Fakta Unik: China Dukung Rencana Damai Gaza Trump, Desak Solusi Dua Negara dan Gencatan Senjata Penuh

China menyatakan dukungan penuh terhadap semua upaya perdamaian di Gaza, termasuk rencana Trump, sambil mendesak gencatan senjata dan solusi dua negara.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik: China Dukung Rencana Damai Gaza Trump, Desak Solusi Dua Negara dan Gencatan Senjata Penuh
China menyatakan dukungan penuh terhadap semua upaya perdamaian di Gaza, termasuk rencana Trump, sambil mendesak gencatan senjata dan solusi dua negara. (Merdeka.com)

Beijing, 30 September – Pemerintah China secara resmi menyatakan dukungannya terhadap semua upaya yang bertujuan mengakhiri perang di Gaza, Palestina. Pernyataan ini mencakup dukungan terhadap rencana damai 20 poin yang diusulkan oleh mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang baru-baru ini diumumkan.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, dalam konferensi pers di Beijing pada Selasa, menegaskan bahwa China menyambut baik inisiatif yang kondusif untuk meredakan ketegangan. Ia juga mendesak pihak-pihak terkait untuk segera menerapkan resolusi PBB, mewujudkan gencatan senjata penuh di Gaza, dan membebaskan semua tahanan.

Langkah ini diharapkan dapat meringankan krisis kemanusiaan yang semakin parah di Jalur Gaza sesegera mungkin. China menekankan pentingnya penegakan prinsip 'Palestina memerintah Palestina' serta penerapan solusi dua negara sebagai jalan keluar konflik.

Dukungan China untuk Perdamaian Gaza

Pemerintah China telah berulang kali menegaskan komitmennya untuk mencari solusi komprehensif dan langgeng bagi konflik Palestina-Israel. Pernyataan terbaru dari Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menggarisbawahi posisi ini dengan menyambut baik setiap inisiatif perdamaian.

Guo Jiakun menyatakan, "China menyambut baik dan mendukung semua upaya yang kondusif untuk meredakan ketegangan antara Palestina dan Israel dan mendesak pihak-pihak terkait untuk menerapkan resolusi PBB, mewujudkan gencatan senjata penuh di Gaza dan membebaskan semua tahanan serta meringankan krisis kemanusiaan sesegera mungkin." Sikap ini menunjukkan keseriusan Beijing dalam mendorong stabilitas regional.

Lebih lanjut, China secara konsisten menganjurkan prinsip 'Palestina memerintah Palestina' sebagai dasar penyelesaian konflik. Prinsip ini sejalan dengan visi solusi dua negara, yang diyakini China sebagai satu-satunya jalan menuju perdamaian yang adil dan berkelanjutan di wilayah tersebut.

Beijing menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan komunitas internasional guna mencapai solusi yang komprehensif, adil, dan langgeng bagi masalah Palestina sesegera mungkin. Dukungan China terhadap rencana damai Gaza, termasuk usulan Trump, mencerminkan pendekatan pragmatis dalam diplomasi internasional.

Rencana Damai Trump untuk Gaza

Pada Senin (29/9), Donald Trump mengumumkan rencana damai 20 poin yang dirancang untuk mengakhiri perang di Jalur Gaza. Rencana tersebut bertujuan untuk membebaskan seluruh sandera yang ditahan di wilayah kantong Palestina dan menciptakan kondisi perdamaian yang stabil.

Salah satu poin utama dalam rencana Trump adalah pembentukan badan transisi bernama "board of peace", yang akan dipimpin langsung oleh Trump. Badan ini direncanakan akan melibatkan Tony Blair dan sejumlah pemimpin dunia, bekerja sama dengan Bank Dunia serta lembaga internasional lainnya.

Tujuan dari "board of peace" adalah membentuk pemerintahan baru yang terdiri atas warga Palestina dan pakar global, namun dengan tegas mengecualikan Hamas atau "kelompok lain" dari keterlibatan langsung maupun tidak langsung dalam pemerintahan Gaza. Rencana ini juga mencakup transformasi Gaza menjadi "zona bebas teror yang tidak mengancam negara tetangga", sekaligus mendorong pembangunan kembali wilayah tersebut demi kesejahteraan warga Gaza.

Trump mengklaim bahwa satu-satunya pihak yang belum menyetujui rencananya adalah Hamas, meskipun belum jelas apakah kelompok tersebut telah menerima dokumen rencana secara resmi sebelum pengumuman. Rencana ini menawarkan amnesti bagi anggota Hamas yang bersedia hidup damai dan menyerahkan senjata, sementara mereka yang ingin keluar dari Gaza akan difasilitasi ke negara penerima.

Kondisi Gaza dan Harapan Gencatan Senjata

Jalur Gaza telah dilanda konflik selama hampir dua tahun, menyebabkan kehancuran masif dan krisis kemanusiaan yang parah. Lebih dari 66.000 warga Palestina, mayoritas perempuan dan anak-anak, telah tewas akibat perang genosida yang didukung oleh Amerika Serikat.

Kondisi di Gaza saat ini sangat memprihatinkan, dengan sebagian besar wilayah hancur, memicu pengungsian massal, krisis pangan dan air bersih, serta penyebaran penyakit. Jika rencana damai Trump disepakati oleh kedua pihak, perang akan dihentikan segera, dengan pasukan Israel mundur ke posisi yang disepakati dan operasi militer ditangguhkan hingga syarat penarikan bertahap dipenuhi.

Rencana tersebut juga mencakup ketentuan pertukaran sandera dan tahanan. Dalam 72 jam sejak persetujuan Israel, seluruh sandera, baik yang hidup maupun meninggal dunia, harus dipulangkan. Sebagai imbalannya, Israel akan membebaskan 250 narapidana seumur hidup dan 1.700 tahanan Gaza pasca-serangan 7 Oktober 2023. Untuk setiap jenazah sandera Israel, 15 jenazah warga Gaza akan dikembalikan.

Selain itu, bantuan kemanusiaan akan segera dikirim ke Gaza, mencakup rehabilitasi infrastruktur, rumah sakit, pasokan roti, dan alat berat untuk membersihkan puing-puing, sesuai kesepakatan 19 Januari. Usulan ini diharapkan dapat membawa perubahan signifikan bagi kondisi warga Gaza yang menderita.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi