Kodim Banjar Pantau Debit Air dan Potensi Longsor, Warga Diimbau Tetap Waspada

Kodim 1006/Banjar secara intensif memantau perkembangan debit air sungai dan potensi longsor di sejumlah wilayah Kabupaten Banjar akibat intensitas hujan lebat, mengimbau warga untuk siaga dan melakukan penanggulangan dini.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kodim Banjar Pantau Debit Air dan Potensi Longsor, Warga Diimbau Tetap Waspada
Kodim 1006/Banjar secara intensif memantau perkembangan debit air sungai dan potensi longsor di sejumlah wilayah Kabupaten Banjar akibat intensitas hujan lebat, mengimbau warga untuk siaga dan melakukan penanggulangan dini. (AntaraNews)

Kodim 1006/Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), secara intensif memantau perkembangan volume debit air di beberapa wilayah teritorialnya. Pemantauan ini dilakukan menyusul kondisi cuaca ekstrem dengan intensitas hujan lebat yang terus mengguyur, memicu peningkatan debit air sungai dan risiko bencana hidrometeorologi. Komando Distrik Militer (Kodim) Banjar mengambil langkah antisipatif untuk memastikan keselamatan warga di daerah rawan.

Peningkatan volume debit air ini menjadi perhatian serius karena berpotensi menyebabkan banjir di sejumlah desa. Dandim 1006/Banjar, Letkol Inf Bambang Prasetyo Prabujaya, menegaskan pentingnya kewaspadaan dini untuk mencegah dampak yang lebih buruk. "Untuk saat ini piket Koramil sedang memantau perkembangan situasi air menunjukkan semakin bertambah dan kondisi cuaca intensitas hujan yang tinggi," ucap Dandim 1006/Banjar.

Beberapa desa yang menjadi fokus utama pemantauan adalah Desa Belimbing Lama dan Desa Belimbing Baru, di mana debit air Sungai Riam Kiwa telah mengalami penambahan signifikan. Selain itu, laporan longsor juga diterima dari Desa Aranio dan Desa Gunung Ulin, menunjukkan kerentanan wilayah terhadap dampak cuaca ekstrem ini.

Letkol Inf Bambang Prasetyo Prabujaya menjelaskan bahwa penambahan volume debit air terjadi di Sungai Riam Kiwa, khususnya yang melintasi Desa Belimbing Lama dan Desa Belimbing Baru. Kondisi ini dipicu oleh hujan lebat yang mengguyur wilayah Paramasan dan Sungai Pinang, menyebabkan peningkatan aliran air secara drastis. Akibatnya, desa-desa seperti Rantah Nangka dan Sungai Pinang juga berpotensi terdampak.

Petugas piket Koramil di lapangan terus memantau perkembangan situasi air yang menunjukkan peningkatan signifikan. Intensitas hujan yang tinggi menjadi faktor utama di balik kenaikan debit air ini, sehingga memerlukan pengawasan ketat. Masyarakat di sekitar bantaran sungai diimbau untuk selalu waspada terhadap perubahan ketinggian air.

Meskipun situasi masih aman terkendali, peningkatan debit air ini tetap menjadi ancaman serius bagi permukiman warga. Oleh karena itu, Kodim Banjar terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan langkah-langkah mitigasi dapat segera diambil jika diperlukan. Kesiapsiagaan dini adalah kunci untuk menghadapi potensi bencana banjir.

Selain wilayah Belimbing, Letkol Inf Bambang Prasetyo juga mengimbau warga di Desa Pengaron, Mengkauk, Benteng, Sungai Raya, Simpang Empat, dan Mataraman untuk meningkatkan kewaspadaan. Wilayah-wilayah ini diperkirakan akan merasakan dampak dari penambahan debit air sungai. Potensi banjir dapat meluas ke daerah-daerah tersebut jika hujan terus berlanjut dengan intensitas tinggi.

Laporan dari Koramil 02/Pgn mengindikasikan bahwa air Sungai Riam Kiwa telah meluap melewati Sungai Pengaron. Debit air yang meluap bahkan sudah masuk ke jalan desa dengan ketinggian sekitar 5-10 cm. Meskipun demikian, warga di Desa Pengaron, Benteng, Mangkauk, dan Lok Tunggul masih bertahan di rumah masing-masing, sambil terus memantau kenaikan debit air dan mengamankan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi.

Dari hasil pantauan, situasi di daerah tersebut masih aman terkendali berkat kesigapan warga dan pantauan dari petugas. Namun, status siaga telah diberlakukan di beberapa titik, seperti Kelurahan Sungai Tiung, berdasarkan laporan dari Koramil 07/Bjb. Hal ini menunjukkan bahwa ancaman banjir tetap perlu diwaspadai secara serius oleh seluruh elemen masyarakat.

Di samping ancaman banjir, bencana longsor juga menjadi perhatian utama di Kabupaten Banjar. Berdasarkan laporan Koramil 05/KI, telah terjadi longsor di Desa Aranio yang menghambat akses jalan. Menanggapi hal ini, Kodim Banjar segera berkoordinasi dengan kepala desa setempat dan mengirimkan dua unit loder untuk mengatasi material longsoran.

Insiden longsor juga dilaporkan terjadi di Desa Gunung Ulin, tepatnya pada jalan yang menghubungkan Desa Gunung Ulin ke Desa Baru, berdasarkan laporan dari Koramil 04/Ast. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Perbaikan jalan sedang dikoordinasikan, meskipun kondisi hujan masih menjadi tantangan, dan Babinsa wilayah bersama warga setempat bahu-membahu membantu mengatasi jalan longsor tersebut.

Menyikapi berbagai potensi bencana ini, Letkol Inf Bambang Prasetyo Prabujaya telah memberikan perintah tegas kepada seluruh jajaran Koramil. Ia menekankan pentingnya melakukan pemantauan intensif di wilayah masing-masing, terutama mengingat intensitas hujan yang semakin tinggi. "Saya telah memberikan perintah kepada jajaran Koramil-Koramil agar melakukan pemantauan terhadap wilayahnya karena saat intensitas hujan semakin tinggi dan kemungkinan banjir bisa terjadi, jadi harus ada penanggulangan dan penanganan sejak dini sebelum terjadi," tegas Letkol Inf Bambang Prasetyo Prabujaya, menggarisbawahi urgensi tindakan preventif.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi