Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) mengusulkan agar kayu gelondongan yang terbawa banjir bandang di sejumlah wilayah Sumatra dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat, bukan dibuang percuma.
Menurut Jusuf Kalla, kayu gelondongan yang masuk ke kawasan permukiman warga akibat banjir memiliki nilai ekonomi tinggi jika dikelola dengan baik.
Ia menilai, pemerintah perlu mengedepankan manfaat langsung bagi masyarakat terdampak.
“Kayu itu barang berharga. Jadi yang masih bisa dipakai agar diberikan ke lingkungan masyarakat untuk dijadikan bahan perumahan atau bikin kerajinan kursi meja atau apa pun,” kata JK di Markas Palang Merah Indonesia (PMI), Jakarta Selatan, Senin (22/12).
Advertisement
Kayu Bisa Jadi Solusi Nyata
Jusuf Kalla menilai, pembuangan kayu secara sembarangan justru berpotensi menimbulkan persoalan baru, baik dari sisi ekonomi maupun sosial. Di tengah kebutuhan bahan bangunan dan peluang usaha bagi warga terdampak bencana, kayu tersebut dapat menjadi solusi nyata.
“Jadi kita berikan ke masyarakat, karena itu barang ilegal kan? Jangan pula nanti dibuang percuma karena itu sangat bernilai,” ujarnya.
Lebih lanjut, Jusuf Kalla menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam mengatur pendistribusian kayu gelondongan tersebut agar tidak menimbulkan konflik di tengah masyarakat.
“Masyarakat butuh kayu, ambillah. Tapi harus diatur pemda setempat, pemda yang atur,” kata Jusuf Kalla.
Ia berharap pengelolaan yang tertib dan terkoordinasi dapat memastikan pemanfaatan kayu berjalan tepat sasaran dan memberi manfaat maksimal bagi warga terdampak banjir bandang di Sumatra.
Reporter Magang: Ahmad Subayu