Ratusan siswa SMA di Lhoknga, Aceh, tampak berlari menuju titik aman saat sirene tanda bahaya berbunyi. Mereka tengah mengikuti simulasi gempa bumi dan tsunami yang digelar untuk memperingati Hari Kesadaran Tsunami Sedunia, Rabu (5/11/2025). Kegiatan ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan masyarakat, terutama generasi muda, dalam menghadapi ancaman bencana alam.
Hari Kesadaran Tsunami Sedunia diperingati setiap 5 November sebagai inisiatif global Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk membangun komunitas yang tangguh terhadap bencana. Melalui program “Siap Tsunami”, masyarakat di berbagai negara diajak untuk tidak hanya memahami risiko, tetapi juga mampu mengambil tindakan nyata saat bencana terjadi.
Peringatan ini pertama kali disahkan pada Desember 2015 lewat Resolusi Majelis Umum PBB 70/23, dengan Jepang sebagai penggagasnya. Negara tersebut memiliki sejarah panjang menghadapi tsunami dan dikenal berhasil mengembangkan sistem peringatan dini, pendidikan kebencanaan, serta strategi pemulihan pascabencana. Meski tsunami bukan peristiwa yang sering terjadi, dampaknya sangat menghancurkan. Dalam satu abad terakhir, tercatat 58 kejadian tsunami di seluruh dunia telah merenggut sekitar 260.000 jiwa, rata-rata 4.600 korban per peristiwa.