Way Kambas Sambut Kehadiran Bayi Gajah, Harapan Baru Pelestarian Gajah Sumatra

Kepala Balai TNWK, Mhd Zaidi, mengungkapkan bahwa bayi gajah tersebut berjenis kelamin betina.

Yosephin Suci Wulandari
Way Kambas Sambut Kehadiran Bayi Gajah, Harapan Baru Pelestarian Gajah Sumatra
Way Kambas Sambut Kehadiran Bayi Gajah, Harapan Baru Pelestarian Gajah Sumatra (Yosephin Suci Wulandari)

Kabar bahagia datang dari Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Seekor bayi gajah baru saja lahir dari induknya, Yulia, yang berusia 12 tahun, menambah daftar penghuni taman nasional yang ikonik ini.

Kepala Balai TNWK, Mhd Zaidi, mengungkapkan bahwa bayi gajah tersebut berjenis kelamin betina.

"Lahir di tengah sunyinya malam pada Kamis 4 Desember 2025, pukul 23.25 WIB, lahirlah sebuah anugerah seekor anak gajah betina, anak pertama dari induk Yulia," katanya Senin (8/12).

Menambah jumlah

Kelahiran ini menambah jumlah anggota keluarga gajah di Way Kambas, yang sebelumnya sudah diisi oleh Yongki, Nisa, dan Jermey.

"Alhamdulillah, Yulia dan anaknya dalam keadaan sehat. Sang bayi bahkan telah berdiri dan melangkah pada 02.05 WIB, seolah tak sabar menyambut dunia. Hingga pagi ini Tanggal 06 Desember 2025, pukul 07.49 WIB, ia masih belajar menyusu, sesekali dibantu TIM Dokter hewan dan Mahout," jelas Zaidi.

Bayi gajah ini belum memiliki nama resmi. Pihak TNWK masih menunggu arahan dari Kementerian Kehutanan terkait penamaan.

"Untuk nama masih belum ada, nunggu nama arahan dari kementerian kehutanan," tambah Zaidi.

Bayi gajah

Zaidi juga menyebutkan bahwa bayi gajah tersebut lahir dengan berat sekitar 64 kilogram.

"Semoga ia tumbuh kuat, bijaksana, dan kelak menjadi simbol baru perjuangan dalam melestarikan gajah Sumatera yang hampir punah serta melanjutkan warisan para penjaga hutan yang datang sebelum dirinya," ujarnya.

Menjaga kawasan hutan lindung

Ia mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kawasan hutan lindung, baik di Way Kambas maupun wilayah lainnya, agar seluruh satwa tetap terlindungi dari ancaman kepunahan.

"Dan semoga kita semua terus menjaga kawasan hutan Way Kambas agar menjadi rumah ternyaman bagi penghuninya. Karena setiap kelahiran baru hanyalah awal, sementara masa depan mereka ada dalam tangan kita bersama. Semoga anak cucu kita dapat masih dapat melihat hewan yang masuk dalam kepunahan," katanya. 

Rekomendasi