Kodam I/BB Sukses Buka Akses Longsor Tarutung-Sibolga Sepanjang 42 KM, Distribusi Bantuan Lancar

Kodam I/BB berhasil membuka kembali akses jalan Tarutung-Sibolga sepanjang 42 kilometer yang tertutup longsor, mempercepat distribusi bantuan dan evakuasi korban.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kodam I/BB Sukses Buka Akses Longsor Tarutung-Sibolga Sepanjang 42 KM, Distribusi Bantuan Lancar
Kodam I/BB berhasil membuka kembali akses jalan Tarutung-Sibolga sepanjang 42 kilometer yang tertutup longsor, mempercepat distribusi bantuan dan evakuasi di Tapanuli Utara. (AntaraNews)

Kodam I/Bukit Barisan (BB) bersama berbagai instansi terkait berhasil menuntaskan pembukaan akses jalan Tarutung-Simpang Rampah menuju Kota Sibolga, Sumatera Utara. Jalur vital sepanjang 42 kilometer ini sebelumnya lumpuh total akibat tertutup material tanah longsor yang parah. Upaya cepat ini menjadi krusial untuk memulihkan konektivitas di wilayah terdampak, sekaligus mempercepat penanganan pascabencana.

Operasi pembersihan material longsor ini melibatkan sinergi antara Satgas Yonzipur 1/DD Kodam I/BB, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), serta Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sumut. Mereka mengerahkan sepuluh unit alat berat untuk mempercepat proses pembersihan di sejumlah titik krusial. Fokus utama dari kegiatan ini adalah memastikan kelancaran distribusi bantuan kemanusiaan dan proses evakuasi yang efektif.

Kasdam I/BB Brigjen TNI Deki Santoso Pattinaya menyatakan bahwa tim telah sukses menuntaskan pembersihan di sebelas titik longsor dan membuka akses jalan yang tertimbun. Keberhasilan ini dicapai dalam sepuluh hari terakhir, menunjukkan komitmen kuat seluruh pihak dalam menghadapi bencana alam. Pembukaan akses jalan ini diharapkan dapat segera mengembalikan aktivitas normal masyarakat serta mendukung pemulihan ekonomi lokal.

Sinergi Kodam I/BB dan Instansi Lain dalam Pembukaan Akses Jalan

Upaya pembukaan akses jalan Tarutung-Sibolga yang tertutup longsor merupakan hasil kerja keras dan sinergi berbagai pihak yang tidak kenal lelah. Satgas Yonzipur 1/DD Kodam I/BB menjadi ujung tombak dalam operasi ini, didukung penuh oleh BBPJN, BBWS, dan Dinas PU Sumut yang menyediakan peralatan dan keahlian teknis. Kolaborasi ini memastikan pengerahan sumber daya yang optimal, termasuk penggunaan sepuluh unit alat berat modern.

Brigjen TNI Deki Santoso Pattinaya menjelaskan bahwa tim berhasil menuntaskan pembersihan di 11 titik longsor yang tersebar di sepanjang ruas jalan yang terdampak. Selain itu, akses sepanjang dua kilometer yang sebelumnya tertimbun tanah longsor juga telah berhasil dibuka, memungkinkan kendaraan kembali melintas. "Kegiatan itu dilakukan bersama Satgas Yonzipur 1/DD Kodam I/BB bersama BBPJN, BBWS, dan Dinas PU Sumut mengerahkan 10 unit alat berat untuk pembersihan material," ujar Kasdam I/BB di Tapanuli Utara, menegaskan skala operasi yang dilakukan.

Secara keseluruhan, dalam kurun waktu sepuluh hari terakhir, petugas telah berhasil membuka 42 kilometer ruas jalan yang sebelumnya tidak dapat diakses. Keberhasilan ini kini telah mencapai perbatasan Tapanuli Utara dan Tapanuli Tengah, menandai kemajuan signifikan. Sinergisitas antar instansi ini akan terus berlanjut hingga seluruh jalur kembali tersambung penuh dan dapat dilalui dengan aman oleh masyarakat, demi kelancaran mobilitas dan perekonomian daerah.

Prioritas Distribusi Bantuan dan Evakuasi Kemanusiaan

Pembukaan ruas jalan Tarutung-Sibolga menjadi prioritas utama karena memiliki dampak langsung terhadap percepatan distribusi bantuan kemanusiaan dan logistik. Setiap ruas jalan yang terbuka sangat vital untuk menyalurkan kebutuhan pokok, obat-obatan, dan perlengkapan darurat kepada warga terdampak yang terisolasi. "Pembukaan ruas jalan itu sebagai percepatan pembukaan akses jalan menjadi prioritas utama karena setiap ruas yang terbuka mempercepat distribusi bantuan," kata Deki, menyoroti urgensi tindakan ini.

Selain fokus pada pembukaan akses, Satgas juga aktif dalam operasi evakuasi kemanusiaan di wilayah bencana yang terdampak parah. Dalam upaya pencarian dan penyelamatan, sebanyak 13 jenazah berhasil ditemukan di dua lokasi berbeda di Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli Utara. Proses evakuasi ini menunjukkan kompleksitas dan urgensi penanganan dampak longsor yang terjadi, serta dedikasi tim di lapangan.

Tidak hanya itu, tim juga mengoperasikan mobil Reverse Osmosis (RO) untuk menyediakan pasokan air bersih yang vital bagi masyarakat di daerah terdampak. Bantuan medis dan logistik berupa makanan serta kebutuhan dasar lainnya juga terus disalurkan kepada warga yang sakit dan mereka yang terdampak langsung bencana alam. Seluruh upaya ini merupakan bagian dari komitmen untuk meringankan beban masyarakat dan mempercepat pemulihan pascabencana di Sumatera Utara.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi