BGN Gelar Bimtek Penjamah Makanan Lampung, Pastikan Higiene dan Gizi Terpenuhi

Badan Gizi Nasional (BGN) sukses menggelar **Bimtek Penjamah Makanan Lampung** untuk memastikan penyediaan pangan yang higienis, bergizi, dan tepat waktu bagi penerima manfaat, sekaligus mewajibkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BGN Gelar Bimtek Penjamah Makanan Lampung, Pastikan Higiene dan Gizi Terpenuhi
Badan Gizi Nasional (BGN) sukses menggelar **Bimtek Penjamah Makanan Lampung** untuk memastikan penyediaan pangan yang higienis, bergizi, dan tepat waktu bagi penerima manfaat, sekaligus mewajibkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi. (AntaraNews)

Badan Gizi Nasional (BGN) belum lama ini menyelenggarakan bimbingan teknis (Bimtek) bagi para penjamah makanan di Provinsi Lampung. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dalam penyediaan makanan bergizi gratis. Penyelenggaraan bimtek ini merupakan bagian dari upaya BGN memastikan standar gizi dan kebersihan terpenuhi secara optimal.

Direktur Wilayah I Kedeputian Bidang Penyediaan dan Penyaluran BGN, Wahyu Widistyanta, menjelaskan bahwa bimtek ini dirancang agar penjamah makanan dapat melaksanakan tugasnya secara optimal. Mereka diharapkan mampu menyediakan makanan yang tidak hanya lezat, tetapi juga baik dan aman bagi penerima manfaat. Pelatihan ini mencakup berbagai aspek penting dalam penanganan makanan dari hulu hingga hilir.

Pelatihan yang dilaksanakan di Bandarlampung ini fokus pada pemilihan bahan baku berkualitas, metode penyimpanan yang benar, serta proses pengolahan makanan yang higienis. Selain itu, manajemen waktu juga menjadi sorotan utama agar makanan siap saji dapat sampai ke tujuan dengan tepat waktu dan sasaran. Inisiatif ini penting untuk mendukung program makan bergizi gratis yang berkelanjutan.

Bimbingan teknis yang diberikan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) kepada penjamah makanan di Lampung memiliki fokus utama pada peningkatan kualitas dan higiene pangan. Para peserta diajarkan cara memilih bahan-bahan makanan yang segar dan berkualitas. Pemilihan bahan baku yang tepat menjadi fondasi utama dalam menciptakan hidangan yang bergizi dan aman dikonsumsi oleh masyarakat.

Selain pemilihan bahan, aspek penyimpanan juga ditekankan dalam pelatihan ini. Penjamah makanan dibekali pengetahuan tentang metode penyimpanan yang efektif untuk menjaga kesegaran dan nilai gizi bahan makanan. Hal ini krusial untuk mencegah kontaminasi dan pembusukan, sehingga makanan tetap layak konsumsi hingga proses pengolahan. Wahyu Widistyanta menyatakan, "Jadi bimtek yang diberikan ini agar penjamah makanan dapat menyediakan makanan yang baik bagi penerima manfaat."

Proses pengolahan makanan menjadi santapan yang bergizi juga menjadi materi penting dalam **Bimtek Penjamah Makanan Lampung**. Peserta diajari teknik memasak yang benar, memastikan makanan matang sempurna namun tidak kehilangan nutrisi pentingnya. "Selanjutnya mereka dapat menyimpan dan memperhatikan kapan makanan tersebut harus diolah serta memprosesnya menjadi santapan yang bergizi," ujar Wahyu Widistyanta.

Manajemen waktu juga menjadi komponen vital dalam bimtek ini. BGN menekankan pentingnya ketepatan waktu dalam pengolahan dan distribusi makanan. Tujuannya adalah agar makanan siap saji dapat tiba di tangan penerima manfaat dalam kondisi terbaik. "Yang tidak kalah penting juga dalam program makan bergizi gratis ini yakni manajemen waktu, sehingga makanan yang sudah siap saji itu bisa sampai tujuan dengan tepat waktu dan tepat sasaran," tambah Wahyu.

Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ditetapkan oleh BGN diwajibkan memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Sertifikat ini merupakan bukti komitmen SPPG terhadap standar kebersihan dan keamanan pangan yang tinggi. Pada kesempatan **Bimtek Penjamah Makanan Lampung** ini, SPPG yang berpartisipasi akan langsung diberikan SLHS setelah memenuhi persyaratan.

Pentingnya SLHS tidak hanya sebagai formalitas, melainkan jaminan bahwa proses penyiapan makanan dilakukan sesuai prosedur kesehatan yang ketat. Hal ini mencakup kebersihan dapur, peralatan, hingga kebersihan personal para penjamah makanan. BGN secara serius mengawasi implementasi standar ini demi kesehatan dan keselamatan masyarakat.

BGN juga menegaskan konsekuensi bagi SPPG yang tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan. Wahyu Widistyanta menyatakan bahwa SPPG yang tidak mematuhi standar akan diberikan peringatan. Peringatan tersebut dapat berujung pada penghentian kegiatan sementara waktu hingga pemenuhan persyaratan yang diperlukan.

"SPPG yang tidak penuhi standar akan kami stop sementara sampai mereka bisa memenuhi persyaratan tersebut," tegas Wahyu. Apabila dalam batas waktu yang ditentukan SPPG tidak mampu memenuhi persyaratan, maka izin operasionalnya dapat diberhentikan secara permanen. Kebijakan ini menunjukkan komitmen BGN dalam menjaga kualitas program makan bergizi gratis dan kesehatan publik.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi