Ombudsman Rekomendasikan Perbaikan Fasilitas Kesehatan di Lapas Namlea

Ombudsman RI Perwakilan Maluku merekomendasikan perbaikan fasilitas kesehatan di Lapas Namlea setelah survei, menyoroti kendala transportasi medis dan kapasitas penuh.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Ombudsman Rekomendasikan Perbaikan Fasilitas Kesehatan di Lapas Namlea
Ombudsman RI Perwakilan Maluku merekomendasikan perbaikan fasilitas kesehatan di Lapas Namlea setelah survei, menyoroti kendala transportasi medis dan kapasitas penuh. (AntaraNews)

Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Maluku telah mengeluarkan rekomendasi penting. Rekomendasi ini bertujuan untuk perbaikan fasilitas kesehatan dan layanan publik di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea, Kabupaten Buru.

Langkah ini diambil setelah tim Ombudsman melakukan survei lapangan menyeluruh di Lapas tersebut. Survei ini mengungkap beberapa kendala signifikan yang perlu segera ditangani demi peningkatan kualitas layanan.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Maluku, Hasan Slamet, menjelaskan bahwa temuan utama meliputi keterbatasan transportasi medis dan kapasitas lapas yang penuh. Rekomendasi ini akan ditindaklanjuti dengan saran ke pemerintah pusat untuk mengoptimalkan pelayanan publik.

Pentingnya Fasilitas Kesehatan di Lingkungan Pemasyarakatan

Hasan Slamet menekankan bahwa fasilitas kesehatan di Lembaga Pemasyarakatan memiliki peran vital. Fasilitas ini sangat penting bagi kesejahteraan warga binaan di lingkungan yang sering kali padat dan tertutup. Risiko penyebaran penyakit menular serta gangguan kesehatan kronis menjadi sangat tinggi, sehingga akses cepat dan memadai terhadap pelayanan medis adalah kebutuhan dasar.

Selain menjaga kesehatan fisik, fasilitas ini juga mendukung rehabilitasi warga binaan. Pelayanan kesehatan yang layak juga membantu pemulihan dan stabilitas mental mereka secara signifikan. Ini merupakan bagian dari kewajiban negara dalam menjamin hak asasi manusia setiap individu.

Tanpa layanan kesehatan yang memadai, keselamatan warga binaan terancam. Kondisi ini juga dapat mengganggu efektivitas dan kelancaran sistem pemasyarakatan secara keseluruhan. Rekomendasi Ombudsman Lapas Namlea ini menjadi krusial untuk mengatasi isu tersebut.

Komitmen Lapas Namlea dalam Peningkatan Pelayanan

Meskipun ada beberapa keterbatasan yang ditemukan, Hasan Slamet mengapresiasi Lapas Namlea. Lapas ini tetap memberikan pelayanan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku. Hingga saat ini, belum ada laporan maladministrasi yang diterima terkait layanan di Lapas Namlea.

Hasan Slamet berharap status nihil laporan negatif ini dapat terus dipertahankan oleh Lapas Namlea. Apresiasi ini menunjukkan pengakuan terhadap upaya Lapas dalam menyelenggarakan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Ini juga mencerminkan dedikasi petugas dalam menjalankan tugasnya.

Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasabessy, membenarkan adanya kunjungan tim penilai sebelumnya. Tim tersebut telah melakukan wawancara dengan petugas, pengunjung, dan warga binaan. Lapas Namlea berkomitmen penuh untuk terus memberikan pelayanan prima kepada semua pihak.

Salah satu upaya Lapas Namlea adalah mengukur kualitas layanan pemasyarakatan melalui aplikasi survei. Aplikasi Star App Survei 3A digunakan pengunjung untuk menilai mutu dan integritas pelayanan petugas. Hasil survei persepsi anti korupsi dan kepuasan masyarakat sejauh ini sangat memuaskan, menunjukkan pelayanan prima.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi