Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memastikan pemerintah akan memberikan bantuan kepada petani di Aceh yang terdampak banjir. Kunjungan dilakukan di Bireuen untuk melihat langsung kondisi lahan pertanian yang rusak parah. Pemerintah berkomitmen penuh untuk memulihkan produktivitas pertanian di wilayah tersebut.
Pernyataan ini disampaikan saat Zulkifli Hasan meninjau kerusakan akibat banjir di Desa Cot Ara, Kecamatan Kuta Blang, Bireuen, Aceh, pada Minggu. Banjir yang melanda pada 26 November lalu menyebabkan kerugian besar bagi para petani. Dialog langsung dengan warga dan petani dilakukan untuk memahami kebutuhan mereka.
Sebanyak 530 hektare lahan pertanian di Desa Cot Ara dilaporkan rusak total dan tidak bisa lagi digarap. Lumpur tebal menutupi sawah dan infrastruktur irigasi juga ikut hanyut terbawa arus. Kondisi ini memerlukan intervensi cepat dari pemerintah pusat untuk membantu pemulihan.
Advertisement
Advertisement
Kerusakan Parah Lahan Pertanian Akibat Banjir Aceh
Banjir yang melanda Aceh pada akhir November lalu meninggalkan dampak serius pada sektor pertanian. Ribuan hektare sawah terendam dan tertutup lumpur, membuat petani kesulitan untuk memulai kembali aktivitas bercocok tanam. Kerusakan ini mengancam mata pencarian ribuan keluarga petani di wilayah tersebut.
Di Desa Cot Ara, Bireuen, misalnya, kerusakan mencapai 530 hektare lahan pertanian yang tidak dapat lagi diolah. Seorang petani lokal, Amirullah, menggambarkan kondisi yang memprihatinkan. "Ini dulunya semua sawah, tapi sekarang hancur total, dengan air banjir mencapai dua meter," ujarnya.
Selain lahan sawah, infrastruktur pertanian vital seperti sistem irigasi juga rusak parah. Kondisi ini memperparah tantangan yang dihadapi petani untuk memulihkan lahan mereka. Pemerintah perlu segera bertindak untuk memperbaiki fasilitas-fasilitas ini pascabencana Banjir Aceh.
Advertisement
Advertisement
Komitmen Pemerintah Pusat untuk Pemulihan Pertanian
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk membantu petani yang terdampak bencana. Kehadiran pemerintah di tengah kesulitan petani merupakan prioritas. Bantuan akan disalurkan untuk memastikan petani dapat kembali produktif.
Komitmen ini sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto yang menekankan perbaikan infrastruktur pertanian pascabencana. Presiden menyoroti pentingnya pemulihan sektor pertanian sebagai prioritas utama pemerintah. Langkah-langkah konkret sedang disiapkan untuk merealisasikan instruksi tersebut.
Sebelumnya, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono juga menyatakan bahwa kementerian telah bergerak untuk memulihkan lahan pertanian yang terkena banjir. Tidak hanya di Aceh, upaya serupa juga dilakukan di Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Ini menunjukkan respons cepat dari pemerintah.
Advertisement
Advertisement
Beragam Bantuan dan Program Rehabilitasi untuk Petani
Pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah tanggap darurat dan program rehabilitasi bagi petani. Tujuannya adalah agar petani dapat segera melanjutkan produksi pertanian mereka. Bantuan ini dirancang untuk mempercepat proses pemulihan ekonomi petani terdampak Banjir Aceh.
"Mereka harus menerima bantuan yang layak, lahan mereka digarap kembali, menanam dan memanen tanaman, serta melanjutkan mata pencarian mereka," kata Sudaryono. Bantuan yang dimobilisasi mencakup benih, alat mesin pertanian, hingga kredit usaha rakyat (KUR). Ini adalah upaya komprehensif untuk mendukung petani.
Bantuan tersebut tidak hanya terbatas pada komoditas padi, tetapi juga mencakup tanaman jagung dan komoditas peternakan. Para pejabat Kementerian Pertanian juga telah dikerahkan ke lapangan. Mereka bertugas memastikan bantuan dan program rehabilitasi berjalan optimal di daerah terdampak.
Advertisement
Sumber: AntaraNews