Fakta Unik: Satgas Lakukan Pengecoran 5 Titik Tercemar Radioaktif Cs-137 di Cikande, Banten

Satgas Penanganan Bahaya Radiasi Cs-137 akan mengecor lima titik tercemar di luar Kawasan Industri Modern Cikande, Banten, sebagai bagian dari upaya dekontaminasi. Bagaimana proses penanganan pencemaran Cs-137 ini dilakukan?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik: Satgas Lakukan Pengecoran 5 Titik Tercemar Radioaktif Cs-137 di Cikande, Banten
Satgas Penanganan Bahaya Radiasi Cs-137 akan mengecor lima titik tercemar di luar Kawasan Industri Modern Cikande, Banten, sebagai bagian dari upaya dekontaminasi. Bagaimana proses penanganan pencemaran Cs-137 ini dilakukan? (AntaraNews)

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Cesium-137 (Cs-137) di Cikande, Banten, telah mengambil langkah konkret dalam upaya dekontaminasi. Lima titik tercemar radioaktif di luar Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, akan segera menjalani proses pengecoran. Tindakan ini merupakan bagian krusial dari strategi pemulihan lingkungan yang terdampak.

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan bahwa tujuh dari dua belas titik terpapar di luar kawasan industri sedang dalam proses dekontaminasi. Lima di antaranya akan disegel secara teknis melalui pengecoran atau penyemenan. Hal ini sesuai dengan arahan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) karena masih terdeteksi sisa material, meskipun dosisnya sudah di bawah 2,5 mikrosievert.

Langkah-langkah yang diambil oleh Satgas ini bertujuan untuk memastikan keselamatan warga dan lingkungan sekitar. Proses dekontaminasi dan pengecoran ini diharapkan dapat menuntaskan masalah pencemaran Cs-137 di area tersebut. Warga diimbau untuk tetap tenang dan mematuhi arahan petugas selama proses pemulihan berlangsung.

Satgas Penanganan Bahaya Radiasi Cs-137 di Cikande terus bekerja keras untuk mengatasi dampak pencemaran radioaktif. Lima titik yang akan dicor merupakan bagian dari area yang memerlukan penanganan khusus karena keberadaan sisa material Cesium-137. Pengecoran ini adalah metode penyegelan teknis yang direkomendasikan oleh Bapeten untuk lokasi-lokasi dengan tingkat kontaminasi tertentu.

Selain pengecoran, area lain dengan volume material sekitar 10 ribu meter kubik telah dipasang pagar seng sebagai pengaman sementara. Pagar ini berfungsi untuk mengendalikan mobilitas warga dan memastikan keamanan selama proses pemulihan. Menteri Hanif menegaskan, "Untuk area yang tidak bisa diambil karena terlalu dalam, akan disementing sesuai rekomendasi Bapeten. Sedangkan lokasi dengan volume material mencapai 10 ribu meter kubik akan dipagar sementara menggunakan seng."

Seluruh tahapan dekontaminasi dan pemulihan ini dipastikan mematuhi standar keselamatan radiasi yang ketat dan protokol lintas-instansi. Satgas berharap proses ini dapat selesai dalam waktu dua hingga tiga minggu ke depan. Warga diminta untuk terus berkoordinasi dengan petugas di posko untuk informasi dan bantuan yang diperlukan.

Demi keselamatan warga dari dampak pencemaran Cs-137, Pemerintah Kabupaten Serang telah mengambil tindakan relokasi. Sebanyak 27 keluarga dari zona paparan telah dipindahkan ke dua lokasi di Desa Sukatani. Pemerintah memastikan bahwa layanan dasar bagi keluarga yang direlokasi tetap terpenuhi selama masa pemulihan lingkungan.

Menteri Hanif Faisol Nurofiq, yang juga Ketua Harian Satgas, bertemu dengan warga yang direlokasi di Cikande, Serang, pada Jumat (31/10). Ia menyampaikan bahwa tim akan memeriksa setiap rumah untuk memastikan proses dekontaminasi selesai sepenuhnya. "Untuk barang-barang pribadi seperti kasur atau pakaian yang perlu diambil atau diselamatkan, koordinasi akan ditangani oleh Pemerintah Kabupaten setempat," ujarnya.

Satgas beroperasi secara terpadu di bawah komando Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH). Keterlibatan berbagai instansi seperti BAPETEN, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), KBRN Gegana Polri, Nubika TNI AD, serta Pemerintah Kabupaten Serang menunjukkan komitmen bersama dalam penanganan pencemaran radioaktif ini. Sinergi ini penting untuk memastikan penanganan yang komprehensif dan efektif.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi