Pencarian Prajurit TNI Hilang Akibat Banjir Bandang di Sumbar Terus Diintensifkan

Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol terus mengintensifkan pencarian seorang prajurit TNI hilang banjir bandang di Sumatera Barat. Peristiwa ini menewaskan dua prajurit lain saat bertugas kemanusiaan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pencarian Prajurit TNI Hilang Akibat Banjir Bandang di Sumbar Terus Diintensifkan
Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol terus mengintensifkan pencarian seorang prajurit TNI hilang banjir bandang di Sumatera Barat. Peristiwa ini menewaskan dua prajurit lain saat bertugas kemanusiaan. (AntaraNews)

Komando Daerah Militer (Kodam) XX/Tuanku Imam Bonjol terus mengintensifkan pencarian seorang prajurit TNI yang hilang. Prajurit tersebut terseret banjir bandang di perbatasan Kota Padang Panjang dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Peristiwa nahas ini terjadi pada Kamis (27/11) saat mereka menjalankan misi kemanusiaan yang berisiko tinggi.

Letnan Kolonel Kav Taufiq, Kepala Penerangan Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, menyatakan duka mendalam. Ia menyampaikan bahwa beberapa prajurit menjadi korban saat membantu pengaturan lalu lintas dan evakuasi warga. Dua dari tiga prajurit yang hilang kontak telah ditemukan, namun Pelda Yudi Gusnadi masih dalam pencarian.

Ketiga prajurit ini awalnya dinyatakan hilang kontak pada Kamis (27/11) sore. Mereka bertugas membantu evakuasi masyarakat terdampak longsor di Jembatan Kembar Silaiang Bawah, Padang Panjang. Misi kemanusiaan ini berubah menjadi tragedi akibat sapuan banjir bandang yang datang secara tiba-tiba dan sangat kuat.

Kronologi dan Upaya Pencarian Korban

Insiden ini bermula ketika tiga prajurit TNI sedang bertugas di lokasi bencana alam tersebut. Mereka membantu mengatur arus lalu lintas yang macet dan mengevakuasi warga terdampak longsor. Salah seorang prajurit diketahui sempat mendengar adanya bunyi keras dari arah perbukitan. Ia lalu memberitahukan kepada warga untuk segera mengevakuasi diri.

Namun, ketiganya ikut terseret oleh sapuan banjir bandang yang datang secara mendadak dan tak terduga. Sehari setelah kejadian, pada Jumat (28/11) sekitar pukul 14.05 WIB, tim SAR gabungan berhasil menemukan satu jenazah. Korban pertama yang ditemukan adalah Prada Zeni Marpaung, anggota Subdenpom XX/5 Padang Panjang.

Jenazah Prada Zeni Marpaung ditemukan di sekitar aliran Sungai Batang Anai, tepatnya di wilayah Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman. Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Polda Sumbar segera bekerja. Mereka memastikan identitas korban setelah penemuan tersebut untuk proses lebih lanjut.

Hingga saat ini, upaya pencarian terhadap Pelda Yudi Gusnadi, prajurit TNI hilang banjir bandang, terus dilakukan secara intensif oleh tim SAR gabungan. Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol mengerahkan seluruh sumber daya yang ada. Mereka berharap dapat segera menemukan prajurit yang masih hilang tersebut dalam kondisi apapun.

Penghormatan dan Dedikasi Prajurit

Kepala Penerangan Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, Letnan Kolonel Kav Taufiq, menyampaikan apresiasi tinggi. Ia mengatakan Panglima TNI dan keluarga besar Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol memberikan penghormatan setinggi-tingginya. Penghormatan ini diberikan atas pengabdian dan dedikasi para prajurit yang gugur dalam menjalankan misi kemanusiaan.

Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, juga menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa ini. Ia mengapresiasi semangat para prajurit yang berkorban demi keselamatan masyarakat. "Kita turut berduka cita apalagi semangat prajurit ini membantu masyarakat saat bencana," kata Hendri Arnis, menyoroti pengorbanan yang dilakukan.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan risiko tinggi yang kerap dihadapi oleh prajurit TNI. Mereka seringkali berada di garis depan saat bencana alam melanda suatu wilayah. Dedikasi mereka dalam membantu warga yang terdampak bencana patut diacungi jempol dan menjadi teladan bagi semua.

Misi kemanusiaan yang dijalankan oleh para prajurit ini menunjukkan komitmen kuat TNI. Mereka siap sedia untuk melindungi dan membantu masyarakat dalam situasi darurat. Pengorbanan para prajurit yang terseret banjir bandang ini menjadi bukti nyata kesetiaan mereka kepada bangsa dan negara.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi