DLH Jayawijaya Perkuat Pemahaman Pemilahan Sampah Plastik untuk Cegah Banjir dan Jaga Lingkungan

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jayawijaya gencar sosialisasikan Pemilahan Sampah Plastik kepada warga, bertujuan mencegah banjir dan menjaga kebersihan kota.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
DLH Jayawijaya Perkuat Pemahaman Pemilahan Sampah Plastik untuk Cegah Banjir dan Jaga Lingkungan
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jayawijaya gencar sosialisasikan Pemilahan Sampah Plastik kepada warga, bertujuan mencegah banjir dan menjaga kebersihan kota. (AntaraNews)

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jayawijaya aktif memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pemilahan sampah plastik. Inisiatif ini bertujuan menanggulangi masalah sampah yang kerap menyebabkan penyumbatan drainase. Sosialisasi ini penting untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan di wilayah tersebut.

Kegiatan edukasi ini diselenggarakan bertepatan dengan acara Car Free Day pada Sabtu, 8 November. DLH Jayawijaya berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan dan BPJS Kesehatan setempat. Mereka bersama-sama menyasar warga di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Plt Kepala DLH Jayawijaya, dr. Idawati Warami, menegaskan pentingnya pembudayaan membuang sampah pada tempatnya. Ia juga menekankan urgensi pemilahan sampah, baik yang dapat didaur ulang maupun yang langsung dibakar. Langkah ini diharapkan dapat mencegah dampak buruk sampah, terutama saat musim peralihan cuaca.

Pentingnya Edukasi Pemilahan Sampah Plastik

DLH Jayawijaya secara konsisten berupaya meningkatkan kesadaran publik tentang pengelolaan sampah. Sosialisasi pemilahan sampah plastik merupakan langkah proaktif untuk membentuk kebiasaan baik di kalangan warga. Edukasi ini menyasar berbagai lapisan masyarakat, termasuk para pegiat kesehatan.

Dr. Idawati Warami menjelaskan, "Kami ingin memberikan edukasi kepada masyarakat terutama teman-teman yang bergerak di bidang kesehatan untuk mulai membiasakan membuang sampah pada tempatnya dan dapat memilah sampah-sampah yang dapat dibakar langsung maupun tidak langsung atau memerlukan daur ulang." Hal ini menunjukkan komitmen DLH dalam membudayakan praktik yang bertanggung jawab.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN). Dengan menggandeng Dinas Kesehatan dan BPJS Kesehatan, DLH Jayawijaya berharap pesan kebersihan kota dapat tersampaikan lebih luas. Kolaborasi ini memperkuat upaya menjaga lingkungan bersih dan sehat bagi seluruh warga.

Dampak Sampah Plastik dan Pencegahan Banjir di Wamena

Sosialisasi mengenai pemilahan sampah organik dan non-organik sangat krusial untuk memberikan wawasan tambahan. Banyak warga di Kota Wamena masih membuang sampah sembarangan, tanpa membedakan jenisnya. Praktik ini berakibat pada penyumbatan drainase dan memicu terjadinya banjir di area perkotaan.

Dr. Idawati Warami menyoroti masalah tersebut, "Sebenarnya semua masyarakat sudah tahu mengenai sampah organik maupun non organik, tetapi saat ini di Kota Wamena masih banyak sampah yang tidak dibuang pada tempatnya sehingga menyebabkan drainase tersumbat dan terjadinya banjir di dalam kota ini. Hal ini yang kami tidak inginkan ke depan, sehingga masyarakat perlu diingatkan kembali." Pernyataan ini menegaskan urgensi perubahan perilaku.

Musim peralihan dari panas ke hujan di Papua Pegunungan, khususnya Jayawijaya, menambah urgensi sosialisasi lingkungan. Sampah plastik yang dibuang sembarangan tidak hanya menyumbat drainase, tetapi juga tidak dapat terurai dalam waktu singkat. Sampah plastik dapat bertahan puluhan hingga ratusan tahun, memperburuk masalah lingkungan secara jangka panjang.

Membangun Kesadaran Lingkungan untuk Masa Depan Jayawijaya

Peningkatan kesadaran kebersihan menjadi kunci utama dalam upaya menjaga lingkungan Jayawijaya. Masyarakat perlu diingatkan sejak dini agar tidak lagi membuang sampah sembarangan. Terutama sampah plastik yang memiliki dampak merusak lingkungan yang sangat signifikan.

Dr. Idawati Warami menekankan, "Masyarakat harus diingatkan sejak dini supaya mereka tidak lagi membuang sampah sembarangan, apalagi sampah plastik yang menyebabkan tersumbatnya drainase sehingga menyebabkan banjir. Serta sampah plastik tidak akan pernah bisa terurai puluhan hingga ratusan tahun, sehingga kesadaran kebersihan perlu untuk ditingkatkan." Pesan ini menyerukan tindakan nyata.

Dengan adanya sosialisasi berkelanjutan dan kolaborasi antarinstansi, diharapkan budaya memilah sampah akan terbentuk. Upaya ini bukan hanya tentang kebersihan, tetapi juga tentang menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan aman. Masa depan Jayawijaya yang bersih dan bebas banjir bergantung pada partisipasi aktif setiap individu.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi