Satpol PP Bantul Tertibkan Puluhan Lapak Pedagang di Pantai Parangtritis: Demi Kenyamanan Wisatawan

Satpol PP Bantul bersama Dinas Pariwisata melakukan penertiban lapak pedagang di Pantai Parangtritis. Puluhan lapak dibongkar mandiri demi kenyamanan wisatawan dan penataan kawasan, menegaskan pentingnya Penertiban Lapak Parangtritis.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Satpol PP Bantul Tertibkan Puluhan Lapak Pedagang di Pantai Parangtritis: Demi Kenyamanan Wisatawan
Satpol PP Bantul bersama Dinas Pariwisata melakukan penertiban lapak pedagang di Pantai Parangtritis. Puluhan lapak dibongkar mandiri demi kenyamanan wisatawan dan penataan kawasan, menegaskan pentingnya Penertiban Lapak Parangtritis. (AntaraNews)

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, bersama Dinas Pariwisata, baru-baru ini menertibkan lapak pedagang di Pantai Parangtritis. Penertiban ini menyasar puluhan gubuk dan lapak yang didirikan di zona larangan berjualan. Lokasi tersebut berada di selatan paving blok pantai, area yang seharusnya bebas dari aktivitas perdagangan.

Kepala Satpol PP Bantul, Jati Bayu Broto, menjelaskan bahwa kondisi lapak sudah terlalu kumuh dan padat. Keberadaan lapak tersebut mengganggu ruang gerak wisatawan di area pasir pantai. Penertiban Lapak Parangtritis ini bertujuan meningkatkan kenyamanan pengunjung serta menata kawasan wisata.

Proses penertiban lapak pedagang di Pantai Parangtritis pada Jumat (14/11) lalu berjalan lancar. Para pedagang secara mandiri membongkar lapak-lapak mereka. Aparat Satpol PP dan Dinas Pariwisata turut mendampingi agar proses ini berjalan tertib. Ini menunjukkan kesadaran kolektif masyarakat dalam mendukung penataan.

Jati Bayu Broto menegaskan bahwa penertiban lapak ini memiliki alasan kuat. Kondisi lapak yang kumuh dan padat telah mengurangi daya tarik Pantai Parangtritis. Selain itu, lokasi lapak di selatan paving blok merupakan zona terlarang untuk aktivitas berjualan. Ini merupakan pelanggaran terhadap peraturan penataan kawasan.

Keberadaan lapak-lapak tersebut juga menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengunjung. Ruang gerak wisatawan menjadi terbatas dan pemandangan pantai terhalang. Hal ini tentu berdampak negatif pada pengalaman berwisata di salah satu ikon pariwisata DIY. Penataan ini penting untuk menjaga citra destinasi.

Pemerintah Kabupaten Bantul menyadari pentingnya menjaga daya saing destinasi wisata. "Kita menyadarkan masyarakat bahwa sekarang itu persaingan, kompetisi antar destinasi wisata itu sangat ketat," ujar Jati Bayu Broto. Penataan kawasan melalui penertiban lapak Parangtritis diharapkan membuat wisatawan lebih nyaman dan betah. Ini adalah upaya untuk menarik lebih banyak pengunjung.

Beberapa tahun sebelumnya, puluhan lapak juga pernah ditertibkan di lokasi yang sama. Namun, seiring waktu, lapak-lapak kembali bermunculan hingga kondisinya padat dan kumuh. Oleh karena itu, penertiban kali ini menjadi upaya berkelanjutan. Tujuannya adalah untuk menjaga ketertiban dan keindahan pantai secara permanen.

Penertiban lapak di Pantai Parangtritis ini dilakukan secara mandiri oleh para pedagang. Ini menunjukkan kesadaran tinggi dari masyarakat setempat. Aparat Satpol PP dan Dinas Pariwisata hanya melakukan pendampingan. Mereka memastikan proses berjalan lancar dan tertib. "Alhamdulillah warga dengan penuh kesadaran mau menata dan menertibkan sendiri lapak-lapak," kata Jati Bayu Broto.

Selain gubuk dan lapak, petugas juga menertibkan kursi, meja, serta gerobak dagangan. Barang-barang ini diletakkan di area terlarang untuk berjualan. Semua perlengkapan tersebut kemudian dipindahkan ke warung-warung di utara paving blok. Area utara paving blok memang telah disediakan sebagai tempat berjualan yang legal.

Pihak berwenang juga memberikan imbauan tegas kepada para pedagang. Mereka diminta tidak lagi mendirikan lapak atau menaruh barang dagangan di kawasan selatan paving blok. Zona tersebut harus steril dari aktivitas perdagangan. Ini demi kenyamanan dan keselamatan pengunjung. Penertiban Lapak Parangtritis ini diharapkan menjadi momentum penataan yang lebih permanen.

Upaya ini merupakan bagian dari edukasi kepada masyarakat. Penataan wisata harus dimulai dari kesadaran kolektif. "Semua wilayah juga membangun, sehingga kita ingatkan agar penataan itu juga harus dimulai dari masyarakat sendiri biar para wisatawan bisa nyaman," tambah Jati Bayu Broto. Dengan begitu, daya tarik Pantai Parangtritis dapat terus terjaga dan bahkan meningkat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi