Viral Menu MBG di Depok Kentang Kecil, Wortel, Keripik Pangsit dan Saus Sachet, Sekolah Lempar Bola ke SPPG

Menu MBG menyajikan protein dalam bentuk keripik pangsit yang diisi dengan daging cincang dan telur, memberikan cita rasa yang lezat.

Dicky Agung Prihanto
Oleh Dicky Agung Prihanto - Reporter
Viral Menu MBG di Depok Kentang Kecil, Wortel, Keripik Pangsit dan Saus Sachet, Sekolah Lempar Bola ke SPPG
UPTD SDN Mampang 1, Pancoran Mas, Depok (Dok: Istimewa) (© 2025 Liputan6.com)

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan. Kali ini terjadi di Depok, Jawa Barat beredar menu MBG hanya 3 potong kentang rebus, wortel mentah, keripik pangsit serta saus sachet dan jeruk.

Menu MBG tersebut diketahui didistribusikan ke UPTD SDN Mampang 1, Pancoran Mas, Depok. Iwan Setiawan, selaku Kepala UPTD SDN Mampang 1, memberikan klarifikasi mengenai hal ini.

Iwan mengatakan sekolahnya telah menerima MBG selama sepekan dengan jumlah porsi mencapai sekitar 780 setiap harinya. Menu yang diberikan cukup bervariasi dan mengandung karbohidrat serta protein yang seimbang.

"Kebetulan hari ini karbonya nasinya diganti dengan kentang hari ini. Terus, ada gorengan (keripik pangsit), tapi di dalam gorengannya itu ada telur juga, ada daging juga, ada tahu juga," ungkap Iwan Setiawan saat dihubungi pada hari Senin (6/10).

Viral Menu MBG di Depok Potong Kentang, Wortel, Keripik Pangsit hingga Saos Sachet, Sekolah Berikan Penjelasan
UPTD SDN Mampang 1, Pancoran Mas, Depok (Dok: Istimewa) © 2025 Liputan6.com

Iwan menjelaskan bahwa protein dalam menu MBG disajikan dalam bentuk keripik pangsit yang diisi dengan daging cincang dan telur. Ia menduga bahwa orang tua siswa mungkin belum sepenuhnya memahami menu protein yang disediakan dan memiliki preferensi yang berbeda.

"Namun, pihak SPPG memiliki ahli gizi dan standar tersendiri. Setiap harinya, mereka menentukan menu makanan untuk siswa. Jadi, ketika orang tua memposting keluhan, mereka merasa bahwa menu yang disajikan tidak sesuai dengan selera yang diharapkan," ungkap Iwan.

Di UPTD SDN Mampang 1, pembagian MBG dilakukan dua kali sehari karena adanya pembelajaran di pagi dan siang hari. Selama program ini berlangsung, siswa merasa senang karena mereka mendapatkan makanan yang bervariasi.

"Hanya saja, hari ini ada beberapa orang tua yang merasa menu yang disajikan tidak sesuai dengan selera mereka, itu saja," tambah Iwan.

Meski demikian, Iwan klaim telah meminta penjelasan dari pihak SPPG. Setelah menerima penjelasan dari SPPG, pihak sekolah kemudian memberikan informasi tersebut kepada orang tua siswa.

"Hari ini, tadi kan dari SPPG nya datang ke sini langsung klarifikasi, SPPG nya ke sini. Jadi tidak bisa mengikuti selera orang tua. Tapi kalau masukkan, boleh nanti disampaikan ke SPPG nya," ungkap Iwan.

Namun, pihaknya tetap memberikan masukan kepada dapur SPPG yang bertanggung jawab atas program MBG untuk UPTD SDN Mampang 1.

Iwan juga meminta agar dapur SPPG memberikan informasi mengenai menu yang akan disajikan setiap hari selama proses pembelajaran di sekolah. "Mungkin nanti masukan-masukan yang dari orang tua itu bisa ke cover gitu," kata Iwan.

Ketika ditanya tentang menu protein yang disajikan dalam bentuk keripik pangsit, Iwan mengaku tidak mengetahui hal tersebut. Ia menjelaskan bahwa kewenangan terkait hal itu ada di pihak dapur SPPG.

"Itu harus ditanyakan ke SPPG nya, tapi kalau tadi menjelaskan, jadi dia (dapur SPPG) setiap minggu mengadakan evaluasi itu, apa yang disuka sama anak, apa yang nggak suka," ucap Iwan.

Iwan menjelaskan bahwa dalam pertemuan antara UPTD SDN Mampang 1 dengan perwakilan dari dapur SPPG serta ahli gizi, mereka akan melakukan evaluasi terhadap program MBG. Selain itu, evaluasi juga akan mencakup makanan MBG yang masih tersisa di UPTD SDN Mampang 1.

"Jadi dia udah evaluasi makanan yang selalu tersisa itu apa dan yang disukai anak itu apa," ungkap Iwan. Dia menemukan bahwa masih terdapat makanan dari program MBG yang tidak dihabiskan oleh siswa, khususnya sayur-sayuran.

Iwan menambahkan, "Itu tuh sayur-sayuran itu anak-anak masih apa ya, karena mungkin di keluarganya jarang makan sayuran, jadi anak-anak itu, sebenarnya itu harus dibiasakan sih sebenarnya itu makan sayuran." Hal ini menunjukkan bahwa ada tantangan dalam membiasakan anak-anak untuk mengonsumsi sayuran.

Sementara itu, Liputan6.com telah berusaha menghubungi Dinas Kesehatan Kota Depok untuk mendapatkan informasi mengenai menu yang menjadi viral tersebut. Tujuannya adalah untuk mengetahui analisis dari Dinas Kesehatan Kota Depok terkait kandungan gizi pada menu MBG yang viral, namun hingga berita ini ditayangkan, mereka belum menerima tanggapan.

Rekomendasi