turut membantu perekonomian lokal. Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan dan keberlanjutan program revitalisasi di daerah.

Bupati Demak Eisti'anah berharap program revitalisasi sekolah dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang, mengingat keterbatasan anggaran daerah untuk perbaikan sekolah. Dukungan dari pemerintah pusat menjadi sangat krusial untuk memastikan semua sekolah yang rusak dapat diperbaiki.

Pada tahun 2025, sebanyak 89 titik sekolah SD dan SMP di Demak telah dibantu melalui program revitalisasi pemerintah pusat. Pemerintah daerah juga telah mengusulkan perbaikan sekolah rusak lainnya untuk tahun berikutnya melalui aplikasi, menunjukkan upaya proaktif dalam mencari solusi bagi masalah infrastruktur pendidikan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi