Golkar Sebut Soeharto Layak Diangkat Jadi Pahlawan Nasional karena 'Bapak Pembangunan

Usulan untuk memberikan gelar pahlawan nasional kepada Soeharto telah menimbulkan berbagai reaksi.

Delvira
Oleh Delvira - Reporter
Golkar Sebut Soeharto Layak Diangkat Jadi Pahlawan Nasional karena 'Bapak Pembangunan
Potret kenangan Pak Harto dan Ibu Tien Soeharto. (Foto: Dok. Instagram @cendana.archives) (@ 2023 merdeka.com)

Tahun ini, terdapat empat puluh nama yang diusulkan untuk menjadi pahlawan nasional. Namun, salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto. Nama Soeharto dianggap memenuhi kriteria yang ditetapkan, dan usulan tersebut telah disampaikan oleh Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, kepada Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, pada Selasa, 21 Oktober 2025.

Sejak pengumuman itu, diskusi di ruang publik kembali bergulir. Salah satu yang menentang keras usulan ini adalah Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid. Ia bahkan menyatakan bahwa pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto bisa dianggap sebagai akhir dari era reformasi.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Golkar, Sarmuji, memiliki pandangan berbeda. Menurutnya, Soeharto layak menerima gelar pahlawan nasional berdasarkan bukti sejarah. Ia dikenal sebagai bapak pembangunan, dan Sarmuji menyatakan, "Pak Harto juga begitu, sampai saat ini orang masih terngiang-ngiang Pak Harto sebagai bapak pembangunan," saat berbicara di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Rabu (22/10/2025).

Sarmuji juga menambahkan bahwa di masa pemerintahan Soeharto, Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan, serta mengalami transformasi teknologi yang membuat masyarakat saat itu merasa bangga.

"Kita mengalami swasembada pangan di jaman Pak Harto, teknologinya juga begitu, kita waktu itu bangga sekali dengan kemampuan dirgantara kita, itu semua karena jasa-jasa Pak Harto," ujarnya.

Setiap tokoh pasti memiliki kelebihan dan kekurangan

Sarmuji percaya bahwa setiap tokoh pasti memiliki kelebihan dan kekurangan, sehingga tidak ada yang benar-benar sempurna. Meskipun demikian, ia berpendapat bahwa kekurangan yang dimiliki oleh tokoh-tokoh bangsa, termasuk Soeharto, seharusnya tidak menghapus jasa-jasa yang telah mereka berikan sepanjang hidupnya.

"Terlepas dari plus minus-nya, setiap orang punya kelemahan, setiap orang punya kekurangan, semua yang saat ini punya gelar pahlawan nasional juga memiliki kelemahan dan kekurangan," pungkasnya.

Rekomendasi