Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan memberikan dukungan penuh terhadap ajang Slamet Trail Run 2025. Ribuan pelari yang berpartisipasi dalam lomba lari lintas alam ini mendapatkan perlindungan jaminan sosial. Acara tersebut diselenggarakan di Desa Wisata Lembah Asri Serang (D’LAS), Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.
Perlindungan yang diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Ini berlaku bagi 1.000 peserta yang telah terdaftar secara resmi. Cakupan perlindungan ini berlaku sejak sebelum, selama, hingga pasca-lomba.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Purwokerto, Muhammad Ramdhoni, menegaskan komitmen ini. Dukungan ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial dalam menjamin keselamatan seluruh peserta. BPJS Ketenagakerjaan juga ingin mendorong masyarakat untuk menjalani gaya hidup aktif dan sehat.
Advertisement
Advertisement
Perlindungan Komprehensif untuk Peserta Slamet Trail Run
Muhammad Ramdhoni menjelaskan bahwa perlindungan jaminan sosial yang diberikan kepada 1.000 peserta Slamet Trail Run 2025 sangat komprehensif. Perlindungan ini mencakup risiko yang mungkin terjadi sebelum, selama, hingga setelah pelaksanaan lomba. Ini menegaskan bahwa BPJS Ketenagakerjaan serius dalam menjamin keselamatan para pelari.
“Perlindungan terhadap peserta ini mencakup risiko sebelum lomba, selama lomba, hingga pascalomba. Ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial BPJS Ketenagakerjaan dalam menjamin keselamatan seluruh peserta,” kata Ramdhoni. Pernyataan ini menunjukkan komitmen lembaga terhadap kesejahteraan masyarakat.
Dukungan terhadap kegiatan olahraga seperti Slamet Trail Run ini sejalan dengan visi BPJS Ketenagakerjaan. Mereka berupaya mendorong masyarakat untuk mengadopsi gaya hidup aktif dan sehat. Selain itu, inisiatif ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya jaminan sosial bagi setiap individu.
Advertisement
Advertisement
Edukasi Jaminan Sosial dan Manfaatnya
Selain memberikan perlindungan langsung, BPJS Ketenagakerjaan juga memanfaatkan ajang Slamet Trail Run 2025 untuk edukasi. Mereka membuka stan informasi di lokasi acara di D’LAS Purbalingga. Stan ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam kepada peserta dan pengunjung mengenai berbagai program jaminan sosial ketenagakerjaan (jamsostek).
Program-program yang dijelaskan meliputi Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Kematian (JKM). Dengan adanya stan ini, masyarakat dapat berkonsultasi langsung. Mereka bisa menanyakan cara mendaftar serta manfaat spesifik yang bisa diperoleh dari setiap program jaminan sosial.
Ramdhoni menambahkan bahwa di booth tersebut, BPJS Ketenagakerjaan juga melayani aktivasi akun JMO (Jamsostek Mobile). Layanan ini memudahkan peserta untuk mengakses informasi dan layanan jamsostek melalui perangkat seluler. Tidak hanya itu, pengunjung stan juga berkesempatan mendapatkan sejumlah doorprize menarik.
Advertisement
Advertisement
Slamet Trail Run: Ajang Promosi Wisata dan Gaya Hidup Sehat
Ajang Slamet Trail Run 2025 yang diselenggarakan pada Minggu, 19 Oktober, diikuti oleh 1.000 pelari dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka berkompetisi dalam tiga kategori lomba: Fun Trail 5K, Forest 14K, dan Summit 25K. Titik start dan finis lomba berlokasi di kawasan wisata D’LAS, yang terletak di lereng timur Gunung Slamet.
Kegiatan ini merupakan yang pertama kali digelar di Desa Wisata Serang. Penyelenggara berharap acara ini dapat menjadi agenda rutin tahunan. Tujuannya adalah untuk memperkenalkan potensi wisata alam serta keindahan Purbalingga kepada khalayak luas. Ini juga mendukung pengembangan ekonomi lokal melalui pariwisata.
“Selain mempromosikan hidup aktif, kami juga ingin mengingatkan bahwa perlindungan sosial, termasuk jaminan kecelakaan kerja, adalah hak semua pekerja, termasuk para pelari yang ikut serta dalam event ini,” ujar Ramdhoni. Pernyataan ini menggarisbawahi sinergi antara olahraga, pariwisata, dan jaminan sosial.
Advertisement
Sumber: AntaraNews