Fakta Mengejutkan: 31,71% Anak di Sumut Belum Imunisasi, PKK Gelar Imunisasi Zero Dose

TP PKK Sumatera Utara berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan dan USU menggelar imunisasi zero dose bagi puluhan ribu anak yang belum divaksin, memastikan perlindungan kesehatan dasar mereka.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Mengejutkan: 31,71% Anak di Sumut Belum Imunisasi, PKK Gelar Imunisasi Zero Dose
TP PKK Sumatera Utara berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan dan USU menggelar imunisasi zero dose bagi puluhan ribu anak yang belum divaksin, memastikan perlindungan kesehatan dasar mereka. (Merdeka.com)

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) secara proaktif menggelar program imunisasi khusus bagi anak-anak yang belum pernah menerima dosis vaksinasi sama sekali. Kegiatan penting ini bertujuan untuk menjangkau populasi anak yang disebut 'nol dosis' atau 'zero dose' guna memastikan mereka mendapatkan perlindungan kesehatan dasar.

Program imunisasi ini berlangsung selama lima hari berturut-turut, mulai dari tanggal 24 hingga 28 September 2025. Lokasi pelaksanaannya dipusatkan di halaman UPT Rumah Sakit Khusus Mata Sumut, yang beralamat di Jalan Kapten Sumarsono, Medan. Inisiatif ini merupakan wujud nyata komitmen PKK dalam mendukung program kesehatan nasional.

Staf Ahli I TP PKK Provinsi Sumut, Titiek Sugiharti, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi erat antara PKK Provinsi Sumut, Dinas Kesehatan Provinsi Sumut, dan Universitas Sumatera Utara (USU). Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan dan efektivitas program imunisasi di wilayah tersebut. Pihak penyelenggara juga mengajak para orang tua di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang untuk aktif melengkapi imunisasi anak-anak mereka.

Meningkatkan Cakupan Imunisasi dan Mengatasi Zero Dose

Pelaksanaan imunisasi gratis ini menjadi komitmen kuat PKK Provinsi Sumut dalam menyasar anak-anak dengan kategori zero dose atau anak nol dosis. Kategori ini mencakup anak-anak yang belum pernah menerima vaksinasi sama sekali, seringkali karena berbagai kendala akses atau faktor sosial lainnya di wilayah Sumut. Pentingnya peran orang tua dalam menjaga kesehatan anak sejak dini ditekankan untuk memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal.

Data dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumut pada tahun 2024 menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Tercatat sebanyak 91.636 anak di Sumut belum pernah diimunisasi, jumlah ini setara dengan sekitar 31,71 persen dari total 289.000 jiwa anak di provinsi tersebut. Angka ini menjadi dasar kuat bagi PKK Sumut untuk bergerak cepat dan masif dalam upaya perlindungan kesehatan anak.

Titiek Sugiharti menegaskan bahwa program ini adalah bagian dari dukungan PKK Sumut terhadap program kesehatan nasional. "Kami ingin memastikan tidak ada anak di Sumut tertinggal dari perlindungan kesehatan dasar," ujar Titiek. Pernyataan ini menunjukkan tekad kuat untuk mencapai cakupan imunisasi yang merata di seluruh wilayah.

Layanan Kesehatan Komprehensif dan Apresiasi Masyarakat

Selain fokus pada imunisasi, kegiatan ini juga menyediakan layanan kesehatan tambahan yang komprehensif bagi masyarakat. Layanan tersebut mencakup pemeriksaan tumbuh kembang dan gizi anak, pemeriksaan mata gratis bagi orang tua, serta layanan deteksi dini kanker serviks untuk para ibu. Pendekatan holistik ini bertujuan untuk memberikan manfaat kesehatan yang lebih luas kepada keluarga.

PKK Provinsi Sumut juga terus mendorong seluruh masyarakat, khususnya para orang tua, untuk membawa anak-anak mereka ke fasilitas kesehatan terdekat. "Karena imunisasi adalah hak anak, dan tanggung jawab bersama untuk memenuhinya," jelas Titiek, menekankan pentingnya kesadaran dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat. Titiek Sugiharti, didampingi Direktur UPT RS Khusus Mata Sumut Dewi Chailaty, turut meninjau langsung proses pendaftaran, pemeriksaan, hingga pemberian imunisasi.

Dalam kesempatan tersebut, Titiek bahkan turut meneteskan vaksin imunisasi kepada salah seorang balita bernama Muhammad Abizar, serta menyaksikan balita ini menerima suntikan HB-Hib1 dan OPV 2. Dewi Handayani, ibu dari Muhammad Abizar, menyampaikan apresiasi mendalam atas kegiatan ini. "Saya berharap kegiatan seperti ini rutin dilakukan. Ini sangat membantu kami, para ibu, dalam menjaga kesehatan anak-anak,” ucap Dewi, mewakili perasaan banyak orang tua yang merasakan manfaat langsung dari program ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi