Banda Aceh, 01 Desember – Pemerintah Aceh secara resmi meminta dukungan penuh dari pemerintah pusat untuk mempercepat penanganan darurat bencana banjir dan longsor. Bencana hidrometeorologi ini telah melanda sejumlah wilayah di Aceh, menyebabkan dampak serius bagi masyarakat.
Permintaan ini mencakup berbagai aspek krusial, mulai dari evakuasi warga yang masih terisolir hingga pembukaan kembali konektivitas jalur transportasi yang terputus. Selain itu, pasokan logistik darurat juga menjadi prioritas utama untuk memenuhi kebutuhan dasar para korban.
Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir, menegaskan bahwa bantuan cepat dari pusat sangat dibutuhkan untuk menghindari memburuknya kondisi warga terdampak. Terutama di daerah-daerah yang hingga kini masih sulit dijangkau oleh tim penanganan bencana.
Advertisement
Advertisement
Dalam rapat virtual bersama Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Kementerian Sosial (Kemensos), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), serta Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Sekda M Nasir memaparkan tiga fokus utama penanganan. Intervensi dari pemerintah pusat sangat diharapkan untuk mengatasi situasi darurat ini. Penanganan bencana Aceh memerlukan koordinasi yang kuat antara pemerintah daerah dan pusat.
Prioritas pertama adalah evakuasi warga yang masih terisolasi di beberapa titik, khususnya di Kabupaten Aceh Utara, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang. M Nasir menyatakan, "Kita sangat membutuhkan tambahan perahu karet untuk menjangkau lokasi yang sama sekali tidak dapat diakses." Ketersediaan perahu karet akan sangat membantu dalam upaya penyelamatan jiwa.
Fokus kedua adalah penambahan logistik darurat, terutama beras dan kebutuhan pokok lainnya yang dapat segera didistribusikan. Beberapa wilayah telah melaporkan stok kebutuhan menipis, sementara akses darat masih terputus total. Penanganan bencana Aceh tidak akan efektif tanpa pasokan logistik yang memadai untuk masyarakat.
Advertisement
Ketiga, pemerintah pusat diharapkan segera membantu pembukaan konektivitas, mengingat sejumlah jembatan dilaporkan putus total akibat banjir dan longsor. Pemerintah Aceh meminta Kementerian PU untuk membangun infrastruktur darurat. Ini bertujuan memastikan jalur mobilisasi bantuan dapat dibuka kembali secepatnya.
Advertisement
Selain kebutuhan dasar di daerah dataran rendah, M Nasir juga menyoroti kebutuhan transportasi udara berskala besar untuk mengirimkan bantuan ke daerah-daerah terisolasi di dataran tinggi Aceh. Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah menjadi fokus utama dalam distribusi logistik ini. Kondisi geografis yang sulit membuat jalur darat menjadi tidak memungkinkan.
Menurut M Nasir, "Kami butuh Hercules untuk mendistribusikan sedikitnya 500 ton logistik ke Aceh Tengah dan Bener Meriah. Stok kebutuhan masyarakat di sana hanya cukup untuk dua hari lagi." Pernyataan ini menunjukkan urgensi pengiriman bantuan melalui jalur udara untuk Penanganan Bencana Aceh.
Ketersediaan pesawat angkut berat seperti Hercules sangat vital untuk menjangkau wilayah-wilayah yang terputus total. Tanpa bantuan transportasi udara, ribuan warga di daerah pegunungan berisiko tinggi mengalami krisis pangan dan kebutuhan dasar lainnya. Hal ini menjadi bagian penting dari strategi penanganan bencana Aceh secara menyeluruh.
Advertisement
Advertisement
Berdasarkan data sementara dari Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh, bencana hidrometeorologi ini telah memberikan dampak yang masif. Sejak pekan lalu, 18 kabupaten/kota di Aceh terdampak parah. Data ini menunjukkan skala besar dari Penanganan Bencana Aceh yang harus dihadapi.
Total 955.322 jiwa atau 214.940 Kepala Keluarga (KK) dilaporkan terdampak, dengan 478.847 jiwa di antaranya terpaksa mengungsi. Angka ini mencerminkan krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung dan membutuhkan perhatian serius dari semua pihak.
Selain itu, data korban juga menunjukkan angka yang mengkhawatirkan: 1.435 orang mengalami luka ringan, 403 orang luka berat, dan 156 orang meninggal dunia. Sebanyak 181 orang lainnya masih dinyatakan hilang, menambah daftar panjang dampak tragis dari bencana ini. Upaya pencarian dan penyelamatan terus dilakukan di tengah berbagai keterbatasan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews