Relawan PMI Jember Giatkan Pemulihan Psikis Anak Pascabencana di Medan

Relawan PMI Jember aktif memberikan layanan pemulihan psikis anak pascabencana di Medan, membantu korban banjir untuk bangkit dan kembali ceria melalui edukasi mitigasi yang rekreatif.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Relawan PMI Jember Giatkan Pemulihan Psikis Anak Pascabencana di Medan
Relawan PMI Jember aktif memberikan layanan pemulihan psikis anak pascabencana di Medan, membantu korban banjir untuk bangkit dan kembali ceria melalui edukasi mitigasi yang rekreatif. (AntaraNews)

Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember, Jawa Timur, baru-baru ini bergerak cepat membantu masyarakat terdampak bencana di Medan, Sumatera Utara. Mereka fokus pada kegiatan Psychosocial Support Service (PSS) dan Layanan Kesehatan Terpadu. Kegiatan ini dilaksanakan di lokasi terdampak banjir, tepatnya di Masjid Al-Husna dan Al-Mahri, Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan.

Inisiatif ini bertujuan utama untuk memulihkan kondisi psikis anak-anak pascabencana, memastikan kesehatan mental mereka tetap terjaga dengan baik. Melalui metode rekreatif, anak-anak diajak berpartisipasi dalam edukasi mitigasi bencana.

Kabid Pelayanan Markas PMI Jember, Elvana Kusdijanto, yang juga merupakan bagian dari tim PSS, menekankan pentingnya pendekatan ini. Sebanyak 28 anak mengikuti kegiatan kemanusiaan ini, mendapatkan pemahaman tentang mitigasi bencana secara menyenangkan.

Upaya Pemulihan Psikis Anak Melalui PSS

PMI Jember secara aktif menyelenggarakan program Psychosocial Support Service (PSS) untuk anak-anak korban bencana di Medan. Program ini dirancang khusus untuk membantu mereka mengatasi trauma dan kecemasan yang mungkin timbul akibat pengalaman bencana. Tim PSS berupaya keras mengembalikan keceriaan dan semangat anak-anak.

Elvana Kusdijanto, salah satu anggota tim PSS, menjelaskan bahwa kegiatan ini sangat krusial. Anak-anak diajak mengikuti berbagai aktivitas rekreatif ekspresif yang dikemas secara ringan agar mudah dipahami oleh anak-anak.

Tujuan utama dari metode bermain dan bercerita ini adalah melepaskan kecemasan anak-anak. Kecemasan tersebut seringkali muncul akibat dampak banjir yang melanda beberapa waktu lalu. PMI berharap anak-anak dapat kembali memiliki semangat untuk melanjutkan pendidikan mereka.

Edukasi Mitigasi Bencana untuk Ketangguhan Mental

Dalam program PSS, anak-anak tidak hanya diajak bermain, tetapi juga diberikan edukasi mitigasi bencana. Edukasi ini disampaikan dengan cara yang interaktif dan mudah dicerna. Anak-anak diajarkan mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi bencana.

Metode rekreatif yang digunakan bertujuan agar anak-anak tidak lagi merasa takut. Sebaliknya, mereka diharapkan menjadi lebih tanggap dan siap menghadapi situasi darurat. Ini adalah bagian penting dari upaya membangun ketangguhan mental sejak dini.

PMI Jember berkomitmen untuk memastikan anak-anak tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga tangguh secara mental. Dengan pemahaman yang baik tentang mitigasi, mereka dapat menghadapi potensi bencana di masa depan dengan lebih tenang. Edukasi ini menjadi bekal penting bagi masa depan mereka.

Layanan Kesehatan Terpadu untuk Warga Terdampak

Selain fokus pada pemulihan psikis anak, PMI Jember juga menyediakan layanan kesehatan gratis bagi warga dewasa. Layanan ini diberikan di sela-sela kegiatan PSS, menunjukkan pendekatan komprehensif dalam penanganan pascabencana. Tenaga medis profesional dan relawan KSR (Korps Sukarela) yang memiliki latar belakang medis terlibat langsung.

Layanan kesehatan ini sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit pascabencana. Beberapa penyakit yang sering muncul setelah banjir antara lain Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), diare, penyakit kulit, dan demam berdarah. Pencegahan dini menjadi prioritas utama.

Melalui kombinasi dukungan psikologis dan layanan kesehatan fisik, PMI Jember berupaya maksimal. Mereka ingin memastikan seluruh komunitas terdampak, baik anak-anak maupun dewasa, mendapatkan bantuan yang dibutuhkan. Ini adalah wujud nyata kepedulian kemanusiaan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi