Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mendapatkan dukungan signifikan dalam upaya mitigasi bencana. Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang sedang menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik turut serta aktif. Mereka membantu pembentukan sebanyak 53 rintisan desa tangguh bencana (Destana) di wilayah tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung, Totok Nuryanto, menyampaikan apresiasi atas kontribusi para mahasiswa. "Alhamdulillah terbantu sekali dengan adanya KKN dari Unnes ini, sehingga terbentuk 53 destana di Kabupaten Temanggung," ujarnya di Temanggung pada Minggu (05/10). Kehadiran mahasiswa KKN ini menjadi angin segar bagi program penguatan kapasitas desa.
Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat desa dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Dengan adanya rintisan Destana Temanggung ini, diharapkan setiap desa memiliki pemahaman dan kemampuan awal. Mereka dapat mengelola risiko bencana yang mungkin terjadi di lingkungan masing-masing secara lebih efektif dan mandiri.
Advertisement
Advertisement
Peran Krusial Mahasiswa KKN dalam Pembentukan Destana
Mahasiswa KKN tematik Unnes memegang peranan penting dalam proses pembentukan rintisan Destana di Temanggung. Mereka diberikan tugas khusus oleh BPBD Kabupaten Temanggung untuk membantu mengidentifikasi dan mengorganisir potensi desa. Fokus utama adalah pada aspek kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di tingkat lokal.
Sebanyak 53 rintisan Destana Temanggung berhasil dibentuk berkat kerja keras dan dedikasi para mahasiswa. Meskipun masih berstatus 'rintisan', ini merupakan langkah awal yang sangat berarti. Status rintisan tersebut mengindikasikan bahwa belum semua indikator kemandirian sebuah Destana telah terpenuhi sepenuhnya. Namun, fondasi penting telah diletakkan.
Dukungan dari perguruan tinggi melalui program KKN ini menunjukkan sinergi positif antara akademisi dan pemerintah daerah. Kolaborasi ini sangat vital dalam mempercepat upaya pembentukan desa tangguh bencana. Hal ini juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam aplikasi ilmu di lapangan.
Advertisement
Advertisement
Kondisi Destana di Temanggung dan Tantangan Anggaran
Hingga saat ini, Kabupaten Temanggung telah memiliki 34 Destana yang sudah terbentuk dan beroperasi. Selain itu, terdapat 53 rintisan Destana Temanggung yang baru saja dibentuk dengan bantuan mahasiswa KKN Unnes. Kabupaten Temanggung sendiri terdiri dari 289 desa dan kelurahan yang tersebar di 20 kecamatan.
Meskipun ada kemajuan, program pembentukan Destana menghadapi tantangan anggaran. Totok Nuryanto menjelaskan bahwa pada tahun ini, tidak ada alokasi anggaran khusus untuk pembentukan Destana baru. Hal ini membuat peran KKN menjadi semakin krusial dalam mengisi kekosongan tersebut.
Namun, BPBD Kabupaten Temanggung tetap memiliki rencana jangka panjang untuk memperluas cakupan Destana. Pada tahun 2026, terdapat rencana untuk membentuk lima Destana baru. Ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkuat ketahanan bencana di wilayahnya, meskipun dengan keterbatasan sumber daya.
Advertisement
Advertisement
Mengenal Destana Mandiri: Mini BPBD di Tingkat Desa
Destana yang sudah bersifat mandiri memiliki karakteristik dan kemampuan yang lebih komprehensif. Ciri-ciri utama Destana mandiri meliputi adanya alokasi dana bersumber dari anggaran desa. Dana ini digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan terkait penanggulangan bencana di tingkat lokal.
Selain itu, Destana mandiri juga secara rutin menyelenggarakan pelatihan mandiri bagi masyarakatnya. Mereka juga aktif melakukan sosialisasi secara berkelanjutan mengenai risiko bencana dan langkah-langkah penanganannya. Ini memastikan bahwa pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat terus terasah dan diperbarui.
Totok Nuryanto menggambarkan Destana sebagai "ibarat hampir mininya BPBD itu ada di desa." Harapannya adalah masyarakat di tingkat desa sudah paham mengenai kesiapsiagaan. Mereka juga diharapkan mampu mengenali risiko-risiko bencana yang ada di lingkungannya. Dengan demikian, respons terhadap bencana dapat dilakukan secara cepat dan efektif dari tingkat paling dasar.
Advertisement
Sumber: AntaraNews