Presiden Perintahkan BNPB Percepat Penanganan Tanah Longsor Cilacap, Puluhan Korban Hilang

Presiden Prabowo Subianto meminta BNPB segera mempercepat penanganan tanah longsor Cilacap yang menyisakan puluhan korban hilang. Simak detail pengerahan personel dan alat berat di lokasi bencana.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Presiden Perintahkan BNPB Percepat Penanganan Tanah Longsor Cilacap, Puluhan Korban Hilang
Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan BNPB untuk mempercepat penanganan tanggap darurat korban Tanah Longsor Cilacap, khususnya di Majenang, di tengah pencarian 20 korban hilang. (AntaraNews)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menerima instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Instruksi tersebut meminta percepatan penanganan tanggap darurat tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Prioritas utama adalah pencarian korban yang masih hilang akibat bencana alam ini.

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Budi Irawan, menyampaikan bahwa Presiden turut berduka cita. Beliau secara tegas memerintahkan BNPB untuk segera bergerak ke lapangan. Penanganan longsor di Majenang harus diselesaikan hingga masa tanggap darurat berakhir secara tuntas.

Bencana tanah longsor ini secara spesifik melanda wilayah Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap. Operasi pencarian dan penyelamatan saat ini masih terus berlangsung secara intensif. Berbagai pihak terkait dikerahkan untuk menemukan korban yang belum ditemukan.

Sebagai respons cepat terhadap instruksi Presiden, BNPB telah mengoptimalkan pengerahan sumber daya. Sebanyak 512 personel gabungan telah dikerahkan ke lokasi bencana tanah longsor Cilacap. Mereka berasal dari berbagai instansi seperti Basarnas, BPBD, TNI, Polri, Tagana, serta organisasi relawan lainnya.

Pengerahan personel ini bertujuan untuk mempercepat proses pencarian dan penyelamatan. Selain itu, jumlah alat berat juga telah ditambah menjadi delapan unit. Penambahan ini diharapkan mampu membantu membersihkan material longsor dan memperlancar akses.

Guna meningkatkan efektivitas pencarian, tim juga menurunkan anjing pelacak (K9). Kehadiran anjing pelacak sangat vital dalam mendeteksi keberadaan korban di bawah timbunan material. Semua upaya ini difokuskan pada penanganan longsor di Majenang yang kompleks.

Tidak hanya fokus pada pencarian, BNPB juga memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi. "Kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi melalui dapur umum dan pos kesehatan yang telah beroperasi melayani warga dan petugas SAR," ujar Budi Irawan. Fasilitas ini menyediakan makanan, minuman, dan layanan kesehatan.

Operasi pencarian korban tanah longsor Cilacap menghadapi tantangan signifikan di lapangan. Data dari posko darurat di Majenang melaporkan bahwa 20 orang masih dinyatakan hilang. Angka ini merupakan akumulasi hingga Jumat (14/11) malam, menunjukkan skala bencana.

Medan yang sulit dan kondisi cuaca ekstrem menjadi hambatan utama bagi tim SAR. Hujan dengan intensitas sedang hingga ringan masih terus mengguyur area terdampak. Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya longsor susulan, sehingga operasi harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan terukur.

Sebagai langkah antisipasi, beberapa keluarga yang tinggal di sekitar pusat longsor telah dievakuasi. Mereka kini mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman. Proses evakuasi ini dilakukan dengan pendampingan ketat dari tim petugas gabungan.

BNPB secara berkelanjutan mengimbau seluruh warga di sekitar lokasi bencana untuk tetap waspada. Potensi hujan intensitas ringan hingga sedang diperkirakan masih akan terjadi hingga Minggu (16/11). Terutama di kawasan cekungan Majenang yang memiliki kerentanan tinggi terhadap pergerakan tanah dan longsor.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi