Fakta Mencengangkan: Kekeringan Istanbul Terparah dalam 65 Tahun, Cadangan Air Hanya Bertahan 2 Bulan!

Kekeringan Istanbul mencapai rekor terparah dalam 65 tahun terakhir, membuat cadangan air kota metropolitan ini diperkirakan hanya cukup untuk dua bulan. Apa penyebabnya?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Mencengangkan: Kekeringan Istanbul Terparah dalam 65 Tahun, Cadangan Air Hanya Bertahan 2 Bulan!
Kekeringan Istanbul mencapai rekor terparah dalam 65 tahun terakhir, membuat cadangan air kota metropolitan ini diperkirakan hanya cukup untuk dua bulan. Apa penyebabnya? (AntaraNews)

Kota metropolitan Istanbul, Turki, kini tengah menghadapi krisis air yang serius dan mengkhawatirkan. Kekeringan parah melanda kota ini, menjadikannya yang terburuk dalam kurun waktu 65 tahun terakhir. Situasi genting ini terjadi setelah Istanbul mengalami musim panas paling kering sejak pencatatan meteorologi secara resmi dimulai.

Menurut perkiraan yang dikeluarkan oleh kantor berita RIA Novosti, "Cadangan air di waduk yang memasok kebutuhan penduduk di kota terbesar Turki itu diperkirakan hanya akan bertahan sekitar dua bulan jika kondisi saat ini terus berlanjut." Kondisi kritis ini akan terjadi jika tren kekeringan ekstrem terus berlanjut tanpa adanya curah hujan signifikan yang mampu mengisi kembali sumber-sumber air. Data terbaru yang dirilis menunjukkan tingkat keterisian waduk berada pada level yang sangat rendah.

Badan Pengelola Air dan Limbah Istanbul (ISKI) melaporkan bahwa "tingkat keterisian waduk kini hanya 24,7 persen, atau sekitar 214,8 juta meter kubik dari total kapasitas 868 juta meter kubik." Angka tersebut menjadi yang terendah dalam satu dekade terakhir, "kecuali pada 2023 ketika level air di waduk sempat turun hingga 21 persen pada periode yang sama."

Krisis Air Istanbul: Angka dan Fakta Mengkhawatirkan

Kondisi cadangan air di Istanbul telah mencapai titik kritis yang memerlukan perhatian serius dari semua pihak. Tingkat keterisian waduk sebesar 24,7 persen ini jauh di bawah rata-rata normal yang dibutuhkan untuk keberlangsungan pasokan air kota. Angka ini secara jelas menunjukkan betapa parahnya dampak kekeringan berkepanjangan yang melanda wilayah metropolitan tersebut.

"Dengan konsumsi air mencapai 3,18 juta meter kubik per hari untuk populasi lebih dari 16 juta jiwa di Istanbul, RIA Novosti memperkirakan pasokan air akan habis dalam 67 hari jika kondisi kering terus berlanjut." Perhitungan ini didasarkan pada estimasi yang disampaikan oleh RIA Novosti, asumsinya jika kondisi kering terus berlanjut tanpa perubahan signifikan. Ketergantungan kota besar seperti Istanbul pada waduk-waduk ini sangatlah tinggi.

Badan Meteorologi Negara Turki (TSMS) secara resmi mengonfirmasi bahwa "musim panas kali ini tidak hanya menjadi yang paling kering di Istanbul, tetapi juga di Izmir dan 16 provinsi lain di seluruh Turki." Fenomena ini mengindikasikan adanya masalah iklim yang lebih luas dan kompleks di negara tersebut, bukan hanya isu lokal semata.

Penurunan Drastis Cadangan Air dan Seruan Mendesak untuk Hemat

Sejak bulan April lalu, tingkat air di berbagai waduk yang memasok kebutuhan Istanbul terus menunjukkan penurunan drastis secara konsisten. Dari yang sebelumnya berada di sekitar 80 persen, kini banyak waduk yang berada di ambang kekeringan total. Situasi yang sangat genting ini telah menimbulkan keprihatinan serius di kalangan otoritas setempat serta masyarakat luas.

Dari sepuluh waduk utama yang menjadi sumber air vital bagi kota, hanya satu waduk saja yang saat ini memiliki tingkat keterisian di atas 25 persen. Lebih mengkhawatirkan lagi, empat waduk lainnya dilaporkan memiliki tingkat air yang sangat rendah, bahkan di bawah 2 persen dari kapasitas penuhnya. Kondisi ini secara gamblang memperlihatkan betapa gentingnya situasi pasokan air bersih yang dihadapi Istanbul.

Menanggapi krisis air yang semakin memburuk ini, otoritas setempat telah mengeluarkan seruan mendesak kepada seluruh warga Istanbul. Mereka diminta untuk segera menghemat penggunaan air dalam setiap aktivitas sehari-hari, mulai dari mandi hingga mencuci. Harapan akan datangnya hujan dengan intensitas tinggi baru diperkirakan akan tiba pada Minggu mendatang, yang diharapkan dapat memberikan sedikit jeda dari tekanan kekeringan yang berkepanjangan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi