BGN Prihatin dan Minta Maaf 335 Murid di Banggai Kepulauan Sulteng Diduga Keracunan MBG hingga Kejang

BGN telah mengirimkan tim ke lokasi yang terdampak mulai Jumat, 19 September, untuk memastikan bahwa para korban mendapatkan perawatan yang diperlukan.

Muhammad Radityo Priyasmoro
BGN Prihatin dan Minta Maaf 335 Murid di Banggai Kepulauan Sulteng Diduga Keracunan MBG hingga Kejang
UMKM Aiko Maju menjadi pemasok bahan baku untuk dapur umum dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) (Dok. BRI) (© 2025 Liputan6.com)

Program makan bergizi gratis (MBG) kembali mengakibatkan sejumlah pelajar di Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, diduga mengalami keracunan. Dalam sebuah video yang beredar, tampak bahwa mereka mengalami kejang sebagai akibat dari dugaan keracunan ini.

Menanggapi insiden tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Sebagai bentuk tanggung jawab, mereka telah mengirimkan tim ke lokasi yang terdampak sejak hari Jumat (19/9) untuk memastikan bahwa para korban mendapatkan perawatan yang diperlukan.

"Kami sangat prihatin atas kejadian ini dan turut berempati kepada seluruh pasien serta keluarga yang terdampak. BGN bersama seluruh pihak terkait terus bekerja keras memastikan penanganan kesehatan terbaik serta melakukan langkah investigasi menyeluruh atas insiden ini," ujar Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, Sabtu (20/09).

Tiga Ratus Murid Telah Diizinkan Pulang

Sementara itu, Direktur RSUD Trikora, Feldy Deki, menyampaikan bahwa dari total 335 pasien yang dirawat, sebanyak 301 di antaranya telah menunjukkan perbaikan dan diizinkan untuk pulang pada Sabtu (20/9). Sementara itu, pasien yang tersisa masih memerlukan perawatan karena mengalami gejala seperti sesak napas serta kram di bagian otot dada, tangan, dan kaki.

"Mengenai kondisi tersebut, pihak rumah sakit telah memberikan penanganan maksimal dengan memberikan obat serta penanganan medis lainnya sesuai dengan gejala yang dialami masing-masing korban," kata Feldy seperti dikutip Minggu (21/9/2025).

Jumlah Pasien Membludak Sehingga Jumlah Petugas Medis Ditambah

Untuk meningkatkan layanan, RSUD Trikora telah menerima tambahan tenaga medis dari RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Dalam hal ini, terdapat empat dokter spesialis anak dan anestesi serta tiga perawat yang siap diterjunkan.

"Dukungan ini tentunya sangat penting dan bernilai tinggi bagi kami, keluarga pasien, dan pasien itu sendiri, terutama dalam meningkatkan sisi psikologis. Kami mengapresiasi langkah cepat seluruh pihak yang turut fokus dalam menangani insiden ini," ungkap Feldy.

Feldy menjelaskan bahwa RSUD Trikora bersama tim medis gabungan akan terus melakukan pemantauan intensif terhadap pasien yang masih dirawat. Selain itu, evaluasi dan koordinasi dengan berbagai pihak juga terus dilakukan untuk memastikan penanganan yang maksimal.

"Kami berusaha memberikan penanganan maksimal kepada seluruh pasien yang masih dalam perawatan. Kami juga akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memberikan update kondisi pasien serta penanganan lebih lanjut jika diperlukan," tegas Feldy.

Tidak Terdapat Kerusakan Saraf Akibat Kejang

Sementara itu, Rusmin yang merupakan perwakilan tim medis dari RSUP dr. Wahidin, menyatakan bahwa kondisi pasien yang sedang dirawat dalam keadaan stabil.

"Alhamdulillah keadaannya stabil, tidak mengancam jiwa. Alhamdulillah artinya anak-anak ini dalam proses recovery," ucap Rusmin.

Ia juga menambahkan bahwa hasil pemeriksaan feses dan anamnesis tidak menunjukkan adanya tanda kerusakan saraf atau gejala serius yang sempat dikhawatirkan oleh masyarakat akibat terjadinya kejang.

"Karena dari hasil pemeriksaan feses dan anamnesis tidak ada pemeriksaan yang mengarah ke kerusakan syaraf yang dicurigai mengakibatkan kejang dan itu bukan tanda-tanda yang kita khawatirkan seperti khalayak ramai asumsikan," tutupnya.

Rekomendasi