Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka menaruh harapan besar pada pembangunan Bendungan Budong-budong. Proyek strategis ini diharapkan menjadi solusi permanen untuk masalah banjir dan kekeringan di wilayah tersebut. Bendungan ini juga dirancang untuk menjamin ketersediaan air bagi masyarakat.
Berlokasi di Desa Salule’bo, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, bendungan ini digadang-gadang mampu menjamin ketersediaan air. Pembangunan dengan anggaran fantastis ini ditargetkan rampung dan berfungsi penuh pada tahun 2027 mendatang. Harapan besar tersemat pada infrastruktur vital ini.
Dengan total biaya Rp1,029 triliun (termasuk PPN), Bendungan Budong-budong akan memiliki kapasitas besar. Ini penting untuk menopang ketahanan air serta mendukung sektor pertanian dan kebutuhan masyarakat Sulawesi Barat. Proyek ini menjadi salah satu prioritas pembangunan di Sulbar.
Advertisement
Advertisement
Manfaat Multiguna Bendungan Budong-budong untuk Ketahanan Air
Bendungan Budong-budong dirancang dengan beragam fungsi vital untuk kesejahteraan masyarakat. Selain sebagai sumber irigasi seluas 3.047 hektare, bendungan ini juga menyuplai air baku sebesar 0,41 meter kubik per detik. Kehadirannya juga akan menghasilkan listrik mikrohidro 0,60 megawatt serta menekan potensi banjir Q50 hingga 330,87 meter kubik per detik.
Keberadaan Bendungan Budong-budong menjadi bagian penting dari upaya pemerintah menghadapi perubahan iklim yang berdampak pada ketimpangan debit air. Fenomena ini sering terjadi baik di musim hujan maupun kemarau. Dengan demikian, bendungan ini berperan krusial dalam mitigasi dampak perubahan iklim.
Suhardi Duka menegaskan, "Dengan adanya bendungan ini, kita tidak hanya bicara soal infrastruktur, tapi juga soal ketahanan iklim dan keberlanjutan lingkungan." Pernyataan ini menunjukkan visi jangka panjang pemerintah daerah. Bendungan ini diharapkan membawa dampak positif yang berkelanjutan.
Advertisement
Advertisement
Kolaborasi dan Pengawasan Ketat Demi Keberhasilan Proyek
Keberhasilan proyek pembangunan Bendungan Budong-budong sangat bergantung pada kolaborasi erat. Ini melibatkan pemerintah daerah, masyarakat, dan pelaksana proyek. Tujuannya agar manfaatnya benar-benar dirasakan secara luas oleh seluruh lapisan masyarakat. "Sulbar membutuhkan infrastruktur air yang tangguh agar pertanian dan ekonomi masyarakat tetap stabil dalam kondisi cuaca apapun," ujar Suhardi Duka.
Gubernur juga menekankan pentingnya pengawasan ketat dan pelibatan pengusaha lokal dalam pembangunan Bendungan Budong-budong. "Kita menekankan tiga hal: pengawasan, pelibatan pengusaha lokal dan mitigasi lingkungan agar tidak terjadi kerusakan," kata Suhardi Duka. Langkah ini diambil untuk memastikan kualitas dan keberlanjutan proyek.
Menurutnya, proyek besar seperti Bendungan Budong-budong harus menjadi peluang bagi pelaku usaha lokal. Hal ini dilakukan agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat sekitar. "Selain untuk ketahanan pangan dan ekonomi, proyek ini juga harus menjadi lokomotif bagi tumbuhnya ekonomi lokal. Jangan hanya perusahaan besar dari luar yang diuntungkan," tegasnya.
Advertisement
Gubernur juga meminta seluruh pihak menjaga transparansi dan akuntabilitas proyek. Hal ini penting agar pembangunan sesuai dengan jadwal penyelesaian tahun 2027. Dukungan kepolisian dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan serta kelancaran pembangunan Bendungan Budong-budong.
Sumber: AntaraNews