VP Gibran Disambut Presiden Ramaphosa di KTT G20 Afrika Selatan: Bahas Ekonomi hingga AI

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka disambut Presiden Ramaphosa di KTT G20 Johannesburg, menegaskan peran aktif Indonesia dalam isu global, termasuk ekonomi berkelanjutan dan tata kelola AI.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
VP Gibran Disambut Presiden Ramaphosa di KTT G20 Afrika Selatan: Bahas Ekonomi hingga AI
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menghadiri KTT G20 di Johannesburg, Afrika Selatan, disambut langsung Presiden Ramaphosa, dan siap sampaikan pidato perdana. (AntaraNews)

Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, menerima sambutan personal dari Presiden Afrika Selatan, Matamela Cyril Ramaphosa, setibanya di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. Momen penting ini terjadi di Johannesburg, Afrika Selatan, pada Sabtu pagi waktu setempat, menandai kehadiran aktif Indonesia di forum global tersebut. Kehadiran Gibran di G20 Afrika Selatan menunjukkan komitmen Indonesia dalam membahas isu-isu krusial.

Berdasarkan pengamatan ANTARA, Wakil Presiden Gibran tiba di Johannesburg Expo Center sekitar pukul 09.38 waktu setempat. Ia mengenakan setelan jas berwarna biru gelap, dasi biru muda, dan peci hitam, mencerminkan identitas nasional di kancah internasional. Kedatangannya langsung menarik perhatian para pemimpin dunia yang hadir di sana.

Setelah disambut dengan jabat tangan oleh Presiden Ramaphosa, kedua pemimpin sempat berbincang singkat sebelum berfoto bersama, menunjukkan keakraban antarnegara. Selanjutnya, Gibran bergabung dengan para pemimpin dunia lainnya di auditorium utama untuk memulai rangkaian sesi KTT. Ia dijadwalkan menyampaikan pidato dalam tiga sesi penting, membahas berbagai isu global.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga akan memainkan peran kunci dengan menyampaikan pidato dalam tiga sesi berbeda. Ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk berkontribusi aktif dalam diskusi dan mencari solusi atas tantangan global. Keikutsertaan Gibran di G20 Afrika Selatan menjadi sorotan utama.

Pada sesi pertama, Gibran dijadwalkan menjadi pembicara ke-13 setelah Perdana Menteri India Narendra Modi. Sesi ini akan berfokus pada ekonomi berkelanjutan, peran perdagangan dan keuangan dalam pembangunan, serta isu utang negara-negara berkembang. Indonesia akan menyuarakan pandangannya mengenai pentingnya pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan bertanggung jawab.

Selanjutnya, pada sesi kedua, pembahasan akan bergeser ke pembangunan dunia yang tangguh. Para pemimpin dunia akan bertukar pandangan mengenai isu-isu penting seperti penanggulangan bencana, perubahan iklim, transisi energi yang adil, dan sistem pangan global. Indonesia, sebagai negara kepulauan, memiliki kepentingan besar dalam isu-isu ini.

Sesi terakhir yang akan diikuti oleh Gibran membahas isu ketenagakerjaan dan tata kelola kecerdasan buatan (AI), serta mineral kritis. Isu mineral kritis menjadi fokus utama Indonesia pada KTT G20 tahun ini, mengingat potensi besar negara dalam sektor tersebut. Diskusi ini akan membentuk kerangka kerja untuk masa depan ekonomi global.

Sebelum menghadiri KTT G20, Wakil Presiden Gibran telah tiba di Johannesburg pada Jumat, 21 November, sekitar pukul 15.15 waktu setempat. Kedatangan lebih awal ini dimanfaatkan untuk mengikuti agenda penting lainnya. Hal ini menunjukkan keseriusan delegasi Indonesia dalam memperkuat hubungan bilateral dan multilateral.

Pada hari yang sama, Gibran berpartisipasi dalam Forum CEO Indonesia-Afrika yang diinisiasi oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Forum ini menjadi platform strategis untuk memperkuat kerja sama ekonomi antara Indonesia dan negara-negara di benua Afrika. Diskusi yang konstruktif diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan bisnis yang saling menguntungkan.

Dalam forum tersebut, Wakil Presiden Gibran mengumumkan kebijakan bebas visa antara Indonesia dan Afrika Selatan. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya antara Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Ramaphosa di Jakarta bulan lalu. Inisiatif bebas visa diharapkan dapat meningkatkan pariwisata dan investasi antara kedua negara.

Dalam pidatonya di KTT G20, Wakil Presiden Gibran akan menyoroti beberapa isu global penting, antara lain:

  • Ekonomi berkelanjutan, termasuk peran perdagangan dan keuangan dalam pembangunan.
  • Isu utang negara-negara berkembang.
  • Pembangunan dunia yang tangguh, mencakup penanggulangan bencana dan perubahan iklim.
  • Transisi energi yang adil dan penguatan sistem pangan.
  • Ketenagakerjaan dan tata kelola kecerdasan buatan (AI).
  • Peran strategis mineral kritis dalam ekonomi global.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi