Dukung Asta Cita Prabowo, KemenPU Renovasi 1.411 Madrasah Hingga 2026

PU mempercepat revitalisasi dan renovasi madrasah melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Madrasah.

Merdeka.com
Oleh Merdeka.com - Reporter
Dukung Asta Cita Prabowo, KemenPU Renovasi 1.411 Madrasah Hingga 2026
Madrasah (Istimewa)

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Ditjen Prasarana Strategis mempercepat revitalisasi dan renovasi madrasah melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Madrasah sebagai upaya nyata meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan pendidikan yang layak, aman, dan berkualitas bagi seluruh anak bangsa, khususnya melalui perbaikan infrastruktur pendidikan keagamaan.

Berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025, Kementerian PU mendapat mandat untuk menangani sebanyak 2.120 madrasah di seluruh Indonesia. Setelah melalui proses survei teknis dan verifikasi lapangan, tercatat 1.411 madrasah negeri dan swasta memenuhi kriteria untuk dilakukan revitalisasi dan renovasi.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo menegaskan, bahwa pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Sehingga penyediaan infrastruktur pendidikan yang layak menjadi prioritas pemerintah.

"Revitalisasi madrasah bukan sekadar memperbaiki bangunan, tetapi menghadirkan ruang belajar yang aman, sehat, dan mampu menumbuhkan semangat belajar serta karakter generasi muda. Kementerian PU berkomitmen mendukung peningkatan akses pendidikan berkualitas bagi seluruh anak bangsa," ujar Menteri Dody di Jakarta, Jumat (19/12).

Penanganan PHTC Madrasah dilaksanakan melalui dua skema. Skema Single Year Contract (SYC) diterapkan pada 556 madrasah di 26 provinsi dengan masa pelaksanaan Juni–Desember 2025. Sementara itu, Skema Multi Years Contract (MYC) dilakukan pada 855 madrasah di 27 provinsi yang dimulai Oktober 2025 hingga Juli 2026.

Direktur Jenderal Prasarana Strategis, Bisma Staniarto memastikan, setiap pekerjaan renovasi dilakukan sesuai standar teknis dan kebutuhan riil di lapangan.

"Kami fokus pada peningkatan kualitas infrastruktur madrasah secara menyeluruh, mulai dari ruang kelas, ruang guru, mushalla, laboratorium, hingga fasilitas pendukung lainnya. Pengawasan lapangan dan pengendalian mutu kami perkuat agar hasil pembangunan benar-benar memberi manfaat jangka panjang," jelas Bisma.

Kondisi kerusakan madrasah yang ditangani dalam program ini bervariasi, mulai dari rusak ringan, sedang, hingga berat, mencakup ruang kelas, ruang guru, mushalla, laboratorium, lapangan, meubelair, serta sarana pendukung lainnya. Seluruh penanganan diarahkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Melalui sinergi antara Kementerian PU dan Kementerian Agama, Program PHTC Madrasah diharapkan mampu mempercepat pemenuhan standar mutu infrastruktur pendidikan, sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Kementerian PU optimistis, revitalisasi madrasah ini akan memberi dampak nyata bagi pemerataan pendidikan dan masa depan generasi muda di seluruh pelosok negeri.

Rekomendasi