Ratusan siswa didua sekolah di Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, DIY diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (28/10).
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan total ada 695 siswa yang diduga mengalami keracunan MBG. 695 siswa ini, kata Endah, berasal dari dua sekolah yakni SMK Negeri 1 Saptosari dan SMP Negeri 1 Saptosari.
"Hari sudah kami hitung, 695 anak terdampak diduga keracunan MBG," kata Endah pada wartawan, Rabu (29/10).
Endah merinci di SMK Negeri 1 Saptosari dari 1154 siswa yang mengonsumsi MBG ada 476 siswa yang mengalami keracunan. Selain itu adapula 10 guru yang juga diduga mengalami keracunan MBG.
Sementara di SMP Negeri 1 Saptosari dari 420 siswa yang menerima program MBG ada 186 siswa yang diduga mengalami keracunan.
Endah membeberkan saat ini para siswa yang diduga mengalami keracunan MBG ini mendapatkan penanganan medis di RSUD Saptosari dan Puskesmas Saptosari.
"Kami telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Puskesmas dan Kepala Dinas Pendidikan untuk melakukan pendataan," urai Endah.
Sementara itu Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Saptosari Emy Indarti sejumlah siswa yang diduga mengalami keracunan MBG ini mengeluhkan diare, mual dan muntah. Para siswa yang bergejala dugaan keracunan ini kemudian mendapatkan penanganan medis di RSUD Saptosari.
"Banyak anak yang keluhannya yakni diare, mual, muntah dan sakit perut. Tadi didata dan kemudian dibawa ke Puskesmas (Saptosari) tapi sudah penuh siswa SMK. Jadi dibawa ke sini (RSUD Saptosari)," katanya.
Advertisement