Tim Natal Nasional telah bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada para pengungsi korban banjir di Kota Medan, Sumatera Utara. Aksi ini merupakan respons langsung terhadap instruksi yang diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk membantu masyarakat terdampak bencana.
Salah satu lokasi utama penyaluran bantuan adalah pos pengungsian yang didirikan di Masjid Mustaqim, Kota Medan. Masjid ini menjadi tempat berlindung bagi korban banjir dari berbagai latar belakang agama, menunjukkan semangat solidaritas kemanusiaan.
Distribusi bantuan ini tidak hanya terbatas di Masjid Mustaqim, tetapi juga menjangkau beberapa titik lain pada Jumat (28/11). Upaya ini bertujuan memastikan bantuan dapat diterima oleh seluruh masyarakat yang membutuhkan di tengah kondisi darurat bencana.
Advertisement
Advertisement
Inklusivitas Penyaluran Bantuan untuk Korban Banjir Medan
Meilina Siregar, anggota Tim Panitia Natal Nasional, menegaskan bahwa bantuan disalurkan secara inklusif di Masjid Mustaqim. "Tidak hanya yang beragama Islam, ada juga masyarakat yang bukan beragama Islam ikut mengungsi di pengungsian Masjid Mustaqim,” ujarnya.
Total 100 paket sembako telah didistribusikan di Masjid Mustaqim pada Jumat (28/11). Paket ini berisi kebutuhan pokok seperti beras lima kilogram, minyak satu liter, dan gula satu kilogram.
Selain itu, setiap paket sembako juga mencakup ikan kemasan satu kaleng, susu satu kaleng, teh satu kotak, kopi satu bungkus, dan mi instan lima bungkus. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para pengungsi banjir Medan.
Advertisement
Secara keseluruhan, Tim Natal Nasional telah menyalurkan 1.100 paket bantuan sembako dan dukungan dapur umum. Penyaluran ini menjangkau berbagai pos pengungsian di Medan, termasuk PMKRI, PKM GMKI, Panti Asuhan Universal, BPBD Sumatera Utara, dan Pondok Pesantren Hidayatullah.
Advertisement
Dampak Parah Banjir dan Respons Cepat di Sumatera Utara
Banjir besar mulai melanda Kota Medan sejak Rabu (26/11), menyebabkan kerusakan signifikan di berbagai wilayah. Bencana hidrometeorologi ini menimbulkan dampak luas bagi ribuan keluarga di ibu kota provinsi Sumatera Utara.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Medan mencatat bahwa sebanyak 7.402 rumah di 19 kecamatan terdampak banjir. Data ini menunjukkan skala kerusakan yang membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak terkait.
Hingga Kamis (27/11), bencana hidrometeorologi ini telah merenggut 47 nyawa di 13 daerah tingkat kabupaten/kota di Sumatera Utara. Angka ini menggarisbawahi urgensi bantuan kemanusiaan dan upaya mitigasi bencana yang berkelanjutan.
Advertisement
Respons cepat dari Tim Natal Nasional dalam mendistribusikan bantuan pengungsi banjir Medan menjadi krusial. Upaya kolaboratif ini menunjukkan komitmen untuk membantu masyarakat yang sedang menghadapi masa-masa sulit akibat bencana alam.
Sumber: AntaraNews