Update Korban Banjir dan Longsor di Sumut: 312 Jiwa Meninggal, 163 Orang Hilang

Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi wilayah dengan korban meninggal dunia terbanyak di Sumut, yaitu 88 orang.

Uga Andriansyah
Oleh Uga Andriansyah - Reporter
Update Korban Banjir dan Longsor di Sumut: 312 Jiwa Meninggal, 163 Orang Hilang
Update Korban Banjir dan Longsor di Sumut: 312 Jiwa Meninggal, 163 Orang Hilang (Merdeka.com)

Angka kematian akibat bencana hidrometeorologi di 17 kabupaten/kota Sumut belum menunjukkan tanda-tanda berhenti. Berdasarkan data terbaru dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Provinsi Sumut, korban meninggal dunia telah mencapai 312 orang hingga pukul 08.00 WIB, Jumat (5/12).

"Korban meninggal dunia 312 orang hingga pagi ini," kata Kabid Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Sumut, Porman Mahulae.

Sementara itu, 163 orang masih hilang usai bencana hidrometeorologi menerjang 17 kabupaten/kota di Sumut sejak 21 hingga 28 November 2025. 

"Korban hilang 163 jiwa dan luka-luka 651 orang," ungkap Porman.

Korban Paling Banyak di Kabupaten Tapanuli

Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi wilayah dengan korban meninggal dunia terbanyak di Sumut, yaitu 88 orang.

Selanjutnya, Tapanuli Selatan 84 orang. Kemudian, Sibolga 53 orang, Tapanuli Utara 34 orang, Deli Serdang 17 orang, Langkat 11 orang, Humbang Hasundutan 9 orang, Pakpak Bharat 2 orang, Nias 1 orang, dan Padang Sidempuan 1 orang.

Bukan hanya itu, Pusdalops PB Sumut juga mengungkapkan terdapat 13.511 kepala keluarga atau 51.433 orang yang masih mengungsi hingga saat ini.

Rekomendasi