Polres Metro Jakarta Pusat menggagalkan penyelundupan sabu 12 kilogram. Narkotika tersebut disembunyikan dalam dua jerigen dalam truk pengangkut jeruk.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, pengungkapan upaya penyelundupan sabu ini dilakukan di ruas Tol Jakarta–Cikampek pada Kamis (2/10) malam. Kepolisian saat itu menghentikan truk setelah melakukan pengintaian intensif berdasarkan informasi diperoleh dari intelijen.
"Tiga orang pelaku berhasil diamankan, yakni A (30), K (39), dan D (38). Ketiganya diduga kuat sebagai bagian dari jaringan peredaran sabu lintas provinsi, mulai dari Aceh, Jakarta, hingga Jawa Tengah," kata Susatyo dalam keterangan tertulisnya, Selasa (7/10).
Susatyo menjelaskan, sabu-sabu disembunyikan dalam jerigen itu disamarkan di antara muatan jeruk agar luput dari pemeriksaan.
"Mereka berusaha mengelabui petugas dengan modus jerigen biru yang disisipkan di antara buah jeruk, mulai dari Aceh hingga Jawa. Tapi kami sudah memetakan pergerakan mereka dan berhasil mencegah peredaran barang ini,” jelas dia.
Barang bukti disita dari pengungkapan kasus itu meliputi 12 kilogram sabu, truk pengangkut buah jeruk dan dua jerigen warna biru.
"Ini bukan sekadar penindakan, tapi juga penyelamatan masa depan bangsa,” ujar dia.
Advertisement
Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Wisnu S. Kuncoro menambahkan, sabu tersebut memiliki nilai miliaran rupiah dan berpotensi didistribusikan dalam paket-paket kecil ke berbagai daerah.
“Satu gram sabu dapat menghancurkan satu kehidupan. Dengan menyita lebih dari 12 kilogram, kami berhasil menyelamatkan puluhan ribu nyawa,” ujar Wisnu.
Saat ini, ketiga tersangka telah ditahan dan dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup hingga pidana mati. Kasus ini masih terus dikembangkan untuk membongkar jaringan di balik peredaran sabu tersebut.
“Kami yakin ada aktor utama yang mengendalikan peredaran ini. Kami akan terus memburu dan membongkar seluruh jaringan agar Jakarta bebas dari narkoba,” pungkasnya.