Fakta Unik MQK Nasional: Jateng Targetkan Juara Umum Ketiga Kali di Sulawesi Selatan

Jawa Tengah mengincar gelar juara umum ketiga kalinya dalam ajang Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Nasional di Sulawesi Selatan. Akankah target ambisius ini tercapai?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik MQK Nasional: Jateng Targetkan Juara Umum Ketiga Kali di Sulawesi Selatan
Jawa Tengah mengincar gelar juara umum ketiga kalinya dalam ajang Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Nasional di Sulawesi Selatan. Akankah target ambisius ini tercapai? (Merdeka.com)

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menunjukkan ambisi besar dalam ajang Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Nasional. Kontingen Jateng telah dilepas secara resmi untuk berlaga di MQK Nasional ke-8 yang akan diselenggarakan di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.

Kompetisi bergengsi ini dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 1 hingga 7 Oktober 2025. Jawa Tengah menargetkan untuk meraih gelar juara umum untuk ketiga kalinya, sebuah prestasi yang ingin dipertahankan dengan penuh semangat.

Sekretaris Daerah Jateng, Sumarno, secara langsung melepas keberangkatan kafilah dari Semarang pada hari Senin. Beliau optimis bahwa para peserta akan memberikan penampilan terbaik demi mengharumkan nama provinsi.

Jawa Tengah mengirimkan total 40 peserta terbaiknya yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan. Mereka adalah santri-santri pilihan dari Ula (SD/MI sederajat), Wustha (SMP/MTs sederajat), hingga Ulya (SMA/SMK sederajat).

Para peserta ini akan bersaing dalam 14 cabang kompetisi yang berbeda, menunjukkan kemampuan mereka dalam literasi kitab turats atau kitab klasik/kuning. Target juara umum ketiga kalinya menjadi motivasi utama bagi seluruh kontingen.

Sekda Jateng Sumarno menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik dan mental selama kompetisi. "Harapannya Jawa Tengah menjadi juara, karena sudah dua kali juara umum. Prestasi ini harus dipertahankan," ujarnya saat pelepasan.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jateng, Saiful Mujab, turut menyampaikan optimisme serupa. Beliau yakin dengan potensi dan persiapan yang telah dilakukan oleh para peserta.

Kompetisi MQK Nasional bukan sekadar ajang lomba membaca dan memahami kitab, melainkan juga sebuah platform penting untuk merawat nilai-nilai luhur yang lahir dari pondok pesantren. Ini adalah perwujudan nyata dari tradisi keilmuan Islam.

Sumarno berharap para peserta mampu menunjukkan kedalaman ilmu serta akhlak mulia yang menjadi ciri khas santri. Hal ini sejalan dengan tujuan MQK untuk mengapresiasi dan mengembangkan potensi santri.

Gelaran MQK juga menjadi momentum strategis untuk pengenalan literasi di pondok pesantren. Melalui ajang ini, pemahaman terhadap kitab-kitab klasik berbahasa Arab dapat terus ditingkatkan dan disebarluaskan.

Pentingnya literasi kitab kuning ini menjadi fondasi bagi pengembangan keilmuan agama di Indonesia. MQK Nasional berperan besar dalam menjaga keberlangsungan tradisi ini di kalangan generasi muda.

Selain berambisi meraih juara umum, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga memiliki keinginan kuat untuk menjadi tuan rumah MQK Nasional pada periode berikutnya. Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, mengungkapkan hal ini.

Menurut Gus Yasin, sapaan akrabnya, jika Jateng berhasil meraih juara umum di Sulawesi Selatan, hal itu akan menjadi modal kuat untuk mengajukan diri sebagai tuan rumah. Ini adalah langkah strategis jangka panjang.

"Kami ingin menjadi tuan rumah untuk penyelenggaraan MQK Nasional, guna memperkenalkan Jawa Tengah ini embrio dari berbagai macam literasi," kata Gus Yasin. Tujuan utamanya adalah memperkuat citra Jateng sebagai pusat keilmuan pesantren.

Dengan menjadi tuan rumah, Jateng berharap dapat lebih luas memperkenalkan kekayaan literasi pesantren yang dimilikinya. Ini juga akan memberikan dampak positif bagi pengembangan pendidikan agama di daerah.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi