Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, secara tegas mengimbau seluruh pemerintah kabupaten dan kota di wilayahnya untuk mempersiapkan perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 dengan semarak. Ajakan ini disampaikan dalam upaya menciptakan suasana meriah di seluruh pelosok daerah, khususnya di ruang-ruang publik dan jalan protokol. Penekanan khusus diberikan kepada Kota Manado agar tampil maksimal dalam menyambut momen penting ini.
Harapan besar Gubernur Yulius ini bertujuan untuk menjadikan Sulawesi Utara sebagai barometer perayaan hari besar nasional dan toleransi antarumat beragama. Oleh karena itu, persiapan yang matang menjadi kunci utama untuk memastikan kemeriahan perayaan. Kesiapan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari dekorasi hingga penyelenggaraan acara yang dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat.
Imbauan ini disampaikan dalam sebuah rapat koordinasi dan evaluasi di Manado, Jumat, di mana Gubernur Yulius juga mengumumkan rencana safari Natal ke berbagai kabupaten dan kota. Kegiatan ini akan melibatkan pemerintah provinsi dan jajaran terkait, menunjukkan komitmen penuh dalam menyemarakkan perayaan akhir tahun. Safari Natal ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi dan memastikan kesiapan setiap daerah.
Advertisement
Advertisement
Manado Ditargetkan Tampil Maksimal dalam Perayaan
Gubernur Yulius Selvanus memberikan apresiasi serta meminta Pemerintah Kota Manado untuk tampil maksimal dalam menyambut Natal dan Tahun Baru. Penekanan ini bukan tanpa alasan, mengingat Manado diharapkan menjadi pusat kemeriahan yang tidak kalah dari kota-kota besar lainnya di Indonesia. Jalan protokol dan ruang publik di ibu kota provinsi ini harus dihias sedemikian rupa untuk menggambarkan suasana kegembiraan Natal.
Visi Gubernur adalah menjadikan Manado sebagai contoh perayaan yang meriah dan inklusif, mencerminkan kerukunan yang telah lama terjalin di Sulawesi Utara. Persiapan yang matang dari Pemerintah Kota Manado akan menjadi tolok ukur keberhasilan perayaan di seluruh provinsi. Hal ini juga sejalan dengan predikat Sulawesi Utara sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi beragama.
Pemerintah daerah diharapkan dapat berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menciptakan dekorasi dan acara yang menarik. Keterlibatan masyarakat juga menjadi faktor penting untuk menyukseskan perayaan ini. Dengan demikian, suasana Natal dan Tahun Baru dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Safari Natal Gubernur Pererat Silaturahmi dan Kesiapan Daerah
Dalam rangka memastikan kesiapan dan menyemarakkan perayaan, Gubernur Yulius akan memimpin safari Natal ke sejumlah kabupaten dan kota, termasuk wilayah kepulauan. Safari ini dijadwalkan akan dimulai pada tanggal 8 Desember 2025, menandai dimulainya rangkaian perayaan akhir tahun. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi pemerintah provinsi untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat di berbagai daerah.
Rute safari Natal ini mencakup beberapa lokasi strategis, antara lain Kabupaten Kepulauan Talaud, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kota Manado, Kabupaten Bolaang Mongondow, dan Kota Kotamobagu. Selanjutnya, rombongan akan melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Kepulauan Sitaro menggunakan transportasi laut. "Safari Natal tersebut akan dilaksanakan di Kabupaten Kepulauan Talaud, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kota Manado, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kota Kotamobagu, dan berlanjut ke Kabupaten Kepulauan Sitaro menggunakan perjalanan laut," ujar Gubernur Yulius.
Gubernur juga menekankan pentingnya kesiapan setiap lokasi yang akan dikunjungi, termasuk ketersediaan listrik dan fasilitas pendukung lainnya. Kesiapan infrastruktur ini menjadi krusial untuk menjamin kelancaran kunjungan dan kenyamanan selama kegiatan berlangsung. "Sulawesi Utara adalah barometer toleransi dan perayaan hari besar nasional, sehingga perayaan Natal dan Tahun Baru harus disiapkan dengan baik," tegasnya, menyoroti pentingnya setiap detail dalam perayaan ini.
Advertisement
Advertisement
Sulawesi Utara sebagai Barometer Toleransi
Predikat Sulawesi Utara sebagai barometer toleransi dan perayaan hari besar nasional menjadi landasan utama bagi Gubernur Yulius dalam menggalang partisipasi aktif. Keberagaman yang harmonis di provinsi ini harus tercermin dalam setiap perayaan, termasuk Natal dan Tahun Baru. Oleh karena itu, perayaan ini tidak hanya sekadar agenda rutin, melainkan juga simbol persatuan dan kerukunan.
Pemerintah daerah diimbau untuk tidak hanya fokus pada aspek kemeriahan visual, tetapi juga pada nilai-nilai kebersamaan dan toleransi. Kegiatan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat diharapkan dapat memperkuat ikatan sosial. Dengan demikian, perayaan akhir tahun menjadi momentum untuk mengukuhkan identitas Sulawesi Utara sebagai daerah yang menjunjung tinggi perbedaan.
Kesiapan yang menyeluruh dari setiap kabupaten dan kota akan mendukung citra positif Sulawesi Utara di mata nasional maupun internasional. Perayaan yang tertata rapi dan meriah akan menunjukkan kemampuan daerah dalam mengelola keragaman dengan baik. Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan kepada publik bahwa semangat kebersamaan selalu hadir di Sulawesi Utara.
Advertisement
Sumber: AntaraNews