Jokowi Ungkap Isi Obrolan 20 Menit Bareng Abu Bakar Ba'asyir, Dinasehati Mengabdi pada Islam

"Ya sangat kaget kedatangan beliau," ujar Jokowi seusai mengantarkan kepulangan Ba'asyir di depan rumahnya.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Jokowi Ungkap Isi Obrolan 20 Menit Bareng Abu Bakar Ba'asyir, Dinasehati Mengabdi pada Islam
Jokowi Ungkap Isi Obrolan 20 Menit Bareng Abu Bakar Ba'asyir, Dinasehati Mengabdi pada Islam (Merdeka.com)

Presiden ke-7 Joko Widodo alias Jokowi kedatangan tamu istimewa di kediaman pribadi, Jalan Kutai Utara No 01, Sumber, Solo, Senin (29/9). Tamu istimewa tersebut adalah Abu Bakar Ba'asyir, terpidana kasus terorisme yang dibebaskannya pada awal 2019 lalu.

"Ya sangat kaget kedatangan beliau," ujar Jokowi seusai mengantarkan kepulangan Ba'asyir di depan rumahnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta dan Wali Kota Solo mengaku tidak ada pembicaraan lain dalam pertemuan tersebut. Pendiri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Al Mukmin, Ngruki, Cemani, Sukoharjo tersebut datang untuk memberikan nasihat terkait Islam.

"Intinya beliau menasihati saya untuk mengabdi pada Islam," jelas Jokowi.

Kunjungi Jokowi, Abu Bakar Ba'asyir Berikan Nasihat ini
Kunjungi Jokowi, Abu Bakar Ba'asyir Berikan Nasihat ini Merdeka.com

Abu Bakar Baasyir bertandang ke rumah Presiden ke-7 Joko Widodo alias Jokowi, Sumber, Solo, Senin (29/9). Berpakaian serba putih mantan terpidana tindak terorisme itu tiba pukul 12.45 Wib.

Sekitar 20 menit keduanya terlibat pembicaraan di ruang tamu. Kepada awak media Ba'asyir mengaku tidak ada kepentingan lain. Ia hanya memberikan nasihat kepada mantan presiden dua periode itu.

"Saya hanya menasihati. Orang Islam itu menasihati rakyat, pemimpin dan orang kafir, harus dinasihati. Pak Jokowi ini kan orang yang kuat, jadi mudah-mudahan jadi pembela Islam yang kuat. Itu saja nanti," tandasnya.

"Nasihatnya ya kembali mengamalkan hukum Islam dengan baik. Sebab saya berjuang minta supaya negara ini diatur dengan hukum Islam," sambungnya.

Ba'asyir mengaku juga sudah menasihati Presiden Prabowo Subianto terkait hal yang sama.

"Presiden pun sudah saya nasihati lewat surat ya. Kewajiban seorang ulama menasihati. Menasihati rakyat, menasihati orang kafir, menasihati pemimpin," katanya lagi.

Mau tidak mau itu Allah yang menentukan, bukan saya, ya," ucapnya.

Rekomendasi