Tim nasional kabaddi Indonesia berhasil mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih dua medali perak pada ajang SEA Games 2025 Thailand. Pencapaian ini diraih dari nomor standard style putra dan putri yang diselenggarakan di Rajamangala University of Technology Rattanakosin, Nakhon Pathon, Minggu. Ini menjadi awal menjanjikan bagi kontingen Indonesia.
Kedua tim kebanggaan Tanah Air tersebut harus mengakui keunggulan tim tuan rumah Thailand di laga final masing-masing. Meskipun demikian, perolehan dua medali perak ini menandai debut yang impresif bagi Indonesia dalam cabang olahraga kabaddi di tingkat regional.
Prestasi ini tidak hanya menunjukkan potensi atlet kabaddi Indonesia, tetapi juga menjadi motivasi besar. Diharapkan semangat juang ini dapat terus berkobar untuk nomor-nomor pertandingan selanjutnya di SEA Games 2025.
Advertisement
Advertisement
Tim putri kabaddi Indonesia menampilkan performa yang sangat kompetitif dan penuh semangat di laga final. Mereka menghadapi Thailand dengan gigih, bahkan sempat memimpin tipis pada babak pertama pertandingan. Skor 14-13 menjadi bukti perlawanan sengit yang diberikan oleh atlet-atlet putri Indonesia.
Namun, dominasi tim tuan rumah mulai terlihat di paruh kedua pertandingan. Kebangkitan Thailand tidak dapat dibendung sepenuhnya oleh Ni Komang Trisna Arkasari dan rekan-rekannya. Thailand berhasil membalikkan keadaan dengan mencetak 21 poin berbanding 17 poin di babak kedua.
Akhirnya, tim putri Indonesia harus puas dengan medali perak setelah dipaksa mengakui keunggulan Thailand dengan skor akhir 31-34. Meskipun belum meraih emas, pencapaian ini merupakan hasil yang membanggakan dan menunjukkan potensi besar tim kabaddi putri di SEA Games 2025.
Advertisement
Advertisement
Di sektor putra, tim kabaddi Indonesia menghadapi jadwal pertandingan yang cukup padat dan menguras tenaga. Mereka harus memainkan satu sisa pertandingan penyisihan yang krusial sebelum melaju ke final. Laga tersebut berhasil dimenangkan atas Malaysia dengan skor telak 49-24 pada Minggu siang.
Situasi ini sedikit banyak memengaruhi tingkat kebugaran para pemain Indonesia. Sementara tim Thailand sudah menuntaskan babak penyisihan dan memiliki waktu istirahat yang lebih panjang, tim putra Indonesia harus segera kembali berlaga.
Walhasil, I Made Suastika dan kawan-kawan harus berjuang keras meladeni Thailand dengan jeda hanya beberapa jam saja. Pada babak pertama, Indonesia tertinggal 12-14, menunjukkan betapa beratnya pertandingan tersebut.
Advertisement
Kondisi fisik yang terkuras semakin terasa di babak kedua, di mana tim putra Indonesia tertinggal jauh 11-17. Dengan kekalahan 23-31, medali perak menjadi hasil akhir yang patut diapresiasi bagi tim kabaddi putra Indonesia di SEA Games 2025.
Advertisement
Ajang SEA Games 2025 masih menyisakan kesempatan bagi kontingen Indonesia untuk menambah pundi-pundi medali. Cabang olahraga kabaddi akan kembali mempertandingkan empat nomor lagi. Nomor-nomor tersebut meliputi super five putra, super five putri, three stars putra, dan three stars putri.
Rangkaian pertandingan penyisihan untuk nomor super five putra-putri dijadwalkan akan dimulai pada Senin (15/12). Ini memberikan harapan baru bagi Indonesia untuk meraih lebih banyak prestasi di SEA Games 2025.
Tim putra Indonesia akan menghadapi lawan-lawan tangguh seperti Timor Leste dan Myanmar dalam pertandingan mendatang. Sementara itu, sektor putri akan menunjukkan kemampuan terbaiknya saat melawan Malaysia dan Timor Leste. Semangat juang tinggi diharapkan dapat membawa hasil terbaik.
Advertisement
Sumber: AntaraNews