Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Aceh Jaya mengeluarkan peringatan dini kepada seluruh masyarakat dan para pelintas di wilayah tersebut. Peringatan ini disampaikan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, khususnya banjir dan longsor, mengingat hujan dengan intensitas ringan hingga tinggi terus melanda daerah setempat.
Kepala BPBK Aceh Jaya, AG Suhadi, menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi kondisi cuaca ekstrem ini. “Kita mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang mungkin saja terjadi seperti banjir, tanah longsor dan angin kencang,” ujarnya pada Minggu (19/10).
Imbauan ini menjadi krusial mengingat Aceh Jaya memiliki beberapa kawasan lintasan yang dikenal rawan longsor. Masyarakat diminta untuk tidak lengah dan selalu memprioritaskan keselamatan diri serta keluarga saat beraktivitas, terutama di area berisiko tinggi.
Advertisement
Advertisement
Potensi Bencana Hidrometeorologi di Aceh Jaya
Aceh Jaya, dengan karakteristik geografisnya, sangat rentan terhadap berbagai bencana hidrometeorologi. Hujan dengan intensitas tinggi yang terus-menerus dapat memicu serangkaian kejadian alam yang membahayakan, mulai dari banjir bandang hingga tanah longsor.
AG Suhadi menjelaskan bahwa potensi bencana ini harus disikapi dengan serius oleh seluruh lapisan masyarakat. Meskipun hingga saat ini belum ada laporan signifikan terkait bencana banjir, kewaspadaan tetap menjadi prioritas utama untuk mencegah dampak yang lebih besar.
Selain longsor dan banjir, angin kencang juga menjadi ancaman yang perlu diwaspadai. Fenomena cuaca ini dapat menyebabkan pohon tumbang atau kerusakan infrastruktur, sehingga masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi cuaca terkini.
Advertisement
Advertisement
Jalur Rawan Longsor: Geurutee dan Cincrang
Salah satu fokus utama peringatan BPBK Aceh Jaya adalah jalur pegunungan yang rawan longsor. Kawasan seperti Geurutee dan Cincrang merupakan lintasan vital yang sering dilalui, namun memiliki risiko tinggi saat musim hujan.
“Oleh sebab itu, kami imbau pelintas juga berhati-hati di sejumlah titik rawan longsor baik itu di gunung Geurutee, longsor tanah dan batu juga di wilayah gunung Cincrang,” kata AG Suhadi. Struktur tanah di daerah pegunungan ini, terutama saat basah, menjadi lebih labil dan mudah longsor.
Gunung-gunung tersebut juga memiliki potensi batuan yang dapat longsor, menambah risiko bagi para pelintas. Pengendara dan warga yang melintasi area ini disarankan untuk ekstra hati-hati, memperhatikan rambu peringatan, dan menghindari perjalanan jika kondisi cuaca sangat buruk.
Advertisement
Advertisement
Langkah Pencegahan dan Kewaspadaan Masyarakat
BPBK Aceh Jaya tidak hanya mengimbau kewaspadaan, tetapi juga memberikan saran praktis untuk mitigasi bencana. Salah satu langkah penting adalah menjaga kebersihan lingkungan, terutama saluran air.
Masyarakat diingatkan untuk membersihkan drainase dan saluran air dari sedimentasi serta sampah. Hal ini bertujuan agar aliran air tidak tersumbat dan dapat mengalir lancar, sehingga mengurangi risiko banjir di permukiman.
“Ketika intensitas hujan tinggi, kita harapkan kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas di daerah rawan longsor dan dataran rawan banjir,” tambah AG Suhadi. Mengurangi aktivitas di area berisiko tinggi dapat meminimalkan potensi korban dan kerugian saat bencana terjadi.
Advertisement
Sumber: AntaraNews