Gotong Royong Rejang Lebong: 3 Hari Pemkab Bersihkan Sungai Air Duku Antisipasi Banjir Tahunan

Pemkab Rejang Lebong menggelar Gotong Royong Rejang Lebong selama tiga hari untuk membersihkan Sungai Air Duku dari sedimen dan sampah, sebagai upaya antisipasi banjir tahunan yang kerap melanda wilayah tersebut. Apa saja dampaknya?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Gotong Royong Rejang Lebong: 3 Hari Pemkab Bersihkan Sungai Air Duku Antisipasi Banjir Tahunan
Pemkab Rejang Lebong gelar Gotong Royong Rejang Lebong besar-besaran membersihkan Sungai Air Duku dari sedimen dan sampah. Langkah ini diambil untuk antisipasi banjir tahunan yang kerap melanda wilayah tersebut. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, menginisiasi kegiatan gotong royong massal. Aksi ini bertujuan membersihkan Sungai Air Duku dari tumpukan sedimen dan sampah. Langkah ini diambil guna mengantisipasi ancaman banjir tahunan yang kerap melanda wilayah tersebut saat musim hujan.

Kegiatan Gotong Royong Rejang Lebong ini berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 16 hingga 18 Oktober. Fokus utama pembersihan dilakukan di sepanjang bantaran Sungai Air Duku, Kecamatan Curup. Partisipasi aktif datang dari berbagai elemen masyarakat dan instansi terkait.

Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri, secara langsung meninjau proses pembersihan sungai ini. Ia menyatakan bahwa gotong royong melibatkan warga sekitar, TNI/Polri, BPBD, DLH, serta jajaran pemerintah kecamatan dan desa. Dua unit alat berat milik BPBD turut dikerahkan untuk mendukung efektivitas pekerjaan.

Upaya Kolektif Tangani Banjir Rejang Lebong

Muhammad Fikri menjelaskan bahwa kegiatan gotong royong ini melibatkan ratusan personel gabungan. Selain itu, dua alat berat milik BPBD Rejang Lebong juga dikerahkan untuk mempercepat proses normalisasi aliran sungai. "Saya turun bersama warga dan TNI/Polri bergotong royong menormalisasi aliran sungai. Dengan bantuan ekskavator dan mobil pengangkut sampah, aliran Sungai Air Duku saat ini telah lancar. Kegiatan ini adalah langkah awal penanganan banjir secara berkelanjutan," kata Bupati Fikri.

Fokus Gotong Royong Rejang Lebong ini diarahkan pada sejumlah lokasi yang dikenal rawan banjir. Area tersebut mencakup Kelurahan Jalan Baru dan Talang Benih di Kecamatan Curup. Selain itu, Kelurahan Dusun Curup dan Desa Batu Dewa di Kecamatan Curup Utara juga menjadi prioritas pembersihan.

Warga bersama personel TNI/Polri bekerja sama menangani sampah yang menumpuk. Mereka juga melakukan normalisasi aliran Sungai Air Duku dan memperkuat bantaran sungai. Upaya ini diharapkan dapat mencegah luapan air yang sering terjadi saat intensitas hujan tinggi.

Dampak Banjir Musiman yang Kerap Terjadi

Wilayah Kabupaten Rejang Lebong memang sering dilanda banjir musiman. Pada 28 September 2025, hujan deras menyebabkan luapan Sungai Air Duku. Kejadian ini berdampak pada sejumlah desa/kelurahan di Kecamatan Curup Timur, Curup Tengah, serta Curup Kota.

Luapan Sungai Air Duku tersebut menyebabkan setidaknya 90 rumah warga terdampak. Selain itu, beberapa tempat ibadah juga ikut terendam oleh banjir tahunan ini. Kerugian materiil yang ditimbulkan cukup signifikan bagi masyarakat setempat.

Sebelumnya, pada 27 September 2025, banjir serupa juga terjadi akibat masalah pada saluran pembuangan. Saluran di wilayah Kecamatan Curup dan Curup Tengah tidak berfungsi optimal. Hal ini disebabkan oleh banyaknya sampah plastik dan endapan lumpur yang menyumbat.

Banjir tersebut tidak hanya merendam puluhan rumah warga. Kejadian itu juga menyebabkan ternak warga mati dan beberapa hilang. Kendati demikian, pihak berwenang memastikan bahwa banjir ini tidak memakan korban jiwa.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi