Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengambil langkah proaktif dengan membentuk Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) khusus. Pembentukan ini bertujuan agar program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menyasar hingga ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Langkah strategis ini diumumkan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, di Balikpapan pada Selasa (14/10). Inisiatif ini muncul menyusul keberhasilan implementasi MBG di perkotaan seperti Balikpapan dan Samarinda.
Fokus utama pembentukan SPPG 3T adalah mengatasi kendala logistik dan distribusi. Hal ini penting agar seluruh anak-anak di Kaltim, termasuk di pelosok, dapat menikmati manfaat dari program gizi yang vital ini secara merata.
Advertisement
Advertisement
SPPG Kaltim: Strategi Jangkau Wilayah 3T
Pemerintah Provinsi Kaltim secara serius berupaya memperluas jangkauan program Makan Bergizi Gratis ke seluruh pelosok daerah. Pembentukan SPPG khusus wilayah 3T menjadi prioritas utama guna memastikan pemerataan akses gizi.
Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, menjelaskan bahwa program MBG telah berjalan lancar di sejumlah kota besar. Wilayah-wilayah tersebut meliputi Balikpapan, Samarinda, Bontang, dan Kutai Kartanegara.
Namun, wilayah lain, terutama daerah 3T, masih dalam tahap persiapan untuk mengimplementasikan program ini. "Saat ini sudah ada 51 SPPG yang aktif di delapan kabupaten dan kota di Kaltim. Untuk daerah 3T harus segera kita bentuk,” tegas Sekda Sri.
Advertisement
Advertisement
Tantangan Distribusi dan Solusi yang Dibahas
Penyaluran program gizi di daerah terpencil Kaltim menghadapi tantangan signifikan, terutama terkait akses transportasi. Wilayah seperti Mahakam Ulu (Mahulu) menjadi contoh nyata sulitnya distribusi barang.
Sekda Sri Wahyuni mencontohkan, biaya pengiriman di Mahulu jauh lebih tinggi dibandingkan di perkotaan. Kondisi ini memerlukan solusi konkret agar makanan bergizi tetap terjangkau oleh masyarakat.
Pemprov Kaltim memerlukan dasar hukum untuk memberikan subsidi biaya angkut. Hal ini penting untuk menjaga harga makanan agar tidak membebani penerima program Makan Bergizi Gratis.
Advertisement
Permasalahan ini akan menjadi agenda utama dalam rapat Satuan Tugas (Satgas) MBG yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat. Diharapkan solusi yang komprehensif dapat segera ditemukan dan diterapkan.
Advertisement
Peningkatan Kapasitas dan Standar Keamanan Pangan
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Balikpapan, Paska Pakpahan, melaporkan perkembangan positif terkait jumlah SPPG. Awalnya, Kaltim hanya memiliki 44 unit SPPG, dan kini telah meningkat menjadi 51 unit yang aktif.
Peningkatan jumlah SPPG ini menunjukkan komitmen Kaltim dalam memperkuat infrastruktur pelayanan gizi. Semua unit SPPG tersebut beroperasi tanpa keluhan, menandakan efektivitas operasional yang baik.
Selain peningkatan kuantitas, kualitas pelayanan juga menjadi perhatian utama. "Semua Tim Pelayanan Gizi ini juga sudah menggunakan standar keamanan pangan internasional, yaitu HACCP (sistem yang menjamin makanan aman dikonsumsi),” jelas Paska.
Advertisement
Penerapan standar HACCP ini memastikan bahwa makanan yang disalurkan melalui program Makan Bergizi Gratis Kaltim aman dan layak konsumsi. Ini juga menunjukkan komitmen Pemprov Kaltim terhadap kesehatan penerima manfaat.
Sumber: AntaraNews