Sudah Hari Ketiga, BPBD Sumsel Kerahkan Tim Darat dan Udara Padamkan Karhutla OKI: Apa Penyebabnya?

BPBD Sumsel terus berupaya memadamkan Karhutla OKI yang sudah berlangsung tiga hari di wilayah Rambai. Tim darat dan helikopter water bombing dikerahkan, namun bahan bakar melimpah jadi kendala.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Sudah Hari Ketiga, BPBD Sumsel Kerahkan Tim Darat dan Udara Padamkan Karhutla OKI: Apa Penyebabnya?
BPBD Sumsel terus berupaya memadamkan Karhutla OKI yang sudah berlangsung tiga hari di wilayah Rambai. Tim darat dan helikopter water bombing dikerahkan, namun bahan bakar melimpah jadi kendala. (AntaraNews)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan mengerahkan tim darat dan dukungan helikopter water bombing untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Rambai, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Upaya pemadaman ini telah memasuki hari ketiga, dengan perkiraan lahan yang terbakar mencapai sekitar tiga hektare.

Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, menyatakan bahwa pemadaman intensif terus dilakukan untuk mencegah meluasnya area terdampak. Melimpahnya bahan bakaran di lokasi menjadi tantangan utama yang menyulitkan proses pemadaman api secara cepat.

Pada hari sebelumnya, helikopter water bombing telah melakukan 28 kali penyiraman ke titik api, dibantu oleh tim darat yang bekerja keras. Meskipun demikian, kondisi di lapangan masih memerlukan penanganan serius agar api tidak kembali membesar dan menyebar ke area lain.

Upaya Pemadaman Intensif dan Tantangan Lapangan

Tim gabungan dari BPBD Sumsel dan Manggala Agni terus berjuang memadamkan Karhutla di OKI. Ferdian Kristanto, Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan Wilayah Sumatera, menjelaskan bahwa personel Manggala Agni OKI telah dikerahkan ke lokasi untuk membantu pemadaman jalur darat.

"Kemarin personel Manggala Agni OKI sudah ke lokasi yang terbakar. Upaya pemadaman kemarin belum selesai, sehingga dilanjutkan pagi tadi. Saat ini masih proses pemadamannya," ujar Ferdian. Pengerahan sumber daya ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani bencana tahunan ini.

Salah satu kendala terbesar dalam pemadaman adalah ketersediaan bahan bakaran yang melimpah di lokasi Karhutla, diperparah dengan kondisi angin yang kencang. Faktor-faktor ini membuat api sulit dikendalikan dan berpotensi menyebar dengan cepat.

Meskipun demikian, Ferdian menambahkan bahwa lokasi Karhutla sudah mulai kondusif. "Bahan bakaran melimpah, angin juga kencang sehingga membuat pemadaman terkendala. Namun, lokasi karhutla sudah mulai kondusif. Tinggal sedikit lagi, tapi perlu dituntaskan," katanya, menekankan pentingnya penuntasan pemadaman.

Dugaan Penyebab dan Pola Karhutla Berulang

Wilayah Rambai di OKI dikenal sebagai daerah yang sering dilanda Karhutla setiap tahunnya. Pola ini menimbulkan pertanyaan mengenai penyebab pasti dari kebakaran yang terus berulang di lokasi yang sama.

Ferdian Kristanto mengungkapkan bahwa pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebab lahan tersebut terbakar. Namun, ada dugaan kuat bahwa kebakaran mungkin disebabkan oleh aktivitas manusia, seperti pembukaan lahan.

"Sudah diduga, apakah warga untuk membuka lahan atau hanya sebagai tanda kepemilikan. Karena titik-titik yang terbakar setiap tahun juga tidak ditanam apapun. Perlu penelusuran lebih jauh," jelas Ferdian. Penelusuran mendalam diperlukan untuk mengidentifikasi motif di balik kebakaran ini.

Kondisi lahan yang tidak ditanami apa pun setelah terbakar setiap tahunnya semakin memperkuat dugaan adanya praktik ilegal atau motif tertentu. Penyelidikan lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap penyebab sebenarnya dan mencegah terulangnya Karhutla di masa mendatang.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi